Laman

Minggu, 30 Desember 2012

The Closest thing

Kemarin pagi, awan duka merundung civitas ITP. Bapak Arif Hartoyo berpulang ke rahmatullah. Beliau adalah dosen biokimia pangan dasar kami. Berdasar kabar, beliau jatuh pingsan saat sedang memimpin liqo. Sempet shock dan ngga percaya pas nerima sms jarkoman duka itu. Beliau masih seger-seger aja dari kemarin, dan masih mengajar dengan penuh dedikasi. Ngga keliatan tanda-tanda sakit sedikit pun. Tapi ya... kalau sudah kehendak Allah mah sekuat apapun badan, ngga akan ada yang bisa melawan.

Gue cukup blank beberapa saat. Masih ngga percaya kalau dosen yang selama ini ngajarin gue harus pergi secepat ini. Masalahnya, gue ngerasa banyak banget dosa sama beliau. Gue itu hampir ngga pernah dengerin kuliah biokima pangan dasar. Malah kadang sengaja berlama-lama di kantin, ngobrol, ngalur ngidul, baru masuk kelas. Sedangkan, Alm. Pak Arif masih berusaha menjelaskan materi sekuat tenaga......................

Penyesalan emang selalu datang terlambat. Banyak banget balesan sms dari temen-temen gue yang serupa. Mereka juga ngerasa bersalah sama Alm. Pak Arif. Kita mahasiswa emang kadang (atau selalu?) lupa diri. Lupa kalau dosen sebenernya menghabiskan energi lebih besar daripada mahasiswanya. Mereka juga letih, bahkan lebih letih dari kita. Tapi mereka masih berusaha semampu mereka untuk menjelaskan dan memberi beragam ilmu. Sedangkan kita?


Salah satu comment dari postingan berita duka di grup. 
Menurut gue ini sangat mewakili doa kami. 
Semoga terkabul. Aamiin.

                                         ****************************
".... yang paling dekat dengan kita adalah kematian" - Imam Ghazalli
Terlepas dari penyesalan teramat dalam, berita duka ini pun menjadi peringatan kecil buat gue. Kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun kondisi kita, saat Allah telah berkehendak, ruh kita akan segera berpisah dari badan. Dan, hari dimana kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan pun tiba. 

Pertanyaan : Siap kah kita untuk itu?


Senin, 24 Desember 2012

Kembaran



Konon katanya, kita punya 7 kembaran yang tersebar seantero penjuru muka bumi. Gue ngga tau bener apa engga. Tapi sih ya, emang banyak juga orang-orang di sekitar gue yang mukanya sekilas mirip satu sama lain. Paling sering kejadian sih, temen kuliah sekarang mukanya mirip sama temen SMA gue. Errr banget. Kan jadi kangen temen SMA! :"|

Gue termasuk orang yang ngga berharap ada orang yang kembar sama gue. Men... Nama aja udah pasaran. Masa muka juga sih? :|

Sayangnya, takdir "pasaran" gue udah ditulis di qada dan qadar mungkin. Banyaaaaaaaaak banget oknum-oknum yang mengaku melihat orang yang mirip gue. Berikut data kembaran-kembaran gue :

1. Temen SMA yang gue juga kenal
2. Temen seasrama (tapi ngga kenal)
3. Temen sepermainannya emak temen gue (Ngga pernah lihat. Katanya sih tante-tante. Sedih)
4. Temen cowok di kampus (CO-WOK!)
5. Temennya senior gue (kata dia mirip, gue ngga tau)
6. Senior ITP gue
7. Cewek di selebaran brosur bimbel pas SMA
8. Mirip Velove Vexia (Yang mau muntah, muntah aja. Jangan salahin gue. Ini kata temen gue loh. tapi ini kembaran gue yang tercantik. seneng deh huahahaha)
 
Itu udah gue generalisasi, detailnya banyak banget sebenernya. Sumpah. Bukan cuma nama loh ternyata yang pasaran. Muka juga... Gue gatau harus bangga apa nangis -_-

Ada dua yang bakal gue bahas :

1. Temen SMA yang gue juga kenal
Doi anak UI fakultas budaya. Putri namanya. Dia waktu itu lagi libur deh kayaknya terus berkunjung ke IPB dan nginep di asrama (pas masih jaman TPB). Nginepnya di kamar temen SMA gue yang lain. Dan............ Ada yang menyangka Putri itu gue. Jeng jeng!

Ceritanya, si Putri lagi bengong kece gitu di suatu tempat di kampus / asrama (gue lupa dimana). Terus, ada yang teriak manggil nama gue "Dewiiii! Dewiii". Manggilnya ke arah si Putri. Nah, Putri diem aja dong. Jelas! Kemudian suara itu tetap konsisten menyapa "Dewi!! Dewi!!! Ihhhh Dewiii" Putri tetap berusaha tak bergeming walau batinnya terganggu. Akhirnya sang sumber suara menyerah dan menggerutu "Ah dewi mah suka pura-pura ngga kenal! Huh!" Kemudian melengos pergi. Ya. Dia ngomel-ngomel ke Putri.

................ Gue dan Putri cuma bisa ketawa pasrah pas menceritakan ulang kisah ini.

2. Senior ITP gue
Nah. Ini dia. Katanya sih ya, mirip sama gue. Paket komplit bahkan. Muka + sifat + nama nya sama! Ya. Nama nya juga Dewi. Ha. Ha. Ha. Ha. #ketawacookies #menghilangdiujunggang

Gue kenal orangnya, tapi gue ngga bisa menilai mirip apa engga. Kayaknya kak dewi jauh lebih normal dan lebih mendingan daripada gue :| Ini yang berpendapat kalau gue mirip doi adalah temen gue (ITP 48) sama senior ITP gue yang lain (seangkatan sama kak dewi). Gue ngga tau. Gue bener-bener ngga tau *angkat tangan*

                                             **********************

Kalo di ITP 48, ada tuh yang mirip! Mujahid sama dimas! Hahahaha! Mirip banget bro! Terakreditasi ini mah miripnya. Pfff.

Gue juga banyak sih ngeliat orang-orang yang mukanya mirip walau tak sedarah. Seru deh hahah. Kalo lo? Udah nemu kembaran lo yang terpisah belum? Go find them! ;)


Bye! (~˘▾˘)~

Selasa, 18 Desember 2012

Lucu ya

Lucu ya,
uang Rp 20.000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid,
tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket
 
Lucu ya,
45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir,
tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola.

Lucu ya,

betapa lamanya 2 jam berada di Masjid,
tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya,

susah merangkai kata-kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat,
tapi betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila ketemu teman.

Lucu ya,

betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan bola favorit kita,
tapi betapa bosannya bila imam sholat tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya,

susah banget baca Al Qur’an 1 juz saja.
tapi novel best-seller 100 halaman pun habis dilalap

Lucu ya,

orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton konser atau bola,
tapi berebut cari shaf paling belakang bila shalat Jum’at agar bisa cepat keluar

Lucu ya,

Kita perlu undangan pengajian 3-4 hari sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita,
Tapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika

Lucu ya,

Kita begitu percaya pada yang dikatakan koran,
Tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Qur’an.

Lucu ya,

Semua orang pengennya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa.

Lucu ya,

Kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email,
Tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering berpikir dua kali
 
                                            --------------------------------------

Postingan di atas berasal dari grup ROHIS ITP angkatan gue. Temen gue yang bikin. Gue baca, terus gue diem...
 
Ada yang pernah bilang kalo gue tipe orang yang ngga tau malu. Tapi setelah liat postingan ini, gue semakin tau rasa malu itu apa. 
 
Postingan ini tuh kayak tamparan jarak jauh. Lebih ampuh dari tendangan legenda nya tsubasa. Hem. Kalimat itu emang paling efektif, kontak fisik sih enggak, tapi batinnya langsung terkoyak.
 
Jadi, mau tetep ngebiarin hal-hal "lucu" ini terjadi? Monggo silahkan di jawab di hati masing-masing aja.
 
Babay :3

Minggu, 16 Desember 2012

MRD Project

Hay! Lemme introduce you to our project. "Our" is refers to Mima, Rizka, Dewi (that's why i named it "MRD Project").

We write any random story consecutively - first chance of writing goes to Mima. Second, me. Third, Rizka. And next, back to Mima.  We don't know what inside each other's mind is.

The thing we have to do is just continue the story which anyone have made beforehand. 

For example : I continue the story which is made by Mima last week. Next, Rizka will continue mine. And this will always happen till we get tired of our own random stories.

"We dont know when we start and how we end. Just go with the flow"

First Chapter is in --> Mima's blog . And the next chapter is must be in --> Rizka's blog

Well, let's see, how big the mess that we (three) could make from this project Hahahaha. Bye, then, see you.

 ---------------------------------------------

Part 2 : Masa Lalu

       “Sa, kenapa?” Yila angkat bicara melihat perubahan raut wajah sahabatnya itu setelah membaca sebuah SMS. “SMS tagihan utang ya?” tanya Yila asal. Resa menatap Yila datar. “Biasa. SMS php, La” balas Resa seadanya dan lanjut berkencan dengan film animasi yang memang sedaritadi mereka tonton. “PHP? Pemberi harapan palsu? Siapa? Reynold? SMS apa dia??? Cie, finally dia bales sms lo! hahah” tanya Yila antusias dengan mata berbinar seperti anak kucing manja minta makanan. “Gue pikir juga sms dari Reynold, gataunya dari mas-mas operator indosat. PHP kan?” jawab Resa sambil tetap menatap layar laptop dengan khidmat. Tawa Yila pun meledak. Percakapan pun diakhiri dengan dilanjutkannya aktivitas nonton mereka. Sesekali Yila tertawa sangat tidak manusiawi, sementara Resa hanya bisa menatap layar laptop dengan tatapan kosong. Pikirannya menghilang sebentar, tidak di tempat itu. Ada hal lain yang mengusiknya, yaitu SMS yang ia terima beberapa menit lalu – yang sebenarnya bukan SMS dari operator. Resa hanya malas memberitahu dan menjelaskan. “Ketidaktahuan itu kadang lebih baik”, itu yang Resa yakini.

       Dua jam berlalu. Resa asik memeluki guling dan tidur-tiduran di kasur Yila sambil menerawang, dan Yila tetap setia menekuni laptop merah miliknya sambil berinternet ria. Mereka terus asik dengan dunianya masing-masing sambil sesekali berceloteh tentang mimpi dan gosip. “Ohiya, ibu lo besok ulangtaun kan Sa? Ngga ke rumah? Eh.” Yila mendadak berhenti dan terdiam. “Pertanyaan yang bodoh, nona Yila!”, gerutunya sendiri dalam hati. Ada hening yang panjang, dan Yila ngga suka suasana ini. Apalagi kalau sampai menyakiti sahabatnya sejak SMA, Resa.

       “Emm eh kira-kira, nanti suami kita kayak gimana ya mukanya?” tanya Yila sambil berusaha tak melihat ekspresi Resa. Resa spontan tersenyum masam, ia tahu persis kalau itu hanya pengalihan topik, tapi itu tetap lebih baik daripada harus melanjutkan pertanyaan pertama Yila. “Emang ada yang mau sama lo, La?” jawab Resa lalu nyengir. “Ada dong! Muka suami gue pasti ya minimal kayak Shun Oguri!” Yila pun pasang muka mupeng membayangkan aktor jepang kesukaannya itu yang selalu sukses menghipnotis Yila dan memukul mundur semua tumpukan laporan ke deretan waiting list – ngga peduli meskipun deadline laporannya itu tinggal H-1. Resa pasang muka jijik dan kemudian melempari Yila dengan rentetan bantal. “Wahai perempuan haus cinta, mending kepoin kak “dono-kasino-indro” lo aja deh sana! Twitternya kek, facebook kek, atau apanya gitu. Daripada shun oguri yang jadi korban”. Yila menoleh sebentar ke Resa, kemudian nyengir dan melirik ke layar laptop. Resa pun mengikuti arah lirikan Yila, dan kemudian ia tertawa terbahak-bahak. “HAHAHAHASEM LAH! Udah selangkah lebih maju ya lo ternyata. Hahahah” ucap Resa di sela-sela tawanya. Yila pun ikut tertawa sambil menatap layar laptop yang daritadi sedang membuka halaman account twitter seorang pria – pria yang Yila yakini harusnya mengelilingi kampus dengan menunggangi kuda putih elegan sambil membonceng Yila di belakangnya. “Dono Djiwoseputro”, begitulah nama yang tertera di layar. “Kalau masalah kepoin kak Dono mah gausah diperintah. Itu kebutuhan, Sa” jawab Yila polos dan membuat Resa bingung harus lanjut ketawa atau sejenak diam dan melempari Yila pakai lemari saking jijiknya.
       
       “DRRRT DRRRT DRRRT”. Ada getar yang panjang, bersumber dari telepon genggam Resa. Resa pikir hanya SMS, ternyata kali ini telepon. Tertera nomor asing pada layar teleponnya. Ia pun mengangkat dengan malas sambil izin keluar dari kamar Yila. Yila tengah asik menatap kumpulan foto Oguri-kun saat secara tak sengaja ia keluar untuk mengambil minum dan kemudian melihat ekspresi tegang Resa. Resa tak berbicara sepatah kata pun, namun telepon tetap didekatkan ke telinganya. Tangannya terlihat mengeras dan seluruh emosinya disalurkan ke telepon genggamnya. Yila buru-buru kembali ke kamar. Dan cemas, tentu saja.

       Sejurus kemudian, Resa kembali ke kamar dengan ekspresi tenang dan datar seperti biasa. “Siapa yang nelepon, Sa? Abang-abang indosat lagi?” ucap Yila berusaha terlihat santai. Resa hanya terkekeh. “Kagak. Itu si Maya, nanyain tugas. Sekalian ngegosip ngga jelas, jadi agak lama. Padahal mah, ngga kedengeran juga dia ngomong apa, sinyal jelek sih di kontrakan lo hahaha” jawab Resa yang tentu saja merupakan kebohongan keduanya untuk hari ini. Yila hanya menanggapi jawaban Resa dengan tersenyum tipis. Dia jelas kecewa. Resa berbohong. Tentu yang membuat Yila kecewa adalah Resa tidak mau berbagi masalahnya dengan Yila. Namun Yila berusaha meyakini, Resa akan cerita, tapi mungkin tidak sekarang. Resa kemudian pamit pulang, ada kerja kelompok mata kuliah minor, katanya. Yila menahan diri sekuat mungkin untuk tidak berlari dan membuntututi Resa diam-diam. “Resa berhak punya privasi” gumam Yila dalam hati.
                                           
                                                 *****************

        Resa menghela nafas yang panjang sambil menyandarkan punggungnya yang lelah ke bangku kafe bernuansa vintage di Bogor kota. Ia rela pergi meninggalkan kedamaian dramaga menuju kebisingan Bogor kota hanya untuk mengurusi satu hal, yaitu masa lalunya. Tak berapa lama, pria sumber malapetaka itu pun tiba. Pria itu tersenyum dan memabukkan beberapa kaum hawa yang ada di kafe. Resa melihatnya malas dan nyaris mual.

       “Makasih udah mau dateng” pria itu tersenyum riang sekali seperti anak kecil polos tak berdosa. Seakan dia lupa trauma apa yang pernah ia ciptakan dalam relung hidup Resa. “Kenapa ngga ngomong di kampus? Kita kan satu kampus. Cih, satu departemen pula” jawab Resa sinis, tanpa segan menunjukkan rasa kebenciannya yang menumpuk sejak lama dan kini terkalkulasi. “Jadi cuma itu kalimat sambutan terbaik yang lo punya buat sahabat lo ini?” jawab pria yang berperawakan tak terlalu tinggi tapi manis itu. “Sahabat?? Haha. Lo lagi casting jadi pelawak? Selamat, anda lolos!” jawab Resa lagi dengan nada yang agak tinggi. Pria itu masih tenang dan mengalihkan pembicaraan “Udah lama ya, terakhir kali kita ngobrol bareng gini pas SMP kalo ngga salah”. Resa tertawa kering “Maksudnya, momen pas lo ngebuang gue? Hm. Iya pas SMP”. Pria itu mulai menunjukkan sedikit emosi “Please, Sa! Emang ada gunanya ya ngungkit masa lalu?”

        “OH JELAS ADA!” batin Resa berteriak. Namun Resa hanya diam tak menanggapi. “Kalo emang lo sebegitu bencinya sama gue, kenapa lo mau nemuin gue hari ini?” tanya pria itu lagi. Pertanyaan cerdas, menurut Resa. “Gue ke sini cuma mau mempertegas bahwa hubungan di antara kita sekarang cuma hubungan junior-senior. Nggak lebih! Jangan hubungi gue lagi kalau ngga penting. Sekian. Wassalamualaikum” Resa segera berjalan pergi secepat mungkin. Pergi menjauh dari masa lalunya yang kini hanya terbengong sendiri.

Minggu, 09 Desember 2012

Kontrakan

"Bisa karena terbiasa" . Itu quote paling ampuh sedunia. Menurut gue.

Banyak banget kejadian yang udah ngebuktiin kevalidan quote ini. Begitu pun halnya pada kasus gue dan kontrakan manis gue yang awalnya terlihat mirip banget kayak rumah tua yang sering digambarin di goosebumps. 

"jauh banget ini kontrakan"
"keliatan dari luar, serem"
"kalo mesti pulang malem, apa kabar dunia?"
"taun depan fix banget mesti nyari kontrakan lagi"

Begitulah kira-kira beberapa pikiran dangkal yang terbersit di kepala gue (dan juga sebagian teman-teman gue) pas banget setelah kita udah nyicil bayar sewa kontrakan. Padahal waktu itu posisinya kita belom menempati kontrakan loh, masih di asrama, belom mindahin barang. Belom dicoba, udah keasikan parno. Old bad habit.

Setelah nyaris satu semester mendiami rumah hijau ini (cat kontrakannya hijau), pikiran gue pun berubah. Total.

Kontrakan gue ngga jauh-jauh amat. Normal ternyata. Kalo pas awal, gue masih empot-empotan jalan dari gang menuju rumah, sekarang mah udah berasa make sayap trus terbang, cepet gitu nyampe depan kontrakan. Udah terbiasa soalnya, jadi ngga berasa.

Kontrakan gue? Serem? Ah, mitos.

Gue sering pulang malem dan dunia baik-baik saja. Tetap bulat dan berputar pada porosnya. Dan gue sendiri? Tetap kalem, anggun, memesona, cantik, dan ganteng seperti biasa. Pokoknya, kalo mau ngelakuin sesuatu, jangan dibayangin terlalu berlebihan! Ngga usah mendadak jadi sutradara teater roman picisan yang selalu mendramatisir setiap inci adegan. Kalo kebanyakan dan kelamaan mikir, bakalan banyak setan yang silaturahmi dan ngebisikin hal-hal negatif. Jadi parno lah, pesimis lah, dan sodara-sodaranya.

Pindah kontrakan? Jangan sampe deh ya Allah. Entah, karena gue males mindahin barang-barang lagi, atau emang udah jatuh cinta sama rumah hijau, atau keduanya. Gue jadi ragu buat pindah kontrakan taun depan.

-------------------------------------

Sekilas kontrakan

Kontrakan gue ini dua tingkat dengan tiga kamar. Awalnya dari luar keliatan spooky, tapi pas udah di dalem rumah, dijamin mager total. Nyaman banget! Rumah hijau memiliki banyak sekali personel. Banyak banget. Terdiri atas penghuni tetap, penghuni gelap tetap, tamu-tamu alien serta makhluk sumber pahala tetap.

Penguni tetap : Gue, Rika, Galih, Anggi, Lina, Kharisma
Penghuni gelap tetap : Prima (HAHAHA)
Tamu-tamu alien : Temen-temen kita yang silaturahmi pokoknya
Makhluk sumber pahala tetap : ................... ini dia!

Apa sih maksudnya "makhluk sumber pahala tetap"?
Maksudnya, mereka adalah sumber pahala bagi kami

Gimana caranya mereka nyumbang pahala?
Dengan menzalimi kita

HA? Emang siapa sih?
Bukan "siapa". Tapi, "APA".

Lemme explain you what "makhluk-makhluk sumber pahala tetap" are :

Ayam dan kucing #JENGJENG

Kenapa gitu?

Yang pernah kepoin twitter gue (emang ada?) pasti langsung tahu masalah pribadi gue dengan ayam. Mereka. Ya. Ayam-ayam tersebut dengan cantik, lihai, dan anggunnya, mendaratkan beberapa ranjau di teras kontrakan kita. Nyaris setiap hari. Tanpa rasa dosa! 

Sering banget kejadian, setelah tepat kita (penghuni kontrakan) membereskan hajat mereka yang dibuang secara tak bertanggung jawab, ayam itu pun datang lagi dengan senyuman iblis. Dan.............. meluncurkan bom lagi. Subhanallah.

Itu tuh teras kontrakan, bukan jamban! hey wahai makhluk Allah :"""""")

Untungnya, gue belom dapetin ilmu dari departemen gue tentang gimana caranya mengolah daging ayam jadi nugget. Kalo engga, ayam-ayam itu pasti udah tersimpan rapi di freezer.

Nah, kalo kucing, dia bertanggung jawab besar atas jejak-jejak kaki mungil yang menodai keperawanan lantai di teras kontrakan gue. Alhamdulillah, dia ngga ikutan buang hajat. Palingan dia cuma ngotorin lantai pake jejak kaki plus  doi suka menginvasi kursi tamu di teras. Yap. Kursi tamu itu disulap menjadi the best bed ever bagi sang kucing.

Total "makhluk sumber pahala tetap" ini kurang lebih ada delapan : 5 ayam dan 3 kucing :")

Tapi, sekarang kita udah belajar ikhlas. We are all friends now. Yang akan terjadi, ya terjadilah *menatap lantai teras dengan tatapan nanar*

------------------------------

Lingkungan kontrakan? How is it? TOTALLY GREAT!
Yang bikin gue betah ya salah satunya ini, lingkungan di kontrakan gue tuh enak banget. Tetangganya pada ramah lah ya lumayan. Tapi yang paling penting...................... banyak anak kecil! ♥

Lagi lemes banget pulang dari kampus, terus mendadak ada suara-suara lembut yang menyapa:
"kak dewiiiii" sambil pasang muka polos dan senyum.

AAAAAAAAAAA IMUUUUUUUUT!

Rasa seneng karena disapa sama anak-anak kecil ini 1000x lebih gede daripada disapa cowok ganteng. Bener deh. Ampuh banget. Langsung seger. Gue ngerasa candu buat dipanggil "kak dewi ~". Candunya melebihi candu nasi padang yang biasanya sukses bikin gue mupeng selama pelajaran. Aih.

Dengan segala hal positif di kontrakan ini beserta penghuninya yang super lovable, gue makin enggan untuk pindah.

Tapi ada isu yang cukup bikin gempar, katanya kontrakan ini mau dijual...... #hening Sedih. Banget. Belom pasti sih. Tapi ada kemungkinannya.

We'll see later :|

Doain semoga kita ngga usah pindah kontrakan ya ~ Sekian. Sampai ketemu lagi.

*sebenernya mau nyeritain secara rinci tentang tiap penghuni kontrakan dan aktivitas-aktivitas bodoh kita yang entah bagaimana tetap menyenangkan. Tapi nanti postingan gue panjangnya bakalan bisa menyaingi skripsi. Jadi gue urungin niatnya. Kapan-kapan deh. Dalam bentuk novel mungkin? wkwk :p

Kamis, 29 November 2012

Lubang

Aku bisa merasakannya.
Lubang itu menganga lebar.
Siap menelan apapun untuk masuk ke dalamnya.

Hari demi hari, bersandiwara seakan semua berjalan mulus.
Dikelilingi sahabat yang luar biasa, keluarga penuh kehangatan, dan lingkungan yang selalu menerima kehadiran diri.
Tak ada yang lebih sempurna.
Apa?
Tentu masih ada.
Aku ini manusia. Dan adalah mustahil bagi spesies kami untuk mudah bersyukur dan puas akan apa yang kami punya kini.

Aku wanita, dan sudah cukup ranum untuk terjun dalam dunia itu...
Dunia impian yang selalu dipromosikan dalam cerita dan dongeng sebelum tidur untuk para anak kecil - atau lebih tepatnya cerita dewasa berkedok dongeng.
Pangeran dan putri. Beserta segala keindahan di dalamnya.
Dan cinta sejati.
Sounds like a miracle. Yet, now i know, it isn't that easy to get.

"Semua akan datang pada saatnya"
Aku pun melenggang dan yakin akan segala romantisme yang pasti datang.
Tahun pun silih berganti.
Segala sahabat datang dan menceritakan dongeng versi mereka.
Ada yang bahagia dan setia. Ada yang setia namun menderita. Ada yang tidak setia namun tetap bahagia.
Namun pasti ada satu titik jenuh, sehingga pada akhirnya mereka semua memutuskan berpisah.
Suka - pacaran - romantisme satu tahunan - jenuh - break - balikan - mesra - jenuh lagi - putus.
Siklus yang mengerikan.
Seperti lawakan. Atau mungkin rasa jenuh itu terencana sejak awal.

Aku pun masuk dalam fase pertanyaan:
"Sebenarnya pacaran itu manfaat nya apa?"
Aku diam dan mencari jawaban.
"Sepertinya memang tidak ada"
Aku pun lompat dalam kesimpulan, pacaran itu tidak ada gunanya.
Apa?
Bukan. Aku bukanlah penganut paham religi.
Aku belum masuk dunia itu.

Aku tetap melenggang pergi. Berlaku seakan kuat.
Namun aku lupa satu hal.
Lubang itu masih ada. Dan semakin menganga.

Beberapa lama bertahan pada kesimpulan "pacaran itu tidak ada gunanya"
Ya. Namun hati ini berkata lain.
"Hati ini masih memiliki lubang. Aku yakin ini karena kesendirianku"
Bukan. Aku bukannya tidak memiliki sahabat.
Bahkan mungkin satu negara pun tidak sanggup untuk menampung stok teman-temanku.
Namun ini kasus lain.
Aku butuh satu orang. Satu saja. Untuk menutupi lubang ini.
Pendamping. Partner in crime. Bukan pacar secara teori.
Mungkin lebih tepatnya, aku terlalu angkuh untuk mengakui bahwa "yea i do need boyfriend"

Dan pencarian pun berlangsung. Segera, aku tenggelam dalam fantasi dan kebahagiaan semu.
Tidak ada bedanya dengan para kaum hawa pemburu jodoh lainnya.
Kemana prinsip "Pacaran tidak ada gunanya"? Hilang mungkin digondol kucing.

Terus berlanjut hingga fase jenuh. Fase yang selalu ditemui semua kaum pecinta.
Aku pun tercenung.
Merenung dan menatap dari kejauhan.
Menatap semuanya dan diam.

Apa yang selama ini terjadi?
Aku tersenyum pada dia yang bahkan menoleh padaku pun jarang.
Aku tenggelam dalam euforia setiap ia menyapaku meskipun itu hanya sapaan formalitas.
Kelewat gembira setiap ada yang memberi perhatian lebih.
....... are you nuts?

Bagaimana lubangnya? Tetap menganga.

Segala romantisme yang disuguhkan di telenovela nampak seperti lelucon.
Kini aku yakinkan diri, aku lelah memasuki dunia dongeng itu.
Lelah. Dan aku pasrah pada lubang yang kian menggelap.
Kosong. Hampa.

Ada yang salah.

Apa benar lubang itu ada karena kesendirianku?
Mengapa wanita lain mudah mendapatkan pria idamannya, sedangkan aku? banting tulang plus daging pun hasilnya nihil.
Aku tidak buruk rupa, aku yakin itu.
Apa yang salah?

Pada satu ketika, aku bertemu seseorang.
Bukan. Bukan partner in crime yang aku idamkan. Atau pangeran berkuda dalam fantasi anak kecil.

Hanya seorang sahabat perempuan. Mungil dan manis.
Menamparku tanpa kata-kata.
Mengajakku mengingat apa bagian yang telah hilang dalam kalbu ini, yang kini meninggalkan lubang yang kian mengganas.
Menjelaskanku akan arti cinta sejati yang sesungguhnya.


Have you forgotten the one who wakes you up every morning?
The one who gives you oxygen to breathe?
The one who is always there to help you when no one else does?
The one who always give and teach you the true love?
The one who creates you?

Have you forgotten Allah?

................

now i know, i was wrong.
Aku tidak butuh manusia untuk menutupi lubang itu.
Karena mereka memang tak mampu. Tak mungkin mampu.
Bahkan layaknya HCl pekat, mereka hanya mampu memperlebar lubang itu.

Aku lalai. Melupakan pecinta abadi ku untuk mengejar cinta semu.
Wajar. Aku merasa hampa.
Bagaimana mungkin aku sampai hati, mencampakkan satu-satunya yang selalu ada dan mengabulkan setiap pintaku, hanya demi pria yang belum jelas kehalalannya untukku.

Apa?
Bukan. Aku bukanlah lah kaum yang berilmu agama tinggi.
Namun aku ingin masuk dunia itu. Pasti hangat.

Kini jawaban telah tergambar jelas.
Benar, hati ini memang kekurangan cinta.
Namun bukan dari sesama manusia.

Ya. Memang bukan hal yang mudah untuk mencintai sesuatu yang tak terlihat.
Tapi, "tidak mudah" itu bukanlah berarti "tidak bisa" kan?

Teori itu memang terdengar mudah.
Praktek?
Tentu sulit jika tidak meminta pertolongan-Nya.

Apa? Sekarang hatiku sudah suci? Terlindung dari segala godaan pria tampan yang menggiurkan? Tentu tidak.
Selama setan masih berkeliaran di muka bumi, akan selalu ada kesempatanku untuk berbelok.
Dan mata ini sayangnya memang di desain untuk nakal.
Perjalananku menuju "cinta sejati" masih panjang.

Dan kini pertarunganku dimulai. Kalau kamu? Kapan mau mulai?

---------------------------------------------------------------------

        "Fraya" suara berat yang khas itu mendadak menyeruak masuk ke kamarku - well, lebih tepatnya kamar kami. Menyadarkanku dari  lamunan dan senyuman panjang. Mengalihkanku dari netbook kesayanganku. "Masih sibuk mengurusi blog mu?" tanyanya lembut sembari duduk di sisi kasur. Aku tersenyum ringan. Kuamati lagi pria yang kini ada di hadapanku. Pria yang telah halal untukku, pria pilihan Allah. Tak pernah henti aku bersyukur. "Hey" ucapnya lagi dan menjentikkan jarinya serta tak absen untuk menyengir. "Mukamu plongo sekali, Fray. Nanti malaikat takut loh lihat muka kamu" ledeknya. "Malaikat hanya takut sama Allah, mas" balasku sok serius. Dan dia membalasnya dengan tertawa puas kemudian mengelus kepalaku.

        "Ada yang seru di blog?" tanyanya lagi, kembali pada fokus semula. "Hem. Tidak. Hanya memori dan postingan lamaku, tapi seru. Banyak yang komen tentang pengalaman mereka masing-masing. Padahal kan aku ngga nanya :p huehehe" jawabku bercanda. "Sok banget ya istriku yang satu ini" dia pun melirik ke arah jam dinding hijau muda yang tergantung di dinding kamar. "Hem saatnya bercakap-cakap dengan Allah. Ayo wudhu, Fraya" ucapnya sambil tersenyum dan segera kami beranjak pergi bersama.





Minggu, 11 November 2012

Tumpah

Iya, banyak yang mau gue tumpahin di blog ini.
Sampahnya udah menggunung, saatnya dibuang :|

1. Malem Keramat

Malem keramat itu semacam promnite, eh engga, terlalu kece kalo dibilang promnite. Mmm semacam perpisahan kakak kelas yang mau lulus plus pembauran angkatan kali yah. Apa? Engga. Gue gabakal cerita tentang kegiatannya secara rinci, gue agak ngerasa tersiksa soalnya di acara ini -_- gue terzalimi. gue dipaksa dandan sama temen gue, dan gue selalu mau nangis tiap liat muka gue yang abis dikasih make up -_- kayak badut. Oke, skip. 

Yang mau gue garisbawahi di sini adalah penampilan angkatan ITP 46. Fyi, gue itu ITP 48, jadi yah ITP 46 ini kakak-kakak yang mau lulus gitu lah. Penampilan mereka itu........... asdfghjkl. Bikin bencana alam. Bikin banjir! Gue ga banjir di luar, tapi di dalem. Pengen nangis sebenernya, tapi apa mau dikata ini make up feses kuda (apalah itu namanya yang buat bulu mata, gue lupa -_-) membuat air mata ga bebas keluar. Kebayang dong kalo ada aer mata ngalir, entar mata gue meleber item gitu kayak anak emo. Hina kuadrat banget gue.

Kenapa bikin banjir? Pokoknya mereka itu nayangin video plus foto-foto mereka selama ini bareng-bareng 4 tahun. Sedih parah loh. Sungguh (at least, bagi gue). Soalnya gue ngebayangin kalau gue di posisi mereka, udah 4 taun bareng, dan nanti bakal pisah lagi nempuh jalan masing-masing. Sedih loh. Mellow banget gue malem itu, melempem kayak kerupuk basi. Nah, itu dia yang mau gue tumpahin. Ini tahun kedua gue di kampus. kira-kira gue bakal di posisi kakak-kakak itu 2 tahun lagi. I do hate farewell. Unfortunately, it can't be denied. will always happen. always. 

Terlalu dini untuk galau perpisahan? well, time flies faster than you thought, dude.

2. Harapan?

"Sesungguhnya bila berharap pada manusia, kamu hanya akan menemukan kekecewaan. Namun bila berharap pada Allah, kamu tidak akan pernah kecewa"

Sayangnya, gue belom bisa dengan cerdas membedakan, sebenernya selama ini gue berharap pada Allah atau manusia. Dan sejatinya, cara seperti apa yang bisa memurnikan hati kita dari berharap pada manusia? Bukankah perempuan itu ditakdirkan sebagai makhluk pasrah yang penuh harapan? Hm. Khayalan mungkin lebih tepat. Pfff. Pfff banget.
---------------------------

Nah. Udah selese buang sampahnya.
Semoga makin bersih dan cantik ini hati.
Hm. Ada sisa sedikit sih sampahnya, tapi disimpen dulu deh, siapatau bisa didaur ulang :3

Then what's next?
Go get your tasks, dude! Don't let them being played by those spiders in the corner of your room. They do need your love. Seriously.

AH! Ohiya bagi temen-temen yang masih aja bilang "cacat banget sih lo wi", kalian salah.
Gue bukan cacat, gue cuma sedang menunggu sesosok imam yang kelak bisa memperbaiki dan mengubah kekeliruan diri gue ini #aih HAHAHAHAHAHA

Tingkat kesampahan : 10 of 10. #tepuktangan

Stop -_- that's all. As usual, goodbye fellas! And also you, my future husband! #tetep #ininamanyasikap :p 

Senin, 03 September 2012

Yang muda yang berprestasi

Assalamu'alaykum :3

Halo. Lama tak jumpa, masih hidup kan teman-teman? O:)

Pada malam yg random ini, gue dan temen sekontrakan iseng nge-search beasiswa di web kemahasiswaan. Niat awalnya sih baik...... akhirnya juga baik kok #senyumpenuharti

Setelah beberapa kali bolak balik scroll down scroll up, kita ngeliatin daftar orang-orang yang ikut pelatihan entrepreneurship gitu.

screenshoot web nya :3


zoom

Terus mendadak mata gue stuck di nama anak nomer satu.

D: Eh tahun lahirnya 1999? Muda banget. Eh muda ga sih?
R + G: hah? mana? (ngeliatin)
G: Ehiya ya muda lhoo
R: Salah cetak kali itu yaa
D: (masih mikir kalo mungkin aja si anak 1999 ini ikut kelas akselerasi berkali-kali sampe mabok)

Setelah termenung dan terpesona beberapa saat dengan si anak kelahiran 1999, mata gue kembali bersarang di satu nama. Anak nomer sebelas.



Tanggal lahirnya : 6 Mei 2012 

D: ..................................................................................

Subhanallah.
Gue gatau ini anak titisan apa. Umur baru mau 4 bulan tapi udah memikirkan masa depan mau jd entrepreneurship. Anak arsitek lanskap pula. Di saat bayi-bayi lain masih corat-coret asal di kertas putih tak berdosa, eh dia udah merancang bangunan dan lain-lain. Terharu dan bangga :")

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH

-------------------------------

Astaghfirullah.
Maaf ya, kita tau kok ngedata itu capek. Khilaf dalam pengetikan itu wajar, maaf yaaa.
Tapi makasih udah bikin 3 makhluk cibanteng larut dalam kebahagiaan selama bermenit-menit di tengah malam. Perut kita sakit banget. Makasih sekali lagi.

Mohon maaf dan undur diri.

Akhir kata,

Yang muda (bahkan bayi) yang berprestasi! (ง'̀⌣'́)ง

HAHAHAHAHAHAHAH

#kabur

Rabu, 22 Agustus 2012

Aidil ♥

Bukan. Aidil itu bukan nama om-om yang secara random gue temui di jalan trus ajak kenalan kok (lagian kapan juga gue ketemu om-om? -_-)

AH! LUPAAAAAA!!!!!

Assalamu'alaykum akhi ukhti! :3 huahahaha *dilempar ketupat*

Cie dompet pada penuh nih pasca lebaran
Cie anak kosan/kontrakan/asrama pada perbaikan gizi
Cie liburan udah abis
...........
*garuk tanah*

Lupakan. Kali ini gue mau cerita tentang aidil ♥

Awal mula perjumpaan kita adalah, pas gue berangkat mudik. Fffuu.
Aidil nih ganteng bangeeeeeeet, manis pula kayak sirup marjan. Kita ketemu pas kebetulan sebelahan di pesawat. Trus dia senyum-senyum mulu ke arah gue. Huaaaaaaaaaaah. Manisnya over-load! Sebenernya pengen langsung gue ajak Aidil ke KUA, tapi berhubung pesawatnya udah terlanjur jalan, jadi ya gue redam hasrat ini :B

Audience : PINGUIN MENEL MENDING DIBUANG AJA KE KUTUB! Щ(ºДºщ) *buang dewi*

-_-
Stop ah cacatnya. Gue mau anggun! ....... tapi nanti aja kalo udah nemu calon suami #kode

Back to aidil.
Gimana caranya gue bisa ketemu aidil? Cekidot

--------------

18 Agustus 2012

Gue sekeluarga (emak, bapak, bang ricky, pinguin terimut se-dramaga) capcus ke padang naik pesawat lion air. Nah tempat duduk yang ada tuh kepisah, harus berdua-berdua. Sebagai anak yang baik, gue membiarkan orangtua gue duduk berduaan, yah itung-itung honeymoon di usia tua. Nah, gue juga honeymoon deh berduaan sama bang ricky :3 #salah

Tempat duduknya teh 3 berderet gitu, jadi udah pasti ada satu orang asing di samping kita. Gue ambil tempat deket jendela supaya ga deket orang asing. Takutnya orang asingnya cowok, entar malah gue godain. Kan kasian dia #eh Kagak lah, amit-amit hahah -_-

Bang ricky sama gue sepakat, kalo org ketiga itu cewek, gue pindah. Kalo cowok, berarti gue tetep di deket jendela. Setelah tebak-tebakan siapa yang bakal nempatin tuh kursi, akhirnya muncul juga yang dinanti-nanti. Perempuan yang sudah cukup dewasa ternyata, atau istilah kerennya perempuan tua. Berhubung udah tua juga (ibu-ibu), bang ricky ga pindah deh. Tadi kan alasannya tentang ga muhrim doang makanya mau pindah #ceilah

Audience : TRUS AIDILNYA MANA? KAPAN KETEMU COWOK GANTENGNYA KALO DI SAMPING LO MALAH IBU-IBU?! Щ(ºДºщ)

... sabar sih. marah-marah aje. pasti THR nya ga lancar nih ._.

NAH! Ibu itu bawa bayi super ekstra imut sejagat raya! Yang notabene ternyata itu cucunya. Namanya Aidil! ♥ Itulah awal mula, perjalanan pesawat yang panjang namun indah.

Audience : ........................ jadi aidil itu bayi?
Gue : *angguk-angguk* :D
Audience : ................................................................... *lempar bom*

Ya. Pokoknya intinya aidil nih cucu ibu itu - ibu Yuli. Fyi, Aidil berumur 9 bulan. Si aidil ini ............... asdfghjkl. IMUT BANGET! Mukanya udah cakep, plus dia murah senyum (obral bahkan, edisi lebaran mungkin), dan senyumnya errrrrrrrrrrhhhh banget ♥ #pedofildetected Doi pasti kece kalo jadi bayi-bayi buat iklan susu. Kalah para bayi semua kalah!

Ibu Yuli nya super ramah loh. Dia pulang ke bukit tinggi juga ternyata, sama kayak gue. Tapi gatau deh dimananya, dia ngejelasin tapi gue nya cengo. ya maklmum lah ya, terakhir kali ke bukit tinggi teh pas TK -_- Doi sama anaknya yang cewek. Kita ngobrol ngalur ngidul, tentang almarhum suaminya, tentang anaknya, kerjaan menantunya, kampungnya, dan lain-lain. Plus sekalian promosi kalo menantunya jualan kerudung di mall cikarang, nama tokonya az zahra, dan itu singkatan dari nama cucu ceweknya (gue lupa siapa, kakak aidil pokoknya). Penting banget kan obrolannya? Oh jelas. Semakin lama, obrolan pun semakin ngelantur...

Ibu Yuli : Y
Bang Ricky : R
Dewi : D

Y: Ohiya kalian (gue dan bang ricky) udah berapa lama berumah tangga? :)
R dan D: ...... *cengo beberapa detik* *kemudian ngakak sejadi-jadinya*
Y: *agak bingung* *tapi masih senyum*
D: Apa bu? Maaf? Kenapa? Tadi nanya apa? *nahan ketawa*
Y: Udah berapa lama kalian berumah tangga? :)
D: *lanjut ketawa lagi*
Y: Ooooh, belom ya? belom nikah ya? :)
R dan D : *makin sakit perut*
D: Engga bu, salah. Kita ini kakak-adik kandung HAHAHAHAHA. Kita sama orangtua juga kok, itu di kursi seberang.
Y: Ohhhh hehehe


HAHAHAHAHAHASEM. Itu lawak kuadrat. Gue? Bang ricky? Berumah tangga? Yassalam. Naudzubilahimindzalik. AHAHAH.


Cuma ada 2 kemungkinan mengapa ibu Yuli bisa berpikir kita pasangan yg udah berumah tangga :
1. Kita terlihat seperti pasangan muda yang bahagia; atau
2. Muka kita berdua sudah cukup (atau sangat) tua untuk diasumsikan sebagai pasangan yang telah menikah #inisedih

--------------------

Perjalanan sangat indah karena ada aidil dan bu Yuli di kursi samping. Gue jadi agak bisa menyingkirkan problem sakit kuping gue sementara. Pokoknya, aidil aicitelu deh :3 

Setelah pesawat landing, gue buru-buru nyalain HP supaya bisa foto si cowok ganteng ini. Eh, pas lagi ambil koper, ketemu lagi sama bu yuli dan aidil, trus foto-foto lagi dah ahahah Sayangnya, foto gue mukanya jelek ah, jadinya ga gue masukin. Foto-foto aidilnya aja yang di publish, biar pada ga sakit mata. Yuk saksikan foto si aa aidil.

 Ibu Yuli dan Aidil ♥ ♥ ♥

 imut banget ini padahal, sayang nge blur :(







Oh! Lupa bilang, aidil ini suka ngemut dan gigit segala macam hal.
Masa pertumbuhan gigi sepertinya. Hm.


What a long yet nice trip! Semoga kita berjodoh dan jumpa lagi aidil! :")



 

Sabtu, 04 Agustus 2012

Percakapan kecil

Assalamu'alaykum akhi uhkti! :3 (efek abis baca artikel islam)

Mau sedikit cerita kejadian pas tarawih beberapa hari yang lalu nih.
Selese tarawih ada ceramah dulu tuh sebelum lanjut witir. Kayaknya semua mesjid kayak gini kan ya? Nah pas selang lagi ceramah, mendadak gue kedatengan pasukan mini (read: adek-adek kecil gue tercinta). Dengan senyuman sumringah mereka nyamperin gue dan mendadak gue jd ketua geng segerombolan pasukan mini. Spontan, orang-orang dewasanya pada ngelirik tajem ke arah gue gitu, soalnya kita berisik -_-

R: Wi, bukannya dengerin ceramah, malah ngajak anak-anak ngobrol. ckck
G: (dalem hati) mereka yg ngajak ngobroool Щ(ºДºщ)

Skip. Lanjut ke percakapan internal geng.

G: (mentap curiga ke arah mereka yg ga pake mukena) ngga solat ya kalian?
All: Solat kok! Isya hehe :D
G: -_-

Terus ngobrol ngga jelas. Tapi seengga jelasnya obrolan mereka pun, gue tetep seneng. Gue suka (banget) anak kecil apa adanya sih. Mereka polos dan tentunya lebih jujur bersikap dari orang dewasa. Intinya 4q c1nt4 4n4k k3c1l cl4lu cl4m4ny4h #kemudianhening #dansemuamenjauh

Mendadak kita ngegosip. Eh, fakta sih.

G: Lho kalian kok segini aja? Mana pasukan yg lain?
X: Oh, 3 orang lain lagi keluar tuh kak jajan sambil ngecengin dositeng!
G: Ha?
Y: Haha Dositeng. Iya kak iya kak! jangan bilang siapa-siapa tapi yaaa.
G: Eh ada apaan?
Z: Itu tuh, si A,B,dan C lagi suka salah satu cowok kak! Nama julukannya dositeng.
X: Kak dewi juga kenal kok!
G: Ah iya? Serius? (mendadak antusias) Eh btw, dositeng apaan?
All: (sambil cekikikan) Dositeng itu Dower, Sipit, Ganteng kak!!! :D
G: ...................................

BUAHAHAHAHAHAHA. Njir, epic fail banget!

G: (nahan ketawa, soalnya tatapan tajam para jamaah semakin menusuk) ih ih kok jahat sih, kok dower? hahahah
Z: Iya sih, abis bibirnya dower tau kak. Mau gimana lagi.
G: sadis -_-

Trus gue lanjut cerita tentang si dositeng lebih jauh bersama anak-anak itu. Dan ga akan gue bahas di sini tentunya. Yang mau gue garisbawahi adalah..... Dositeng = dower, sipit, ganteng??? DAFUQ! LOL!

Cute girls ♥ Fase seumur mereka emang lagi  heboh-hebohnya ngalamin  cinta monyet, orang utan, gorila, atau keluarganya yg lain. Yang bikin gue geleng kepala mah cuma nama julukan cowoknya itu. Aduh! Dower, sipit, ganteng? Mereka sebenernya lagi muji apa ngina? Apa dua-duanya? -_-

Yaudah ga penting, yang penting gue sayang sama semua adek-adek gue itu! ♥ Fyi, gue kira gue bakal dilupain loh lantaran udah jarang di depok, kan gue jadi anak gaul hutan di bogor sekarang :/ Ternyata engga :")

All in all, i love little boys and little girls the most! ♥

Foto DARRT (exclude rima)

Kalo gasalah gue pernah janji mau masukin foto tentang liburan DARRT . Berhubung gue hamba Allah yg budiman, gue posting fotonya sekarang deh. Siapin kacamata 3D yak supaya lebih berasa sensasinya.

Sesi foto di mobil



 note : si gajah kerudung ungu muda (Ajeng) yg sedang menjabat sebagai supir, masih sempet foto pose ngadep belakang. Entah hebat atau celaka -_-


 ....... mukanya dijaga


Di Arena jajahan (ice skating)


 



Di tempat pelampiasan perut (SS)


..... tolong jangan klik kanan trus pilih save image as ya #pedetingkatsampah

Efek komplikasi seperti mimpi buruk atau mual-mual berkelanjutan setelah melihat foto-foto ini tidak ditanggung penulis. Wassalam.

Kamis, 02 Agustus 2012

Islam? Muslim?

"Lalu mengapa agama Islam yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina, dan menghinakan dirinya sendiri?"

"Islam tidak sama dengan muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi, juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka"

"Jadi maksud ustad, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan islam secara sempurna?!"

"Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat"

--------------------------
Percakapan antara Felix Siauw (mualaf) dengan seorang ustad muda. Kini beliau adalah islamic inspirator.

Gue merinding disko pas baca cerita beliau. Awalnya beliau ga percaya kalau ada agama yang benar sampai akhirnya doi menemukan islam dan mendapat keyakinan untuk menganut islam. Merinding sambil ngerasa diri sendiri hina. Trus, kepikiran sama sikap muslim-muslim jaman sekarang ..........Wait, ngga usah orang lain deh, gue liat cermin aja udah malu banget.

"Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing. Maka beruntunglah orang-orang asing" - [HR Muslim]

Sekilas Simon


Halo. Sekilas info aja. Simon santoso kalah lawan Lee Chong Wei. Set pertamanya 21-12. Set kedua 21-8. Hiks sejuta kali.

Tenang, simon masih kece kok bagi gue.
Ehtapi gue agak shock, denger suara simon untuk pertamakalinya di siaran TVRI. Entah kenapa, suaranya ga seperti di bayangan gue. Agak mengecewakan sedikit, kurang wibawa gimana gitu ahahahah (bacot, kayak suara gue bagus aja -_-)

Tapi tetep kok gue setia ♥
Lupa sejak kapan, tapi mata gue udah terlanjur stuck di muka super flat tapi kecenya simon, jadi ga bisa pindah ke lain hati :3

Audience: wait, simon ini pemain bulutangkis apa model? LIAT PERMAINANNYA WOY BUKAN MUKA WI! Щ(ºДºщ)

..........
Engga ding becanda. Waktu itu gue suka sama permainannya dulu kok, suer. Baru deh ngelirik ke muka :3 #tetep Tapi gue suka kasian sama atlet bulutangkis. Foto candid nya banyak banget yang fail gitu sih. Sadis fotografernya -_-

Sekian. Salam simon! #eh Salam olahraga!

Minggu, 29 Juli 2012

Out Of The Blue

I was enjoying my food as well while i accidentally listened that drama's ad on one of TV station.

"Perempuan boleh menyatakan perasaannya duluan, selama mereka tetap bisa menjaga harga diri mereka" - Dude Herlino

"Dan Siti Khadijah lah yang pertama kali tertarik untuk menjadikan Rasulullah sebagai pasangan hidup" - Meyda Safira

(Dude Herlino and Meyda Safira's sentences in "Dalam Mihrab Cinta" drama)

I was stunned.
Right a sec after that, i smiled.
"Ooowww okey. Such a good news then" said me then grinned happily. Grinned like a hungry lion. HAHAHAHA #slapped

-------------------------

Anyway, i'll try to love myself from now on. Hopefully i'd do well so that I could live happily and gratefully with myself, not like what i did before.

Change takes time and awareness. Surely.

Selasa, 24 Juli 2012

Ariel bebas?


OMG OMG OMG OMG OMG ARIEL UDAH BEBAS DARI PENJARA KYAAA *loncat histeris kayak ababil bareng pocong-pocong di ujung gang*

Yakali. Jadi horor -_-

Engga kok. Gue bukan fans Ariel, tenang aja. Tapi gue emang suka bandnya sih. Fyi, gue lebih suka Uki daripada Ariel :3 #gapenting

Gue ngerasa fenomena bebasnya Ariel ini lucu banget.
Pas awal kasusnya terangkat, pada ngehina, pada caci maki. Heboh banget. Pada seneng Ariel masuk penjara.
Sekarang, Ariel bebas penjara, eh pada nungguin, pada menanti-nanti kepulangannya sampe ada yang rela nunggu di depan penjara.
 
Presenter: "Bahkan ada yang sampe rela jual bpkb motor supaya bisa dateng ke sini dan nyambut bebasnya ariel. Ada juga yang udah nginep di depan penjara dan nungguin dari 4 hari sebelum keluarnya Ariel"

Gue: (mangap, shock, terbang)
 
Yaudahlah gapenting.
Gue ga akan komentar terlalu panjang dan mendalam.
Cuma 2 macam aja buat Ariel:

1. Tolong segera lindungi segenap lagu peterpan. Lindungi mereka dari serangan Momo Geisha! Jangan biarkan si momo meng-cover lebih banyak lagi lagu peterpan. SELAMATKAN MEREKA! Щ(ºДºщ)

Agak lebay.
Sebagai peminat musik peterpan sejak SD, gue agak kesel lagu "cobalah mengerti" nya mereka yang pop asik cool ala anak band mendadak disulap jadi lagu super galau ala penyanyi solo yang lumayan kece buat dijadiin lagu pengganti "nina bobo". Tolong. Selamatkan lagu-lagu tak bersalah itu. Tolong :"(

Mungkin emang lagunya jadi elegan. tapi gue pribadi ga suka. sangat.

2. Tolong kasih band lo nama secepatnya. Tolong.

Pernah di suatu acara musik beberapa waktu yang lalu...

Host: Berikutnya sebuah band tanpa nama akan menyajikan sajian musik instrumental yang tentunya akan sangat luar biasa! (mempersilakan anak-anak peterpan masuk)
Uki, dkk : (Muncul, mulai maenin alat musik dan beraksi)

...........
Band tanpa nama?
Sedih ngga sih dengernya?

------------------------------------------------------

Sekian aja permintaan tolongnya.
Wassalam.


Minggu, 22 Juli 2012

Kill this 'pet' please

Gue punya peliharaan yang agak (sangat) merepotkan.
Ini peliharaan udah bareng sama gue cukup lama, sejak SMP kalo gasalah.
Sebenernya ngga pernah ada niat buat melihara doi, tapi dia nyamperin mendadak.
Sebenernya nyaman banget sih sama peliharaan yang satu ini. Terlalu nyaman malah, jatohnya jadi terlalu ngemanjain ini peliharaan, ngelunjak deh -_-
Gatau kenapa susah banget pisahnya.
Tapi harus! Karena peliharaan ini lumayan menghambat aktifitas dan bikin ga produktif.
Gimana engga? Gue jadi cenderung ngeladenin peliharaan gue ini mulu.
Kadang-kadang gue berhasil menghindar, tapi ga pernah lebih dari sehari.
Besoknya dateng lagi, nyamperin dan gangguin lagi.
Gue tau cara ngusirnya. Ya. Cuma tau teorinya, tapi gapernah berhasil kalo dipraktekin.
Lengket banget sama gue, udah berasa pacaran.
Peliharaan gue ini sakti banget kayak jin aladin, gabisa diusir.
Ngehindar sehari sih bisa, tapi doi akan tetep neror dan balik lagi. Pasti.

Gue udah capek. Gue ngga minat buat ngusir lagi. Gue mau bunuh dia aja. Tolong bantu gue buat bunuh peliharaan ini. Udah ngga sanggup *lambai-lambai ke kamera*

Ada yang tau cara bunuh paling efektif? Tell me.


...
Oh lupa bilang. Mayoritas, semua orang juga punya peliharaan ini kok. Dan semua sama aja kewalahannya kayak gue. Orang-orang biasa memanggil peliharaan ini dengan nama 'kemalasan'.

Mungkin lo juga punya peliharaan ini? Pengen bunuh juga? Yuk bareng.

But, how?

Rabu, 18 Juli 2012

DARRT ♥

Akhirnya setelah rencana hari senin kandas, rabu ini DARRT (gue, rima, ajeng, cece, tara) ngga galau lagi dan jadi jalan! Walau hari ini fix jalan, bukan berarti kita tau mau kemana. Karena kita sangat buruk dalam perencanaan.

---------------------------

(Selasa malam) 
Tara : "udah wi, sms in ke semuanya, kumpul jam 8 pagi di rumah ajeng. Nanti di rumah ajeng baru mikir mau kemana"

Gue : (baca sms, melotot, ketawa ngeledek)

4 tahun sudah pertemanan kita bung. 4 tahun! EM-PAT-TA-HUN!!! Щ(ºДºщ) Gue udah tau busuk-busuknya mereka. Ngumpul? Jam 8 pagi? HAH! Jangan bercanda! Hobinya bangun siang sama ngaret aja belagu nih si tara -_- 

Akhirnya dengan segala pertimbangan dan keputusan, gue pun membalas sebijak mungkin :

Gue : "jam 8? lo yakin? jam 9 aja deh"
Tara : "Jangan wi, bilang jam 8 aja. Lo tau sendiri kan kita kalo mikir lelet. Nanti pasti lama mikirnya di rumah ajeng."

.....
Setelah gue pertimbangkan ulang, tara ada benernya. Kita emang loadingnya kelewat maha dahsyat. Bisa-bisa, siang baru jalan kalo kelamaan ngumpulnya. Rencana awal fix. Jam 8 pagi.

Rabu 18 Juli 2012

Pagi-pagi nerima sms yang kurang sedap

Rima : "keluarga, maaf ya ga bisa ikut jalan hari ini. Badan lagi ga enak"

.........................................

Yah patah hati satu kali
Tapi rencana tetep lanjut. Ga ada lagi toleransi penundaan jalan-jalan. Gue dan yang lain udah capek digantungin dari hari senin

Agak ngaco, tapi yaudah.

------------

Gue, cece, tara kebetulan banget dateng berbarengan gitu, ketemu di depan gang rumah Ajeng. Kita bertiga nyampe jam 8.30. Pfff. Ngaret aja bareng. Jodoh parah. Nyampe di rumah ajeng, ternyata si gajah belom mandi. Bagus. Makin lama aja.

Setelah lama banget basa-basinya, akhirnya masuk ke topik utama.
"Kita mau kemana?"
Setelah perdebatan yang tidak terlalu panjang, akhirnya diputuskan :
Lokasi : Mall Taman Anggrek
Tempat jajahan : Arena ice skating

Sebenernya gue ragu, soalnya gue belom pernah dan gue (selalu) takut jatoh. Tapi karena kayaknya seru, jadinya ngikut aja #lagijinak.

Transportasi : ?

Awalnya mau sok jadi pendekar, naik transjakarta. Terus labil, cece nyaranin naik mobil aja karena ajeng udah bisa ngendarain. Tapi galau lagi mobil siapa yang mau dicuri. Setelah menggeser otak beberapa senti, akhirnya nemuin ide buat ngambil mobil tara. Tapi untuk keseratus kalinya, galau lagi. si ajeng takut macet, takut capek bawa mobil. Akhirnya...

Transportasi : Transjakarta

Naik dari harmoni. Nunggu lama banget. Lama badai. Lama topan. Lama tsunami. Lama parrrrrrrrrrrrrah.

Di tengah kejenuhan penantian, makhluk yang labilnya udah kronis stadium 4 - si cece pun mengatakan :
"iiih ajeng, bawa mobil aja deh yuk mendingan. Lebih gampang"

A: Yah iya, siapa tadi yang nyuruh naik transjakarta?
T: TADI KAN KATA LO TAKUT MACET -_-
A: Ah hem iya yah hehe emang mobil lo apa tar? (Muka intermediet antara polos dan plongo)
T: Avanza matic kok jeeeng
A: Ah! Kalo itu mah ga capek kalo macet juga hehehe Tapi tau lewat mana?
T: (menjelaskan jalan sekilas dengan nada meyakinkan)
C: (membujuk rayu agar mau bawa mobil)
G: (diem aja. buta arah soalnya)

Setelah lama banget menuh-menuhin halte busway, kita akhirnya naik transjakarta yang ke pasar rebo. Mau ke rumah tara. Balik lagi men. KE ARAH KITA PERGI TADI! BALIK LAGI! -_-

SIA-SIA DUIT BUAT BUSWAY SAMA ANGKOT KE SHELTER. SIA-SIA! Щ(ºДºщ) #gigittiketbusway

Busway = Rp 3500 = rute dari harmoni ke pasar rebo (yang notabene 5 menit nyampe) = bego

Intinya, kita buang-buang waktu sama duit. Semuanya karena perencanaan yang belom mateng tapi udah ditelen aje -_-

Fix planning : Ke TA naik mobil

------------------------------------

11.00-an
Tol macet parah ternyata bung. Dunia kejam.
Ngga ada yang istimewa awalnya, palingan foto di dalem mobil. Awalnya sih fotonya normal, yang motret itu yang duduk di bangku depan (Tara), jadinya kan ajeng gampang ngikut fotonya. Eh berikutnya mulai melenceng lagi otak kita. Yang megang kameranya si cece sama gue yang duduk di bangku tengah. Alhasil si ajeng mesti nengok ke belakang buat foto. Fyi, ajeng itu lagi jadi supir. La-gi-ja-di-su-pir-dan-dia-ma-lah-fo-to-ne-ngok-ke-be-la-kang -_-

Jadinya, si ajeng kadang suka telat maju padahal mobil di depannya udah maju agak jauh -_- Oknum-oknum kayak gini nih yang bikin macet + meningkatkan presentase kecelakaan serta meresahkan warga -_- Ampun bundo.

Mau masuk ke tempat bayar tol, rame lah lumayan.
Udah deket satu jalur yang mau masuk ke tempat bayarannya, mobil kita beradu sama satu mobil di sebelah kanan yang juga mau masuk ke jalur kita. Harusnya sih, mobil yang sebelah kita itu yang masuk duluan.

A: Woy, itu yang nyupir di sebelah cowok apa cewek?
C: Cowok jeng
A: (nengok) oh masih muda ya?
G: Iya jeng, kenapa? Mau digodain? -_-
A: woy semuanya, liatin dia cepet liatin
G,C,T: (bingung, ketawa) hahahaha gila lo jeng
A: (beraksi. melempar senyum bidadari ke si mas-mas yang ngendarain mobil di sebelah)
G: (shock) HUAHAHAHAH lo senyumin beneran jeng? Itu si mas-masnya nyengir coba! ngeliatin lo terus HAHAHAHASTAGA
T&C: (ketawa kesetanan dan shock sesyoking soda)
A: Emang gitu triknya wi (nyengir)

Tadinya gue belom ngerti. Trik buat apa?
DAN OH! Ternyata trik supaya kita diizinin lewat jalur itu duluan dari si cowok. Dan si cowok pun ngalah ngasih kita lewat duluan. 

Tara: Jadi cewek emang kadang butuh trik kayak gini wi #pasangmukabijak

OMG WANITA! HAHAHAHAH Gue masih polos plis jangan racunin gue -_-

Uh-oh! Keluar dari tempat bayar tol, tetep macet. Dan uh-oh lagi! Mobil cowok tadi sekarang tepat sebelahan lagi sama kita ~

G: Mampus lo jeng! Diliatin lagi entar sama mas-masnya. Mampus hahahah
C: (ketawa super bahagia)
T: Itu supir apa gimana ya? Hayolo ajeng diliatin
A: (nengok ngeliat mas-masnya) Ah jelek ah #jahat
G,C,T : (ketawanya semakin tidak manusawi)

Berhubung si mas-mas sejajarnya sama tara dan ajeng, gue bisa aman mengintai tatapan mas-masnya. Kepo bos. Dan ternyata? Dia ngeliatin ajeng bro! HAHAHAH. Gatau ngeliatin ajeng, atau ngeliatin mobil . Tapi tatapannya lama banget bos dan berulang kali. Mukanya datar tapi. Ngeri.

Dan kita? Ketawa tanpa berhenti. Gue ngetawain ajeng lebih tepatnya.

G: (masih terus mengintai si mas-mas sambil terus ketawa)
Mas-mas : (mendadak ngeluarin pistol terus dimasukin lagi)
G: (shock) PISTOL! Gilaaaaa! Pistol men pistol! (histeris, nunjuk ke si mas-mas)
C,T,A : Hanjir parah banget. Serem gila pistol!
G: (masih shock)
C: Buat nembak hati lo jeng kayaknya
C,G,T : (Ketawa ngakak lagi)
T: Mungkin ngga sih itu supir?
G: Bawa pistol tar, masa iya supir
A: Mungkin aja wi
C: Ah itu ngeluarin pistol buat pamer doang noh
T: Iya iya kayaknya gitu
G: Jangan-jangan maenan -_-

Gue agak ga setuju sama cece. Pamer? Pistol? Kagum engga, kabur iya itu mah -_-
Yaudahlahya. Jalanan udah lumayan lancar. Kita udah terpisah dari mas-mas mafia tadi. Kita pun move on dan ngelupain doi. Lanjut ke tempat jajahan.

-------------------------------

14.00

Nyampe TA. Sholat dulu. Beli cemilan. Capcus ke target.
Banyak banget anak kecil super jago yang main ice skating. Tingkat percaya diri gue mendadak jadi minus. Gila lo. Cupu parah gue kalah sama anak kecil. Sedih hidup lo wi.

Ada yang main ice skating sambil kayak muter nari balet gitu :3 Ada pelatihnya, pelatihnya juga keren gitu :3 #salah

Gue doang yang baru pertama kali main. Ajeng, Tara, Cece, udah agak bisa. Sial. Gue grogi setengah mati dan takut banget.

Lamaaa banget akhirnya baru berani coba ke tengah sambil dituntun cece yang paling pro di antara kita berempat. Mainnya masih kayak pengantin abis disunat gitu, ngangkang banget kakinya akibat belom bisa ngendaliin kaki yang kebawa arus licinnya es -_- Setelah bisa ngendaliin kaki supaya rapat, gue agak bisa sedikit. Tapi jalan masih kayak robot dan belom bisa ditinggalin cece. Setelah berlatih sedikit, cece percaya gue udah bisa dan perlahan ninggalin gue. Gue pun memulai langkah awal gue buat ke tengah, dan....

G: (main dengan tingkat kepedean = 6 of 10) (mendadak ga seimbang, panik, cari pegangan, cece ngga ada! panik dan stres tingkat tyranosaurus yang dipaksa jadi vegetarian!!)

Gue pun dengan kalapnya menggapai pegangan di pinggir arena, berhubung masih agak dekat. Tapi sayangnya gue salah tempat dan timingnya ngga pas. (Fyi, es yang di tempat pegangan itu lebih licin loh malah daripada es yang di tengah arena)
Gue yang kalap dan hilang keseimbangan pun dengan seenak jidatnya, mendadak jadi hijab antara cewek cowok yang lagi pacaran!!! ASTAGA! GUE MENGGAPAI PEGANGAN YANG TERLETAK DI ANTARA PASANGAN SEJOLI!

Terus karena licin gitu, badan gue condong ngegeser ke arah cowoknya.  Badan gue otomatis geser gitu karena keikut arus sepatunya yang mendadak liar dan ngga bisa gue kendaliin. Panik parah. Susah banget ngehentiin kakinya! Serius! Ngga bohong! Ngga modus!!! :"""""""( Itu gue nyaris tubrukan (atau emang udah) sama cowoknya coba -_-

Kenapa mesti ke cowok sih??? Kenapa ini sepatu gesernya ngga  ke arah ceweknya aja biar malunya berkurang dikit!!! Щ(ºДºщ)

DAMN YOU, SEPATU ICE SKATING MENEL!!! Щ(ºДºщ)

Malu banget parrrrrrrrrrrrrah.

Si cowok langsung pindah gitu. Gue minta maaf berkali-kali ke ceweknya sambil nyeimbangin badan dan jiwa gue ke posisi normal. Si cewek sih nyengir-nyengir ketawa aja. Maklum kali dia ya. Tapi tetep maluuuuuuu :"""""""(

Ma-lu-ba-nget #jedotinkepalaketembok


Apa reaksi Cece, Tara, dan Ajeng? Ketawa sampe mampus.

A: Bener-bener deh lo wi, udah ganggu orang pacaran, eh mau ngerebut cowoknya juga (ketawa iblis)
G: HEH! ENGGA!!! :""""""(

Setelah itu, gue lebih hati-hati dan jadi jago ngerem. Tapi jalannya masih kayak robot. Berhubung ngga ada kerjaan, sekalian latihan, gue jalan sambil ngejar ke arah pelatih ice skating (yang tadi di atas gue bilang keren ahahah).

A: Ah modus banget lo wi. Daritadi jalan di sekitar coach itu mulu.
G: Yeee jeng sekalian latihan ini #ngeles

Coach-nya cina loh betewe ;) #chinasyndromdetected
Eh tapi beneran kok cuma buat latian aja ngejernya -_-

Tapi tetep aja sampe akhirnya kaki gue sakit banget dan nyerah trus udahan duluan, jalan gue masih kayak robot

Udah capek. Pulang. Tadinya mau makan di TA, tapi setelah pertimbangan bahwa porsi makanan di restonya pasti ga akan seimbang dengan ongkos yang harus dikeluarkan, akhirnya kita balik aja dan makan di margonda yang notabene murah meriah dan kenyang, aman, damai, sentosa ♥

Tak lupa, sebelum pulang, jenguk rima tercinta. Sayangnya pas kita ke rumah doi, dia lagi istirahat. Kayaknya sakit banget lemes gitu. Sibuk banget sih dia orangnya wajar aja kecapekan. Kalau ngga sibuk, kayaknya si rima bisa sesek napas, makanya harus sibuk terus -_-


Sekian perjalanan kami. Foto nanti aja, postingan udah panjang banget ini kayak tisu toilet yang baru dibeli. Semoga cepet sembuh dengan kecepatan cahaya ya rima!!! Happy holiday! \(‾▿‾)/