Laman

Jumat, 20 Desember 2013

Bertemu

Di tengah hiruk pikuknya suasana kelas dan rasa kantuk yang tak lelahnya menyerang, Miiko membuat sebuah pernyataan yang dilontarkan secara spontan dan iseng.

"Kalau hari ini aku ketemu Tappei, berarti Tappei itu jodoh aku"

Itu bukan kali pertama Miiko menyatakan kalimat demikian. Sudah kesekian kalinya. Dan dengan subjek yang selalu berubah-ubah. Hasilnya pun nihil. Tidak ada satupun yang terbukti. Miiko tak pernah bertemu siapapun. Kasus Tappei kali ini pun akan bernasib sama seperti kasus lainnya. Pasti. pikir Miiko. Tentu saja. Peluang mereka bertemu sama sulitnya seperi peluang lulus seleksi pegawai negeri.

**********

Masih di hari yang sama dengan waktu yang berbeda. Hari itu lumayan berat untuk Miiko. Banyak yang sedang bergantung di pikirannya. Ia pun lupa sama sekali tentang pernyataan konyolnya yang telah terlontar.

**********


Miiko tengah ingin menyeberang saat ada pengemudi motor yang mendadak lewat. Miiko pun mengalah dan berdiam di pinggir trotoar. Diam dan mengamati yang berlalu lalang dengan saksama. Kemudian pandangan Miiko terfokus pada yang baru saja lewat - lebih tepatnya, pada orang yang dibonceng pengemudi motor tadi.

"Oh itu Tappei sepertinya ya?" gumam Miiko sambil terus memandangi motor itu sampai hilang.

Miiko belum bereaksi hingga beberapa detik kemudian ia akhirnya teringat akan pernyataannya di pagi hari. 

"Kalau hari ini aku ketemu Tappei, berarti Tappei itu jodoh aku"

Miiko hanya bertemu Tappei dalam sekelebat. Itu pun belum tentu Tappei karena Miiko tidak melihat penuh wajahnya. Namun, Miiko yakin. Ya, miiko sudah terlalu khatam mengenai bentuk wajah Tappei. Kalau begitu, itu masih bisa dibilang ketemu bukan? Walau hanya sekelebat dan tidak yakin. Mungkin lebih tepat bila dibilang, mereka hampir bertemu. 

Berarti... mungkin mereka hampir berjodoh?

Apapun itu, Miiko tak mau tahu. Dia sibuk tersenyum.

Minggu, 15 Desember 2013

The tempeh ranger

Halooooo. I'm gonna post a brief story tonight. Well, let's count down 3.. 2.. 1... Go!

**********

Food microbiology laboratory was used to be my another bedroom, 
but not for now! #jengjengjengjeng..... Wait, few days ago actually.
Finally, i don't need to meet an evil microbe or do some dilution which is absolutely tiring. Here we comes, a real food technologist's practice. The practice of creating tempeh!!! Woho!
Just to clarify, what i mean is not a fried tempeh ya :p

What we need?
Soybean, solution, starter culture, wrapper, and so on.

The team were divided into some different practice, then my beloved partner, Ruth, asked me to do a practicum of Tempeh with her. At first, we thought we would finish our task in a blink of an eye because based on the procedure, what we have to do first is soaking the soybeans for a night. It means that we don't need to do the other difficult parts for that day because we need to wait for the next day.  Unfortunately, the laboratory staff already soaked the soybeans. So? I need to do the next procedure which was unexpectedly took a long enough time. Yet, i'm happy. I dooooooooooo happy! I really really do!  

The process of creating tempeh is actually isn't that difficult, yet tiring -_-
Especially, if you peel the soybeans manually - like what we did. 
The wet skin is the hardest thing to separate, for me. Seriously. My finger skin even became wrinkled at that time. Well thanks to the water solution. 

So here you got the process of creating tempeh :

Cleaning the soybean - boiling for 30 to 45 minutes - soaking to the solution till creating a froth - separate the soybean from its shell - steaming the soybeans for 15 minutes - cooling down (room temperature) - mixing with starter culture - wrapping it with plastic (if we use plastic as wrapper, don't forget to make some small holes for an air circulation) - fermenting for 2 days. 

Syalalala~   


 mine! 


Grop 1 + Group 3 = incredibly awesome

  The next tempeh ranger (left to right : brahma, puspa, dewi, ruth)

tempeh with a commercial starter culture (laru pasar) #1

tempeh with laboratory starter culture (the starter was made by the groups) #2

The result? Good enough hehe
The mold of #2 tempeh has already covered the soybeans well. The structure of tempeh is also sturdy. Yet, it has a black spot which is the sign of Aspergillus niger's existence.
The mold of #1 also covered the soybeans yet not thick enough. It might be perfect if we let it fermented  till the next day. No black spot by the way. 

The happiest part was when we fried the tempeh. Delicious :9

In conclusion, i'm happy to be a food technologist. 
Bye! ♥

Minggu, 22 September 2013

Press release

Lupakan saja judulnya. Intinya, gue mau menjabarkan kegiatan-kegiatan gue belakangan ini. Alhamdulillah, akhirnya gue bisa merasakan lagi gimana rasanya pulang ke kontrakan di bawah jam 7 malam tanpa ada tekanan untuk ke kampus lagi. Rasanya? Can't be described by words :") 

1. BAUR

Itu nama dari masa perkenalan departemen gue buat angkatan baru. Apa kepanjangan dari BAUR? Ngga ada. Ya, itu namanya kayak beitu karena bertujuan supaya angkatan kita saling membaur aja. Bukan singkatan :3 Terus? Ya hectic aja di sana. Lega juga akhirnya selesai. Tapi.......... pasca baur, gue jadi males ngeliat muka nindya (sekretaris) sama jahid (ketua), soalnya tiap liat muka mereka, bawaannya kayak ngeliat tulisan "Dewi, jangan lupa bikin LPJ BAUR" *nangis*. Atau kalau mendadak ada yang manggil dengan senyuman penuh makna plus megang kuitansi di tangannya sambil berucap "Dewi~ Mau mencairkan dana~ :3" *pura-pura mati* Tapi ya seru-seru aja sih, alhamdulillah angkatan 49 kali ini banyak yang kayak Muji :") Urat malu mereka udah dipakai habis buat bikin bakso kayaknya. Ngga bersisa. Alhamdulillah :") Ngga tau sih mereka beneran seneng sama acara baur apa engga, tapi semoga angkatan kita membaur dan ngga jaim-jaim. Aamiin.

Audience : terus dew? udah ngerapiin anggaran dana?
Gue : *pura-pura ngga baca*

2. PHOTO SESSION

Yang ini ngga penting. Tapi..... penting banget. Gue, mima, rizka lagi berusaha ngerjain laporan di korfat. Sayangnya semesta melakukan konspirasi dan memberi distraksi. Apalah daya kami sebagai makhluk lemah ini selain mengikuti kemana langkah distraksi itu pergi hahahaha. Siapa distraksinya? Seorang anak perempuan kecil imut zuperrrrr. Namanya Andini :3 Parah lucunya. Dia udah bisa baca beberapa surat pendek. Padahal umurnya baru 2 tahun. Seusia itu, dulu gue...... kayaknya sibuk minta nambah susu doang ke emak gue :/ Terus, kayaknya kita menemukan potensi model terpendam yang ada dalam diri Andini. Kita ajarkan berbagai pose, dia cepat sekali mencerna dan patuh untuk berpose. Hahahaha. Kita jahat sih, Andini udah kayak mainan -_- Ah, lopyutill die, Andini.

 We're beautiful, beautiful, beautiful~ Chibi chibi chibi~



 "I'm cute~"

 Ceritanya mau berpose di pinggang kayak model, tapi...... kok kayak Andini mau menerkam dan menggigit kita sampai habis ya? Apa perasaan gue doang? :|

 Ceritanya mau pose tangan menopang pipi dengan seksi, tapi....... malah kayak lagi adzan.
Mengajari Andini membentuk "peace" -_-

 Proses mendzalimi pelatihan Andini sang model

 Hasilnya ~


3. FOODIVAL

Ini sih masih berlanjut. Publikasi ngga mudah ternyata bung. Yaudah bismillah aja. Semoga panitia yang lain juga mudah diajak kerjasama. Karena membesarkan sebuah acara itu bukan cuma kewajiban satu divisi aja. Bukan milik BPH, bukan milik acara, apalagi milik anak humas :)

4. LAPORAN

Aku anak sehat, tubuhku kuat. Karena dosenku rajin dan kejam. Semasa aku studi. Slalu minta sitasi. Ada presentasi dan evaluasi. Yeyey~

5. BINA DESA

Alhamdulillah udah turun dua kali selama satu tahun kepengurusan. Alhamdulillah target tercapai. Alhamdulillah tugas gue selesai. Saatnya bantu bina yang lain. Miaw. Mohon maaf gue banyak kekurangan, dan bina desanya belum kayak bina desa kece lainnya. Namanya juga kita masih pedekate ya sama desanya. Semoga ada manfaatnya deh kita datang ke sana. Aamiin.

6. PET CARE DAY

Ih miaw, ini mah baru hari ini. Kebetulan, hari ini gue mau seneng-seneng, eh temen ngajakin ke pet care day. Sayangnya, karena gue ngerjain laporan dulu, berangkatnya kesorean. Acaranya udah mau selesai. Hahahahaha. Maaf ya sahabat :"

7. 19 SEPTEMBER

Batuk dulu ah. Uhuk. Tahun ini gue menguji sesuatu, karena penasaran semenjak ngeliat twit seseorang (gue lupa siapa). Intinya, doi bilang, dengan menghapus tanggal ulangtaun di facebook, kita bisa liat siapa yang benar-benar peduli dan perhatian sama kita. Hahahahaha. Tapi ngga akurat sih hehehehe Ada juga yang peduli cuma ya lupa, karena lupa aja. Ngga bermaksud. Ingat ulangtahun itu bukan segalanya juga kok. Gue kadang lupa ngucapin ulangtaun ke sahabat gue hahahaha *brengsek sih*. Karena gue pelupa akut, wajar aja dong ya #caripembelaan. 

Ohiya, gue agak terharu, bukan, sangat terharu malah. Ternyata temen SMP gue masih ingat tanggal ulangtaun gue *sob*. Terharu parah. Terus ada temen TPB juga, gue pikir dia tau lewat facebook, gue pikir ngga berhasil ke hide gitu tanggalnya. Tapi setelah gue cek, ternyata tanggal ulangtaun gue beneran ngga ada kok di facebook. Entah dia tau darimana. Terimakasih sudah tau :3 Terimakasih buat yang ingat. Miaw miaw miaw :3

*****

Ohiya terakhir, belakangan suka tidur di tengah-tengah kesibukan. Ya, sambil menyelam, minum air sirop marjan lah. Cuma, kesel juga karena kadang suka mimpiin orang yang sama -_- Mengganggu aja bikin ngga fokus. Dateng tak dijemput, pulang tak diantar banget, Anda. Yaudah. Sekian.

Minggu, 01 September 2013

P

Tanggal 28-30 Agustus 2013 kemarin, boleh dibilang bisa dinobatkan sebagai penutup liburan yang melegenda. Setelah lama mendambakan perjalanan ke salah satu pulau di pulau seribu, akhirnya gue singgah  juga di pulau pari. Bermodalkan sebuah ajakan sederhana dan kenekatan yang membahana, gue pun berhasil ikut tur ke pulau pari. Awalnya, gue berniat ngga bilang sama sekali ke mama hahaha :))) soalnya, pasti ngga dibolehin hahaha :))) Tapi.... mama ini emang ahli menyudutkan seseorang ke posisi yang paling sudut sesudut-sudutnya sudut. Menggali dalam-dalam apa yang sedang gue sembunyikan; itulah keahlian mama. Dikarenakan posisi yang tidak menguntungkan, gue beberkanlah rencana pulau pari yang udah beres sana sini dan udah dibayar pula paket tur nya. Lalu respon mama gue? Persis seperti yang telah gue bayangkan. MENOLAK KERAS. Alasan? Kapal berbahaya. Menyeberang laut itu mengerikan. Mencekam. Menakutkan. Kyaaa!

"Ngga bisa nih. Mama harus tanya bapak dulu"

Satu kalimat yang sukses bikin gue ketakutan setengah mati. Udah kebayang aja itu kalau bapak ngga bakal ngebolehin. Kenapa? Karena izin dari bapak biasanya lebih susah dari mama. Gue pun komat kamit sendiri.

Ternyata.... respon bapak di luar dugaan.

"Ngga ada kok orang yang mati cuma karena ke pulau seribu. Udahlah, gapapa"

Gue? Kayak mau terbang gitu pas denger kalimat itu. TUMBEN BANGET MASALAHNYA.

Gue sms bapak, bilang makasih karena udah ngebolehin.. Tapinya terus bapak nyeramahin panjang lebar kalau gue ngga boleh pergi tanpa izin lagi. Iya sih, gue emang salah :| Ngga lagi-lagi deh (kayaknya) hahahaha :p

Cuma... ada sedikit masalah. Mama yang sekarang udah gadget mania, kalau ada hal apapun, langsung larinya ke google. Doi langsung search tentang wisata pulau pari. Dan... keluarlah rentetan jadwal secara rinci di internet. Oh jelas, terpampang jadwal snorkeling di sana. Dan, tentu saja mama gue langsung berteriak.

"Kamu? Ngga bisa berenang, mau snorkeling? TIDAK BOLEH!"

Gue kasih segala macam artikel yang menguatkan kalau orang yang ngga bisa berenang juga tetep bisa snorkeling, namun udah ngga mempan. Kali ini, bapak setuju sama mama. Gue kehilangan pendukung.

"Pokoknya mama ngga ridho kalau kamu mau tetep snorkeling. Liat aja nanti kalau tetep nekat. Mama ngga ridho loh."

Dan nyali seorang anak perempuan polos baik hati pun langsung mengecil melebihi kecilnya atom.


***

Rabu 28 Agustus 2013

Pari rangers : Gue, Mima, Prita, Tasha, Intan, Isti, Dita, Dian, Niki, Hilman, Dimas, Opek (nama aslinya naufal -_-), Ojan.



Berangkat menuju muara angke sejak langit masih gelap. Lumayan rame di muara angke. Ramai. Ramai sama penjual ikan dan aromanya yang mengusik kedamaian rongga hidung gue.

Jam 6 pagi, kita digiring sama abang-abang EO nya ke sebuah kapal yang luar biasa. Luar biasa kotornya. Luar biasa penuhnya. Luar biasa sesaknya. Luar biasa pokoknya. Kalau kata temen gue sih, kapal kita kayak kapal sayur atau kapal yang ngebawa ternak sapi gitu -_- Jam 7, kapal gue baru jalan. Ha ha ha ha ha. Kapal pun terombang-ambing oleh laut. Mata gue pun berbinar dan bercahaya. Sumpah gue seneng banget. Hahahaha. Jam 9 pagi, segala siksaan laut itu pun berakhir. Well, gue ngga tersiksa sih, cuma temen-temen gue udah tepar semua gitu. Tasha yang biasanya mulutnya ngga pernah absen untuk berbunyi aja cuma bisa diem membatu di atas kapal. Enek katanya.

Acaranya?

1. Bersepeda ke pantai pasir perawan

Harusnya sih ngga ada yang salah sama kegiatan ini. Kegiatan yang membahagiakan malah. Namun, bisa menjadi tidak bahagia jika........ lo ngga bisa naik sepeda. Yeah. That's me. Tertawalah. Gue udah punya puluhan orang yang menertawai di masa lalu, ditambah beberapa lagi juga ngga akan jadi masalah kok :") Puas lah gue jadi target hinaan di sana. Sebenernya gue sempat belajar naik sepeda pas masuk IPB, cuma... ngga lancar gitu, ngga pernah dilatih lagi juga, jadinya tetep susah naik sepeda. Bermodal nekat dan emang ngga ada pilihan lain, gue pun menggowes sepeda. Mohon maaf sedalam-dalamnya pada beberapa pagar ataupun tembok yang telah menjadi korban tabrak lari gue :") Kini pun, kaki gue jadi korban memar biru-biru karena suka nabrak sana sini pas naik sepeda :") Duh, belum lagi sepanjang perjalanan selalu digodain sama warga sekitar :") Sini deh, kita bonceng aja enengnya. Mati lah awak :") Alhamdulillah, nyampe juga kok di pantai pasir perawan, dengan perjuangan dan ditemani mima yang setia mengawasi , mengayomi, dan membimbing gue. Cinta tiada tertakar deh buat mima :*

Terus pas udah sampai pantai? Foto lah sampai mabok. Plus. jebyar-jebyur cantik di air. Sepi banget, udah kayak kita nyewa satu pantai. The beach is ours. Yeah \m/



Yang lagi homo ya homo, yang lagi pacaran ya pacaran, yang lagi suasana artis FTV romantis ya berasa dunia milik sendiri, yang lagi pengen ala sahabat bagai kepompong ya foto-foto sok ceria gitu. Inilah gunanya pantai. Untuk berfoto. Dan kemudian mengganti DP, avatar, atau profpic yang telah usang *nyengir*

2. Snorkeling

Ini dia. Teng nong neng nong neng. Banyak hasutan dari kanan kiri atas bawah. Udahlah dew, snorkeling aja. Yuk yuk yuk. Alhamdulillah gue masih tegar beriman, sama kayak kota Bogor. Fyuh. Gue udah janji ngga akan snorkeling. Orang kece itu selalu menepati janji. Makanya, gue pasti tepat janji. B-)

Ada bagusnya juga sih kalau dewi ga snorkeling. Ada yang bisa fotoin kita plus jaga barang.

........... iya nyonya, iya tuan :")

Berhubung gue itu manusia yang sangat sederhana, kebahagiaan gue juga sederhana banget. Terombang-ambing di lautan aja gue bahagia. Heran gue juga. Terus gue kayak cinta sama kapalnya gitu (beda dari kapal sayur yang awal ya. ini kapal kecil). Anak-anak pada tersiksa snorkeling, gue cuma ketawa dari atas kapal sambil motret-motretin mereka. Saat itulah gue merasa mendadak mendapat wangsit untuk menjadi nahkoda hahahaha. Fotografer lautan juga boleh. Kayaknya seru aja gitu. Cie gitu.

Snorkeling nya pindah pulau. Dari pulau pari, ke pulau apa gitu gatau namanya, baru terakhir ke pulau tikus. Semua pulau di kepulauan seribu itu semacam udah terlahir sebagai PHP ulung. Jelas dong, karena nama pulau mereka selalu tidak sesuai dengan kenyataan. Kita mengandaikan di pulau pari ada ikan parinya, namun nyatanya cari ikan aja lumayan susah, bahkan mesti beli di pulau lain. Hih. Pulau tikus? Well, gue bersyukur sih ngga ada tikusnya. Pulau burung juga. Hih. PHP emang udah mendarah daging di Indonesia. Hih.

Sebenernya gue bisa aja turun dari kapal terus ikutan main pasir di pulau tikus, cuma... udah pewe gitu jadi nahkoda sekaligus fotografer laut B-)

Dari atas kapal, terlihat kesibukan mereka yang beda-beda. Opek sama ojan asik berhomo ria bikin istana pasir berdua doang. Hilman dita lebih menyepi lagi cuma berdua, ketawa berdua, gembira berdua, bercanda berdua, fix kayak syuting FTV. Dimas dian juga. Sisanya? Sahabat bagai kepompong, ada juga yang lagi kenalan sama tim snorkeling lain yang kebetulan anak IPB juga. Oh sempitnya dunia. Gue? Gue lagi asik dipedekatein sama abang-abang kapalnya hahahahaha Najis. Engga kok, becanda. Kita ngobrol-ngobrol cool aja gitu. Kata abangnya, beberapa hari yang lalu, doi sempet bawa rombongan yang isinya belasan cewek. Dua orang di antara mereka............ ternyata lesbi. Astaghfirullah. Ngga ngerti deh sama yang bisa jadi lesbi itu gimana sejarahnya. Perlu dijejelin Tom Cruise nampaknya.

3. Bebaaassshhh

Gue sih lebih memilih main UNO dan tidur-tidur cantik. Malemnya ada BBQ gitu di pasir perawan. Apa artinya? Gue mesti naik sepeda lagi :""""""""""""")

Kamis 29 Agustus 2013

Banyak korban ship lag. Mabok pasca naik kapal gitu. Kata beberapa korbannya sih, kalau lagi diem, jalan tuh kayak terombang-ambing gitu. Kayak goyang. Lucu. Untung gue ngga ngerasain ship lag :p Alhasil, bangun pagi adalah hal ter-malas yang bisa dilakukan oleh para korban ship lag. Rencananya sih mau liat sunrise, cuma yang berhasil melaksanakan rencananya cuma para pasangan FTV doang (Dimas-Dian, Hilman-Dita). Yang lain bobok cantik.

1. Banana boat

"Iya nanti kita naik banana boat, terus dilempar deh ke laut, dijatohin gitu wi"

Dewi yang polos dan ngga pernah bersentuhan dengan dunia luar pun ketakutan. Kebegoan fatal gue adalah karena gue ngebayangin banana boat itu cuma dinaikin satu orang hahahahaha. Gue takut gitu kalau jatuh sendirian. Terus setelah ketakutan beberapa lama, baru deh temen gue ngasihtau kalau banana boat itu buat berlima hahahaha. Ya allah dew, sampai kapan mau hidup di goa? :")

Rasanya? Lebih nagih dibanding MSG. Kya!

Cuma satu hal yang gue takutkan pas banana boat : jatuh sebelum waktunya.

Kan ngga lucu aja gitu kalau gue jatuh duluan dibanding yang lain :") Ah, air laut itu asin banget :")

Sebelum

sesudah

2. Sofa

Ini nih. Fenomenal banget.  Wahana yang dari namanya terdengar santai dan syahdu... ternyata bisa menipu.

"Kalau yang ini ngga dilempar kok, ngga kayak banana boat. Santai"

Di pikiran gue : Persis kayak banana boat yang ditarik speedboat, cuma bentuk boatnya bukan pisang, tapi sofa. Terus nanti kena angin sepoi-sepoi sama ombak meliuk dengan penuh ketenangan. Ngga dilempar ke laut, cuma duduk tenang dalam sofa. Syahdu!

Ternyata...........

"Pokoknya, posisinya harus duduk. Jangan tiduran. Mesti yang bener."
"Yang bener teh kayak gimana maksudnya bang?"
"Kakinya tendang aja yang kenceng ke sofa nya, tendang sekencang-kencangnya. Terus tangannya pegang itu tali kuat-kuat"
"Kalau ngga kuat gimana bang?"
"Ya paling nanti kamu kelempar ke udara"
"..........................................................."

Dan benar saja buuung. Badan gue melompat-lompat gitu di dalam sofa. Gue pikir gue akan terlempar men. Tangan sakit pula. Fix lah, kalau mau banana boat atau sofa di waktu yang akan datang, gue kayaknya lebih baik bawa sarung tangan, biar tangannya ngga sakit -_- Kita teriak-teriak minta keringanan abang speedboatnya buat berhenti dulu, tapi abangnya cuma menoleh dan nyengir :") Oh abang :")

 sebelum

 sesudah

 sebelum
 sesudah


TASHA (middle), COULD YOU BREATHE? Huahahaha
3. Tur ke pulau burung

Nyewa kapal. Lebih kecil lagi. Alamak. Lebih berasa gitu gelombang lautnya. Ah ini paling syahdu. Lautan itu zupeeeeeerrrrrrr cantik. Cinta kedua gue setelah awan kayaknya laut deh. Sampai di pulau burung. Sepi. Ada rumah bekas ditinggal gitu. Di seberang pulau burung, ada pulau pribadi (kayaknya) yang lagi ngebikin resort gitu. Cantik deh. Tapi belum selesai. Sayang :-(

Pulau burung ini ciamik banget buat photo shoot men. Sang model tasha pun beraksi dengan pose kesayangannya (menghadap belakang dengan bibir dikerucutkan seksi, rambut tergerai angin, dan selendang yang menari di udara). Intan pun kece berat dengan dress yang dia pakai. Gila, pas banget dia make dress di hari ini. Kita-kita yang lain tuh kayak crew pemotretan majalah apa gitu jadinya. Pose yang paling gue sukai dari si tasha sang model adalah pose duta lingkungannya dengan patrick star (bintang laut) menempel di bahu kanannya. Alamak. Tapi kasian gitu bintang lautnya, habis manis sepah dibuang. Selesai pemotretan, si tasha langsung jijik gitu "Please singkirin bintang lautnya please please please"

Selain bintang laut, kita ketemu pula biawak yang terjebak di pulau burung. Ngeri gitu, tadinya dia ngumpet di perahu, mendadak keluar ngasih surprise ke kita. Para cewek pun ber "kya kya kya" an dan kabur. Eh si abang tour guide nya malah dengan perkasanya berusaha menangkap ekor si biawak yang mirip komodo itu. Kurang kerjaan -_-


 pasangan FTV kw super




Jumat 30 Agustus 2013

Paginya kita tukeran posisi sama grup FTV. Mereka jaga rumah, terus kita (gue, mima, intan, tasha, prita) main ke pantai perawan pagi-pagi. Oh, si niki, opek, ojan, sama isti udah pulang pas tanggal 29 soalnya mereka cuma ikut yang paket 2 hari 1 malam. Selesai main banana boat sama sofa, mereka dijemput kapal deh. Yaudah, lanjut. Gue agak kaget ngeliat pantainya karena lagi surut gitu. Lucuk! Pas hari pertama kita main, itu kan kita berkunjungnya pas siang hari pas lagi pasang. Terus pas pagi harinya, suruuuuuut. Kyaaa. Jadi bisa pergi jauh gitu sampai ke mangroove yang paling belakang. Lalu? Foto-foto lagi deh.

Si tasha sang leader traveler sejati pun membuktikan jiwa traveler nya dengan punya segudang teman. Men, bahkan di pelosok pulau pun secara tidak sengaja dia nemuin kenalan-kenalannya. Magic emang si tasha. Ngga cuma sebiji, bahkan berbiji-biji! #agaknggaenak.

(sekali lagi, foto menyusul)

Jam 1 siang baru naik kapal. Pulaaang! Alhamdulillah. Kapal kali ini beneran luar biasa. Bukan luar biasa konotasi, tapi denotasi. Ruarrrrrrr biasa. Ini baru kapal. Sepi, bersih, syahdu. Amboi rasanya 

Efek perjalanan kali ini?

1. Kayaknya gue mulai mempertimbangkan untuk mengambil mata kuliah kepelautan di semester berikutnya *nyengir*
2. Fix kalau nanti gue punya anak, mereka wajib bisa naik sepeda dan berenang
3. Gue harus memupuk iman gue lebih lebih lagi, supaya di lain waktu, gue ngga akan ketakutan atau ngerasa ngga enak untuk menyampaikan hal yang mutlak kebenarannya. Aamiin.



Sekian. Wassalam. See ya :*

Senin, 19 Agustus 2013

Kepolosan masa lalu (part one)

Sebenernya sempat bimbang mau nulis 'kepolosan' atau 'kebodohan'. Cuma berhubung dinding pembeda antar polos dan bodoh itu tipis, sama aja dong berarti ya. Gue pilih polos aja biar terdengar lebih halus. Yaaa kurang lebih, polos itu bodoh yang tersirat :') Gue berharap sih gue ngga perlu nulis 'part one', karena gue berharap ngga ada kelanjutan atas tindakan bodoh gue. Cuma ya, manusia yang berteman sama khilaf kayak gue mah ya pasti banyak kepolosannya. Belum lagi kalau ternyata ada 'kepolosan' lain yang tadinya gue lupa lalu mendadak teringat, jadi gue tulis part one deh. Jangan. Jangan doakan ada part two nya.

1. Kejujuran
Ini terjadi pas gue duduk di bangku SD. Saat masih belia dan kepolosan merajalela. Dulu, gue sangat memegang teguh prinsip "Jujur itu emas". Sampai sekarang juga sih, cuma diadaptasikan sedikit lah biar lebih modern #halah. I mean, ngga tentang semua hal kita harus jujur loh. Ngga mesti bohong juga. Diem aja kalau ngga bisa jujur mah. Cuma, 'gue versi SD' sangat yakin dengan kejujuran kita pasti akan bahagia. Kejujuran di segala bidang tanpa disensor sedikitpun. Se-di-kit-pun.

Audience : Bagus dong wi. Dimana sisi bodohnya?
Gue : Denger dulu sampai selesai, baru berpendapat.

Suatu hal yang benar kalau dilakukan di kondisi yang salah ya... tetep aja salah.

Berikut ada percakapan antara gue dan seorang cowok temen SD gue yang gue lupa siapa namanya. Anggap saja F. Kayaknya dulu si F ini sebangku sama gue. Jadi duduknya tuh diatur guru gitu. Ganti-ganti pula. Jadi bisa sama siapa aja temen duduknya. Terus ada lagi, nama temen SD yang gue samarkan menjadi alexander. Btw, gue ngga yakin dulu pas SD panggilannya udah 'gue-lo' atau masih 'aku-kamu'.

F: Dew
G: Iya?
F: Lo suka ya sama Alexander?

Pola pikir Dewi zaman SD : Oh dia nanya, ya jawab aja yang sesungguhnya. Toh, jujur itu emas.

G: (dengan kalem dan penuh ketenangan menjawab) Iya, suka.
F: (mendadak berdiri dan teriak ke seluruh kelas) WOY DEWI SUKA SAMA ALEXANDER!
G: (diam, bengong) 

Gue lupa apa yang terjadi kemudian. Yaudahlah ya. Masa lalu *nyengir*

2. Hobi memberi nama
Dari dulu, gue suka banget ngasih nama buat segala benda. Cuma, karena males mikir, jadinya ngasihnya yang simple. Misal, kalo bendanya warna hitam, gue panggil blacky. Kalau berwarna coklat, gue panggil browny. Intinya, gue cari bahasa inggrisnya, lalu gue tambah huruf y dibelakangnya.

Nah, pas kelas 1 SMA, si rice saat belum berkerudung, memiliki rambut yang cukup unik. Jadi, ada sekumpulan rambut kecil sejejer poni yang menyembul keluar gitu kayak tanduk. Kita (gue, rima, ajeng, tara) suka ngeledekin rambut tanduknya itu. Kadang keluar, kadang masuk gitu tanduknya kalau rambut lagi rapi. Dan lagi-lagi, gue yang memiliki naluri memberi nama pada segalanya, berinisiatif buat ngasih nama untuk sahabat tanduk kita ini.

Proses pemberian nama
Bahasa inggris tanduk adalah Horn, ditambah huruf y menjadi >> Horny

Dewi : Namanya Horny yaa si kecil ini. Hahaha. Tumbuh mulu sih rambut lo
All : Hahahaha. Rice dan Horny nya.

...........................

Demi Allah, gue waktu itu belom tau apa artinya horny. Beneran.

Sejak pemberian nama itu, di setiap saat dan segala kondisinya, kita selalu teriak-teriakin namanya kalo si rambut tanduk muncul lagi. Kenceng pula.

"Ih si horny bangkit lagi!!! :D"
"Selamat pagi horny!"
"Horny horny horny :D"

Hingga akhirnya salah satu teman kami yang kayaknya selama ini terganggu mendengar kata horny pun angkat bicara...

K : Eh, Horny itu bukannya arti bahasa indonesianya *piiip* ya?
All : Astaghfirullahaldzim!

Mulai hari itu, ngga ada lagi pemanggilan nama buat si rambut tanduk. Yang ada hanya istighfar. Dan sedikit tertawa mengingat betapa riang dan tak berdosanya kita saat menyebut kosakata itu. Allah maha pemaaf kok ya. Aamiin :"|

Gue inget kalau pernah ada kejadian idiot ini pas kemarin Ajeng ngasih sebuah gambar yang dia temukan secara tak sengaja. 



Ya allah, ampun...


Pelangi setelah hujan

Minggu 18 Agustus 2013

Kemarin abis jadi anak yang sok gaul. Kenapa? Karena gue jalan-jalan dua kali. Pertama, sama Nimas dan Tuti. Kedua, sama orang gila (baca: rima, rice, ajeng, tara). Sejujurnya planning pertama gue cuma silaturahmi bareng Nimas sama Tuti. Kita main doang ke margonda sampai siang (jam 2 an kalau gasalah). Nah, kalau jalan-jalan sama orang gila ini, tadinya gue bilang kalau gue ngga bisa pergi karena udah ada janji sama nimas-tuti. Eh, ternyata mereka jalan-jalannya setelah acara gue selesai. Ke bogor naik mobil pulak. Gue segera tanya mama perihal perizinan. Biasa, emang mesti begitu, panjang deh prosedur gue buat bepergian (untungnya ngga mesti bikin proposal dulu :| ). Secara ajaib, mama ngizinin petualangan part kedua gue ini buat ngikut rima dan lain-lain ke Bogor. Sayangnya, mereka udah di tengah jalan gitu, jadinya gue mesti nyusul naik kereta sendirian ke bogor. Ah mudah ke bogor sendirian mah. Mudaaah. #sombong

... Dan semesta ngga suka sama orang sombong.

*jeng jeng jeng jeng*

Gue pun melanglangbuana menuju stasiun. Duduk manis di gerbong wanita. Dan untuk kesekian kalinya, obsesi gue untuk mencari jodoh di kereta api pun kandas #halah Nah, selama perjalanan, gue kontak terus  sama makhluk gila yang lagi kejebak macet dalam perjalanan menuju 'kota tegar beriman'.  Keadaan damai-damai saja, kereta pun melaju dengan indahnya. Gue mengamati sekeliling dengan tenang, pohon yang saling bercanda dengan sesamanya. Angin yang menepuk dedaunan dengan gesitnya.  Awan yang.......... entah pakai susuk apa sehingga selalu terlihat cantik. Pemandangan di balik jendela kereta emang cihuy. Pemandangan di dalemnya lebih lebih lebih lagi. Manusia. Objek yang ngga mungkin statis dan ngga pernah abis buat diteliti. Objek yang bergerak itu emang tetep lebih menarik hehe. 

Ada anak yang lucu banget, dia naik kereta duluan, eh ternyata ibunya ketinggalan di belakang. Kereta udah mau nutup, terus si anak pun teriak teriak histeris "Mamaaaa... Ayo mamaaa. Cepat mamaaa :-(((" Mamanya pun lari tergopoh-gopoh dan berhasil masuk kereta tepat waktu di detik-detik terakhir. Gils. Kayak film. Mengejar kereta api...... Engga sih, engga ada film begitu. Setelah sampai di kereta, ibunya ketawa kenceng-kenceng bareng anggota keluarga lain yang abis lari-lari ngejer kereta. Terus si anak malah nangis. Ha ha ha -_-

Lupakan. Lanjut. Gue lagi di posisi 'Cilebut nyaris Bogor' saat sms rima menghantui.

"Dew, lo bawa payung kan? Hujan nih"

Gue bengong. Tanpa perlu mengintip ke tas minimalis yang lagi gue bawa, gue udah tau kalau gue lupa banget bawa 'sahabat bogor' itu. Spontan, kepala langsung noleh ke jendela. Dan... hujan.

.................................... asdfghjkl

Fyi, hujan derasssssssshhhh.

Gue pun ya mau ngga mau turun kereta dong ya. Hujan-hujanan. Sambil nyari celah di antara penumpang yang lagi turun yang bawa payung. Tadinya dapet tuh gue! Bapak-bapak sendirian bawa payung gede. Gue udah asik numpang, eh dia malah belok ke kanan. Gue mau belok ke kiri. Akhirnya kita pisah dan gue kehujanan. Nah, fakta menyakitkan berikutnya adalah, gue salah jalan. Pintu keluar itu ternyata ya yang belok kanan tadi itu. Jalan yang diambil si bapak tadi itu. Gue lupa kalau pintu keluar udah pindah. Tau gitu gue bisa nebeng bapak yang tadi!!! *gigit kartu* -_-

Gue bengong. Total. Dan hujan nya seakan lagi konser band metal gitu, suaranya kenceng benerrr. Gue rasa ini karena gue mikir "perjalanan ke bogor bakal mudah" nih sebelumnya. Gue udah sombong. Makanya dikasih pelajaran. Huhu. Ohiya gue kenalan sama penumpang senasib sepenanggungan. Cewek, namanya Jesi anak IPB, GFM angkatan 49. Mukanya baik polos pisan gitu deh. Kita saling celingak celinguk dan bengong. Mau beli payung juga ngga ada yang jual. Mau nebeng ojek payung juga ngga ada jasa nya. Doh. Di tengah keputusasaan, akhirnya kita pun memilih jalan Illahi, solat ashar. Hahahahaha :p

Setelah selesai sholat, ternyata di luar udah banyak ojek payung berkeliaran. Akhirnya gue mutusin ikut  nebeng ojek payung. Gue pun berpisah sama si Jesi. Doi kayaknya mau nungguin reda aja, dia ngga buru-buru, makanya gue duluan aja katanya. Entah dia ngga mau ngerepotin gue, atau dia merasa repot kalau ada gue di deket dia hahahaha -_-a

Perjalanan yang panjang dan pelik pun gue lalui. Hujannya ngga manusiawi banget. Mau pake ojek payung juga tetep basah. Hal yang paling gue syukuri adalah hari itu gue pake baju dengan warna gelap dan bahannya tebal. Seengganya kalau kebasahan, ini badan ngga langsung tembus pandang lancar jaya lah ya :") Aral melintang gue lalui. Hujan air gue terobosi. Walau naas dan kelabu, jelas hidup gue masih jaaaauuuuh lebih beruntung daripada para tukang ojek payung. Jadi sekalian mengingatkan diri sih kemarin. "Masih banyak orang lain yang lebih malang dari kamu wi"

Gue pun sampai ke perwira. Rima dan lain-lain soalnya pada silaturahmi ke kosan Tara dulu di sinabung. Pas gue masuk ke kosan, mereka ketawa kayak kesurupan. Sialan hahahaha. Pada iba gitu katanya sama gue. KATANYA. Tapi ketawa tetep lanjut -_- 

"Uuu kasian dewi keujanan uuuu"
"Gue menerobos segala-galanya demi kalian nih!"
"Uuuuu"
"Ini semua karena apa? Karena gue sayang sama kalian!"
"Uuuuu"
"Gue tuh sayang sama kalian karena Allah!"
"Azeeeeeeeeeeeeeek! Hahahaha"

Yang di atas itu bukan cuplikan dialog FTV kok.

Karena pakaian gue kebasahan, akhirnya pakaian Tara jadi korban. Gue pinjem sementara. Lalu kita capcus buat makan malam. Pergi ke Kedai Kita di taman kencana, makan hedon sampai lambung bergetaaar~ 

Jalan-jalan buat makan. Pola yang terlalu mainstream sebenernya untuk ukuran sebuah perjalanan. Harusnya sih ngebosenin. Cuma, kalau sama mereka mah ya, ngga ada matinya! Ngga ada satu detik pun momen di mobil yang diisi keheningan. Kebegoan semua. Pecaaah! :")

*****

Rima. Ibu gue - berdasar kartu keluarga imaginasi kita. Kebanyakan ketawa selama perjalanan. Makhluk ini selalu mengaku dan berjanji mau makan sehedon-hedonnya hedon pakai uang tabungan bersama, tapi selama sejarah per"jajanan"an kita, doi cuma berhasil mencetak rekor memesan sayur dan bubur -_- Doi yang paling melankolis sensitif dan lemah lembut loh jinawi (lah?). Pas tara pertama kali jadian, dia nangis. Pas tara sekarang putus, dia nangis. Melankolis kan? Mungkin kalau ada kucing lagi ketawa, dia nangis juga.

Ajeng. Ponakan gue yang merupakan hasil persilangan Tara dengan entah cowok yang mana. Pipinya semakin membahana dan mendunia. Doi adalah salah satu aset tim dokumentasi terpenting dalam setiap jalan-jalan. Cewek "single" yang ngga pernah pacaran. Polos manis dan tak berdosa. Dia polos. Baru mengenali dunia percintaan itu cuma sebatas dari novel. Ngga pernah kontak sama yang lawan jenis. Polos. Banget. Deh.................... Oke. Selamat hari kebalikan! Hahahaha. Yang kenal si gajah ini pasti udah tau lah ya sepak terjangnya :p Sekarang lagi single nih doi, yang berminat silahkan sms hahaha.

Tara. Adik gue, tapi katanya sih adik tiri. Hobi bertingkah seperti nyonya. Nyonya yang lagi pms tapi. Aseli, judes banget -_- Mbak-mbak pelayan di kedai kita tuh kena jurus judesnya si tara kemarin. Kasian. Galak sedikit sih tara ini. Tapi justru di situlah daya tariknya huahaha #mungkin. Oh, doi seksi bagian transportasi :p Boleh dibilang, dia yang menjadi topik utama kemarin malam. Lebih khususnya sih, doi ngadain pers conference perihal kisah putusnya asmara dia dengan Oji. Panjang deh panjaaang. Mana di mobil lagu nya sedih semua. Yah, habis sudah. Entah kenapa gue ngerasa mereka bakal balik lagi. Aamiin.

Rice. Ini lah sejatinya orang gila. Gue pun malu buat mengakui kalau secara riwayat kekeluargaan yang telah kita sepakati secara de facto dan de jure, dia adalah anak gue *nangis*. Selama perjalanan, dia paling cacat hahaha Doi duduk di kursi samping kursi pengemudi. Suka buka-buka jendela. Buka jendelanya pas kita lagi teriak-teriak nyanyi lagi. Memprovokatori untuk foto-foto selagi jalanan macet. Suara paling lantang. Kayaknya doi konslet deh pasca pulang kkn dari kalimantan -_- Yang jelas sih ada orang utan cowok yang cinlok gitu deeeh sama kerdil strong yang satu ini pas di kalimantan. Cieeeeee.

Dewi. Gue mah manusia biasa. Yang ngomongnya asal ceplos. Dan sangat menyayangi orang-orang gila di atas ini. Bagi gue, mereka adalah pelangi setelah hujan badai yang gue alami sepanjang perjalanan menuju dramaga :")

*****

Sampai ketemu di liburan berikutnya, DARRT 

Jumat, 02 Agustus 2013

Somewhere over the rainbow

 

Somewhere over the rainbow, way up high
There's a land that i heard of once in a lullaby
Somewhere over the rainbow, skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true

Someday i'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me

Somewhere over the rainbow, blue birds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can't i?
If happy little blue birds fly beyond the rainbow
Why, oh why can't i?

**********

Such a great old song. This was firstly introduced to me by Hastin. Thankyou, piano girl.
And oh, dear birds, just wait and see, i'll become your partner for exploring the rainbow. Soon.

Rabu, 31 Juli 2013

Payung pinguin!

Accidentally,  gue menemukan sebuah payung merah muda yang telah sukses dijamah oleh debu selama bertahun-tahun. Payung naas ini menghabiskan masa remaja nya di atas lemari kamar gue. Tragis ya. Entah bagaimana gue baru bisa menemukannya, padahal jelas terpampang dengan indah di atas lemari (walau emang jarang gue perhatiin). Semacam kangen :")



Bukan sembarang payung. Ini adalah karya gue *kretek-kretekin tangan*. Berdasar tulisan di belakang payung ini sih, gue akhirnya inget kalau ini karya gue pas kelas 2 SMA. Pelajaran kesenian lah ya biasa. Saat itu kita ditugasin buat ngehias payung polos itu. Disuruh cat deh terserah mau gambar apa. Gue standar banget noh. Mana background aslinya emang warna pink, ngga gue otak-atik lagi. Temen yang lain? Dewa 19 semua! Semuanya di cat, sampe tumpeh-tumpeh! Muka mereka juga kali sekalian di cat :| Berhubung gue penganut aliran gamau repot simple dan elegan, jadinya gue cuma bermodalkan cat hitam-putih plus cat warnanya pinjem tetangga :") Walau ujung-ujungnya semuanya minjem tetangga sih soalnya cat gue jelek hahahaha. 

Btw, nilai payung gue ini ga bagus-bagus amat, soalnya mayoritas warna hitam putih doang. Yang dapet nilai bagus itu yang payungnya warna-warni. Huf. Padahal kan hitam putih kece :| Yakali gambar pinguin gue kasih warna rainbow body nya :| Entar dikira kue :| Tapi gue tetep bahagia, soalnya gue bisa gambar pinguin yang gue kasihi serta sayangi #sikap. Yah, walau cat nya rada rontok gitu. Mungkin lain kali gue mesti nyoba pakai nippon paint ...... #iyabroiya





Bukan bro. Keempat foto di atas itu bukan Sarimin dan payungnya. 
Sekedar klarifikasi aja sih.

Siapa yang nyangka kan gue bisa nemu kenangan berharga di tempat yang berdebu dan terabaikan.
Siapa yang nyangka kalau benda berharga itu berjarak dekat dari gue. (Di atas lemari)
Siapa yang nyangka kalau jodoh yang berharga mungkin juga lagi di deket gue, tapi engga di tempat yang berdebu walau mungkin terabaikan.

Hahahahahaha.

Sori. Tabiat nih suka nyambung-nyambungin kasus :p
Wassalam.

Jumat, 26 Juli 2013

Cinta

Ada perempuan, berkerudung, perawakannya dewasa, pola pikirnya bijaksana.
Auranya sangat tertata. Walau gue juga kurang mengerti makna tertata ini apa.
Dari pandangan matanya, terlihat tatapan menuju masa depan.
Fokus pada pencapaian akademik dan mimpi-mimpi yang ia punya.
Terlihat cuek pada hal lain. Apalagi yang menyangkut hati.
Dan terlihat tak acuh pada satu kata yang berhuruf awal C, berakhiran A.
Bukan celana ya. Dia masih peduli kok sama celana.
Ini tentang cinta.

Kenyataannya?
Ngga ada yang mampu melawan rasa ini yang emang udah merupakan fitrah manusia.
Tapi gue masih kaget. Even the strong one had already fallen for this kind of stuff too.
Sebenernya jatuh cinta wajar banget sih. King kong aja bisa jatuh cinta sama Ann Darrow.
Tapi masih lucu aja. Ngga nyangka.
And she clearly write it - her stories - down in her blog. Oh, type i mean.
Dan itu adalah 'ngga nyangka bagian kedua' gue.
Kalimatnya bagus kok, as i expected from her at the very first.
Cewek keibuan yang gaya penulisannya bagus.
Tapi tetep ngga nyangka.
Ngga nyangka dia tipe perempuan jujur yang mengungkapkan rasa lewat tulisan.
Cinta itu manis yah.

Gue kagum juga ngeliat blogger lainnya yang bisa jujur nulis 'perasaan' di blog.
Gue mah sampai kapan juga ngga bakal bisa.
Bingung juga kan nanti pembaca kalau nama gebetannya ganti-ganti mulu kalau gue mendadak bisa bikin puisi romantis menyaingi pujangga sesepuh.
Atau bikin cerita yang lebih mengigit dibanding semut rangrang.
Lagian gue pemalu.

Ada kalimat yang menarik perhatian gue
"I promise not to fall in love with my best friend. Ever."
Sebenarnya bukan kalimat dia, hanya kalimat di foto yang kebetulan dia culik dan rangkum bersama tulisannya.

Gue ulangi : I promise not to fall in love with my best friend. Ever.
How dare?! How dare you to promise such an uncertain thing?
Masalah cinta ngga bisa dipastikan. Jangan konyol.
Yang pasti itu cuma kematian sama kenyataan kalau nenek pipiyot itu jahat.
Kalau berprinsip 'berusaha untuk ngga jatuh cinta' sih boleh, tapi ngga usah janji. Bahaya. Bikin susah.
Allah yang punya hak membolak-balikkan hati. Kita punya daya apa?
Kalau best friend nya cuma cewek sih... lain soal. Wajib janji prajurit itu mah, plus doa anti bala.

Gue selalu seneng sama cerita cinta.
Tapi udah agak lama ngga percaya sama si cinta hehe.
Cinta lawan jenis ya. Kalau cinta keluarga mah atuh udah kayak denyut nadi.
Manisnya di ftv aja sih. Bahkan di ftv juga ngga manis-manis amat.
Jadi males sendiri aja ngedenger kisah temen-temen yang tadinya gue dukung full bak simpatisan loyal, gataunya berujung perpisahan.

Cuma akhir-akhir ini, gue mulai percaya lagi.
Karena ada sahabat gue yang kisah cintanya menyentuh banget.
Cinta dalam diam gitu deh sama sahabat SMP nya.
Mmm.. gabisa dibilang diam-diam juga sih.
Soalnya dari bahasa tubuhnya seakan bicara 'suka' walau mulut bungkam.
Mungkin cinta dalam bisik-bisik lebih tepat #sukasukalodew

Terlepas cinta itu seperi apa, cinta tetap menyenangkan.
Kalau ngga menyenangkan, gue ngga mungkin lahir di dunia.
Yang ngga menyenangkan sih kalau cinta nya di mulut aja, bukan di buku nikah hehe.

Gue lagi sibuk mencintai yang lain. Berusaha mencintai sih lebih tepatnya.
Bukan mahkluk, tapi pencipta nya. Ini susah banget tapi. Mohon doanya.
Bisa dibilang LDR. Musuhnya bukan kilometer lagi, tapi ribuan tahun cahaya.
I should write a song, maybe. It sounds cool. Ribuan tahun cahaya B-)

Yang bikin susah sih, kesadaran cinta ini limited.
Beberapa hari aja, bahkan 'jam' kalau lagi sadis.
Astaghfirullah. Tapi itulah gue, pecinta yang lemah.

Ada yang mau ngajarin gue cara mencintai yang benar? ;)

*bunyi burung gagak*

It surely pisses me off

I was reading manga online like i've used to in some previous days. Searching for some mangas with random keyword. Oh not really random for today because my senior has suggested some mangas. While i was in my way to search one of those mangas, i accidentally found this : You and The Secret Flower Garden (Kimi to Himitsu no Hanazono). From the cover, i could tell in instant that i've read that manga. Really good manga. That's one-shot manga. yeah, i THOUGHT that was. Then i clicked the link to that manga, then here what i've got  :


That is exactly the manga that i meant at the first, yet... WHAT ON EARTH IS WITH THE VOLUME? VOLUME THREE???! SO, THAT ISN'T THE ONESHOT MANGA?!!! What does that mean then? My whole life is a lie, huh?

Oh god. I dont know whether i have to glad or upset. This manga's story is just really - truly - super good. Ah for me. Entertaining as well. I always think that "It must be great if this manga becomes the series, not oneshot". Actually i could tell now that my dream does come true, rite?......... Yet it still pisses me off. 

Really pisses me off.

To think of the fact that the manga that i have is like this....

 mine

the japan version

Did you find any numbers like '1' or 'volume one' in that cover which shows that the manga have other series? No? ABSOLUTELY NO!

That is the part that i hate. Why on earth the author didnt put any sign like 'volume 1' or any other things in the first manga. Ah.. If only i had known before, i could've wait till the next come up and collect the manga *sob*

It's been three years. Yeah three years. It'd be hard to search this manga now T_T Ah, it suddenly reminds me of my failure that couldn't reach "Ah dear banchou 5" T___T

That's all for the mumbling.

Here i have a message for you, Mikase Hayashi :

"I hate you"

What a lovely message huh :")

P.S. Here i am. Such a simple human being who loves to spend spare time on reading manga. Not like someone (or some people) whom i adore - spending times on reading such a great book with a lot of inspiring quotes i guess. Yeah, i couldn't deny that we could grow up by what we read today. That might be is the reason why i didn't grow up much and just stuck in the line hahaha the manga line :p I do love manga by the way. On contrary, i need to read other books that could expand my knowledge, not like manga that only lead me to a love (bullshit) stories . Yet, One of the speakers in YOT Conference told that "I didn't really like to choose. If i could get two, why should I pick only one?". That sounds so greedy actually. Then i think, "Oh i could do that too". I could pick those two; manga and the inspiring book. Well, i've just started to like  those kind of book, because well... i need to grow up too, feed my mind with the wider point of view. Then if sometimes i get a little tired, i'll refresh it up with mangas. What a great idea, hum? ;) What? Too late? Too late to make a move? There's no such that words in the dictionary of those who want to be better. Hu-ha!

I promise you, i'll create some reviews of awesome books that i read later. Yeah, even though it could take 100 years from now on maybe..... #slapped Not to forget, i'd still write any random post about manga, absolutely hehe

Then see you :)

Btw, i do apologize if my grammar looks like a disaster. Sorry. I'm still a learner, after all *wink*

Kamis, 25 Juli 2013

Daddy's girl

Malam :) Malam atau pagi ya ini? Who cares.

Nah, malem ini baru aja ayah pulang ke rumah. Emangnya darimana? Dari aceh tentu saja. Buat yang belum tau, ayah itu kerjanya di aceh, doi pulang ke depoknya ya... kalau ada dinas di jakarta, sebulan sekali mungkin ya. Kalau dipikir-pikir, mama gue strong banget. Ayah di aceh, abang pertama di jogja, putrinya yang jelita di bogor, yang bersisa di depok cuma mama sama si tiang listrik, bang ricky. Wajar aja ternyata kalau doi kesepian dan ujung-ujungnya berakhir mantengin FTV nyaris sepanjang hari. Ngga ada temen sih. Puk puk :/

Nah, balik ke ayah. 

Ini efek gue yang terlalu menggilai ayah atau apa, tapi pas tadi baru nyampe, ayah terlihat super ganteng. Makin ganteng malah. Oh, ternyata ayah bawa cokelat berkotak-kotak di tas nya! Pantesan ganteng! Hahahaha #digilingdimesincokelat

Bohong deh, tanpa cokelat juga ayah udah ganteng. Emang takdir.

Ayah gue pas muda sama pas tua sekarang mah beda pisan. Pisan se pisan-pisannya pisan. Ayah gue tuh ya ibaratnya berevolusi gitu kayak pokemon. Pas gue ngeliat foto ayah pas awal banget - sebelum ketemu mama - eta nyaris ngga ngenalin. Mama aja ngga bisa ngenalin. Kurus gitu ngga terurus. Gue yakin kalau mama ketemu ayah pas wujudnya kayak gitu, pasti mama gamau hahahaha. Dan pas gue nanya ke mama, dia bilang "iya sih gamau". Hahaha! I know you so well mom :") 

Sekarang mah ganteng pisan kayak shah rukh khan B-)

Ganteng di luar udah mutlak, kalau di dalam nya? aduh silahkan tanya mama deh sebagai bukti hidup atas kegantengan bapak di bagian dalamnya.............. tunggu sebentar entah kenapa ini terdengar ambigu. Maksud gue, sifatnya ya sifat! Setia nya aduh setia banget, ngga usah jadi charlie dan ngga perlu bikin band, bapak gue setianya udah mendarah daging. 

Kalau masalah ketenangan, kalimat ayah itu entah kenapa lebih menenangkan. Dan ayah seperti tau segalanya yang gue khawatirkan. Gue selalu tenang jadinya. Mukanya ganteng, kalimatnya teduh. Amboi rasanya. Kayak lagi di pantai kena semilir angin.

Walau kadang ada kalimatnya yang secara tidak sadar menekan:

"Ngga apa-apa kok nilainya jelek, yang penting dewi sudah berusaha keras :)"

Gue selalu mau menghantam kepala gue ke tembok tiap ayah atau mama ngomong kayak gitu. Berusaha keras? Tolong, itu kalimat sindiran? Tapi mereka ga bermaksud menyindir kok. Mereka yakin - selalu - kalau gue udah berusaha keras. Ya. Keyakinan itulah yang semakin merobek jiwa gue

Oke. Lupakan.

Btw, ayah cerita banyak hal tadi, tentang petualangan doi ke daerah terpencil. Jadi ayah lagi ngawasin anak-anak PKL gitu yang lagi ngajar di SMP di daerah sana. Dikasih liat videonya. Dan... pulaunya cantik banget! Kayaknya segar. Ngga banyak bangunan tinggi yang bikin sesak. Rumah-rumahnya di atas laut kebanyakan. Keyen. Terus ayah bilang, kalau murid-murid di sana mau sekolah, dia harus nyeberangin laut dulu pake perahu yang biasa disebut pongpong. Konon katanya sih karena bunyi perahunya 'pong pong pong' gitu. Lucu. Gue ngebayangin bunyi pong pong pong itu kayak apa. Bisa dijadiin ringtone ga ya? :| 

Ayah udah jalan-jalan keliling Indonesia selama dinas. Ngiri gue. Huh. Apa? Kerjaan ayah gue? Dosen sih. Dosen bahasa indonesia. Cuma, gue ga ngerti kenapa job nya kayaknya banyak banget. Padahal kan... dosen bahasa indonesia. Well, that's life. Kehidupannya ayah ngasih pelajaran banget kalau gue gaboleh mengecilkan profesi yang terdengar gampang. Ayah bisa ngegedein gue sampe sekarang juga karena profesi ini... plus tambahan rezeki lain dari Allah hehe. Tetep sih, kuncinya mah Allah ;)

Mau kayak ayah, keliling indonesia juga. Maunya ke pulau-pulau yang belum terjamah sama gedung-gedung tinggi. Maunya yang banyak pohonnya. Segar. Jalanan lengang. Ngga sesak. Tapi mungkin gue ngga bakal bisa sebebas ayah, kan gimanapun juga, nanti gue punya suami yang mesti diurus. ha ha ha. Eh tapi bakal lain sih ceritanya kalau suami juga mau ikut berpetualang bareng >:)

Gue sama ayah lagi asik-asik excited ngeliat rekaman speedboat yang dinaikin sama ayah, eh mama malah heboh sendiri "Ih itu serem ga tuh, ih itu bahaya ga tuh. Hiiiiiii"

-_- Pengaruh umur nih. Keberanian pun ditelan oleh zaman. Dikit-dikit takut -_-

G: Mama ih kebiasaan. Apa-apa terlalu dipikirin. Ini tuh kece tau!
M: Itu kan serem lautnya, gimana kalau terjadi apa-apa? :(
G: Kun faya kun ma

Ayah tersenyum membela gue. Begitulah, kalau ayah udah pulang, aliansi antara gue dan ayah pun terbentuk. Gerakan mem-bully mama pun telah secara terkoordinir tercipta. Mama masih sibuk parno. Gue dan ayah sibuk reunian penuh kasih sayang :3

Ngga capek deh memuji ayah tuh. Gue ngeliat ke arah ayah, terus ngeliat ke arah mama.

G: Mama...
M: Iya sayang?
G: Mama kok bisa sih dapetin bapak?
M: Kun faya kun nak

Hahahahaha. That's my mom :")

Kalau ada pertanyaan tentang pria paling ganteng (luar dalam) di dunia, Ayah lah jawabannya. Dengan catatan, tolong jangan masukkan Rasulullah saw, nabi Yusuf atau nabi dan rasul lainnya dalam survey sepihak kali ini. Peace yo :p

Walau suka over protektif sama gue. Suka membatasi gerak gerik gue. Suka ngelarang untuk hal-hal yang sepele. Suka khawatir sama sesuatu yang gausah ditakutkan. Ngga mau ngajarin sepeda pas kecil karena beliau gamau nanti gue ngerasain jatuh dan sakit. Ngelarang gue ikut pelajaran berenang pas SMP sampai gue kebingungan mesti bilang apa ke gurunya. Walau suka lebih sensitif dan lebih rapuh daripada mama. Suka nyepelein kalau gue ngga bisa naik angkutan umum. Mau pulang naik busway dari Balai Kartini aja dilarang karena cemas berlebihan. Jam malam yang diizinin buat gue kadang kalah sama jam malamnya anak-anak SD di komplek. Kalau mau pergi, mesti hapal tiap seluk beluk geografisnya dulu, kalau perlu arah utara-barat-timur-selatan nya gue mesti tau. 

Yet i know that's your own unique way to protect me 

Mau kayak ayah. Mau kayak mama juga. Mereka pasangan yang saling melengkapi. Ayah keren gitu , cool. Mama heboh kayak pasar malam. Ngga heran kenapa Allah menjodohkan mereka hehe.

Sekian curhatan tentang ayahnya. Tentang mama? Kapan-kapan~

(Kalau mama baca ini, pasti ngamuk. Biarin :p hahahahaha)

Nih bagi yang mau ngelamar gue, langsung ke pria ini aja ya (ʃ⌣ƪ)

Jumat, 19 Juli 2013

Nostalgia

Sudah agak lama kiranya tidak bersentuhan dan menyapa dunia goresan hitam putih. Sekilas nostalgia mengenang masa lalu. 

1. Good brother
Cowok yang sayang sama saudara perempuannya itu tingkat kegantengannya meningkat dengan kecepatan melebihi shinkansen.

2.  Kuda-kudaan
Kalau yang ini, lagi iseng ngegambar foto temen gue pas kecil

Nah. Semacam perasaan lega melepas rindu sama 'teman-teman lama' ini.
Tapi agak terdiam pas mama bilang : "gambar kamu bagus sih... tapi buang-buang kertas"

....... Makanya beliin pen tablet dong ma! -_-

Oh, bulan september gue ulangtaun loh. Bagi teman-teman yang budiman, coba ditabung uangnya dari sekarang ya buat nyicil beliin gue pen tablet :")

Sekian. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh *salim tangan*

Rabu, 17 Juli 2013

What i've read

1. Beelzebub
I've explained it in my previous posting ~

 2. Oh dear, only you don't know
This is manhwa. Story about 'behind the scene of women'. Hilarious enogh, for me. They have their own secrets to keep. Those are 6 women - if i'm not mistaken. A simple life, a simple effort, and a simple hope. Ah sorry to say, I forgot each their names  hehe :p 

First woman. She has a wonderful kind husband. They're such an ordinary couple with a peaceful and lovable life. Well, at least, that's what her husband and neighbors think. She is a super-ultra-cute housewife after all....... Nah. Kidding. She is just a waste of being housewife. A hopeless wife. Then, what is she good at? Wrestling, i guess. And another things that related to. She is a leader of a gangster. Seems like yakuza. Perhaps. Yeah watawwww \m/At home, she pretend to be a charming wife who has a pet shop and do such a girly stuffs - that could never be done by herself yet her underlings. This one is my favorite character 

Second woman. A woman who works at bar, ah i don't know what kind of job exactly she take. In simply, she sells some alcohol, listen to what customer says, also has a beautiful face and a ton of fans (include the customers absolutely). Yeah, like that. Oh she is the boss ya, not an ordinary host. I stil didn't know what the secret that she has, yet the author claimed that she hide her past. That's it. I knew it from the title, by the way.

Third woman. The woman with purple hair. Her ability is an awesome skill of makeover somebody's face. With makeup. Relax. No surgery here :p Include makeover herself too. Look at her picture carefully. Beautiful? Yeah not bad. What is she scared the most then? Makeup cleanser #jengjeng. Why?! There's a disaster behind it. What do i mean? Her plain face is disaster. Case closed.

Fourth woman. The blonde hair girl. Middle school girl. She is tall and absolutely pretty. What is she hiding? Her age. From who? The middle-aged man whom she love. Tetot. Oh yeah, that young girl fell in love with a 30 years old man. Ha ha ha ha. She try her best to flirt him. Oh girl nowadays...

Fifth woman. Best friend of fourth woman. Looks like a nerd with glasses. She hides her favourite hobby from others - absolutely boys - because she (and other girls) think that it is kind of embarassing for a girl to have a hobby like hers. What is it? Reading a manga................... Oh man, come on -_- I don't know why this author put a blame so deep on every otaku around the world. What the heck is their mistakes? :"| Aren't you also an otaku, hey author? Maybe, the disgusting part of her is her expression when she read the comics. Yeah, a shoujo comic, i bet. A lovely dovey one. Ha ha ha we all know what it would be like -_-

Sixth woman. An employee in first woman's pet shop. She is normal enough. Yet, when something or someone goes against the rules or norm, she'll scold anybody with a loud voice straightforwardly, bluntly, and etc. Not everyone could deal with someone like this, so that's why she got fired in her previous job and was approved in the first woman's pet shop.


3. Delinquent Lesson
I kinda love it. Hem. A model student who fall in love with a delinquent (No. I mean not a model that take some photo session or some kind like that. What i mean is the nerdy one that always get a first rank in every test result). Quite funny. Yet, their love story isn't that easy to create. Why? Hm.. Secret hahaha.

4. Horimiya
An ordinary love story between a guy and a girl. That's the end #krik. No the truth is, both of them have a totally different image between the 'they' when in school and the 'they' in outside. You don't get it? It's okay.

The image of that man in school : The nerdy with glasses (i don't know why we usually assume that those glasses men are nerdy). The introvert. Not cool enough. Gloomy.

The real image : punk, i guess. haha nope, that's a joke. yet, he did some piercing, that makes him look like punk. He only did it because he felt lonely. Introvert? Oh a lilbit. Yet, he is interesting. He has sooo many tattoos. Yeah. Punk \m/. When hie tied up his hair, wohoooo all girls are screaming ~ not because of scared yet mesmerized. ab-so-lu-te-ly. 

The image of the girl in school : the modest one with makeup. beautiful. oh yeah perfecto.
The real image : plain face is her favourite. busy to take care of his younger brother and all the things in house because her parents is going somewhere - come in and out as they like. 

Then they met, and share their true self. Getting closer. And in love. That's it. By the way, the man is so slow in this case. Innocent. Seems like. 

5. La Corda D'Oro
Such an old manga. It's all about music. I don't really like the plot that the main girl has so many men that love her. Fuh. It's just unfair. Come on. Oh come on. The ending is not as spectacular as i expected. Overall, the story is good.

6. Life is Short, Youngster Delinquent, Love!
I love all about the delinquent! Hahahaha. Oh i'm drunk. It is about the delinquent that have to fall in love with a girl just in case to save his life. What? Mmm.... this story begins with a suspicious old man that suddenly came to him and told that he is going to die. The shadow of death are coming closer to him. In order to safe his life, he must date a girl named ........ i forgot :p So many 'why' that i have in mind when i read this, and haven't been answered haha. Yeah, the manga isn't over yet. Interesting enough to read.

7. Tomodachi to koi no Mannaka
Another romantic story about love in childhood. Perhaps.


Nah. That's all for the manga (and manhwa) that i've read lately.
Any suggestions to read? Ah but please, not the one that already has many chapters hehe.

Happy reading, happy holiday, happy fasting! cheers! *pegang mangkuk penuh sop buah*
Bye!