Halaman

Minggu, 01 Maret 2015

Donor darah

Donor darah bak kalimat dongeng yang merdu dalam dunia gue. Gue selalu ingin mencobanya. Bahkan walau hanya sekali. Sebenarnya itu bukan masalah yang sulit mengingat kampus gue cukup tergolong sering melakukan agenda ini. Namun, entah mengapa, keberanian gue dirampas hanya oleh satu kalimat

"Kalau setelah kita donor darah terus kita ngga melakukan donor secara rutin lagi, kita bisa lemas lho!"

Coba dengar betapa mengerikannya kalimat di atas. Sejak kapan donor darah level mengerikannya setingkat dengan narkoba atau produk kecantikan yang membuat ketergantungan?! Ya, salah gue juga sih menelan kalimat tersebut bulat-bulat. 

Namun, sekarang berbeda. 14 Februari 2015. Terimakasih young on top. Terimakasih untuk teman-teman yang memberi testimoni positif dan meyakinkan gue untuk gabung acara ini. Akhirnya berhasil donor darah :')

 AB belongs to sarah diana, and B is mine

Finally i have one!

Me, Sarah, Elsa

Nah, donor darah pertama gue ini menyenangkan. Gue sibuk senyum-senyum sambil tutup mata gitu pas jarumnya ditusuk ke kulit gue yang mulus ini.Yah, sayangnya, percobaan pertama tidak berjalan terlalu baik. Lengan kiri gue memiliki pembuluh yang terlalu kecil. Pindah lengan deh ke sebelah kanan. Ditusuk dua kali deh. Alhamdulillah gue ngga kapok kok. Pengen lagi malah hehe.

Terimakasih untuk Galih yang mempromosikan acara ini. Terimakasih untuk sarah yang mau datang menyusul untuk ikutan acara ini. Terimakasih untuk diri gue sendiri yang mau berhenti menjadi pengecut. That was not that scary. Ya, gue semakin yakin kalau manusia itu sangat suka melebih-lebihkan cerita. 

Kalau kata x-banner yang ramai dipajang di area acara sih ya... "sayang ngga harus kenal".

Walau gue tau ngga semua darah yang didonorkan itu akan digunakan. Walau gue tau golongan darah gue cukup mainstream dan sedikit sekali kasus kehabisan golongan darah B yang terjadi  (atau mungkin tidak pernah). Namun gue hanya berharap kalau tindakan gue bisa berujung pada kebaikan. Entah darah gue bisa digunakan atau tindakan ini bisa menyentil manusia bergolongan darah ekslusif untuk turut berpartisipasi.

Sekali lagi. Sayang ngga harus kenal.


P.S. Anyway, i wanna say congratulation to Sarah Diana for having an opportunity to get selected as aims student! Yay! My lovely partner in crime! Fyi, we made our passport together. And now, she is the one who get the first chance to use that passport haha. Wait for me. I'll get my turn later. Take care sarah! Have a very safe flight and astonishing journey in malaysia later. Don't forget to finish your last project before your leaving :p Love ya!

Tidak ada komentar: