Halaman

Senin, 20 April 2020

Amanah

Alkisah, ada seorang abang yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap adiknya. Sangat tinggi.
Iya. Ini diambil dari kisah nyata. Tokoh abang diperankan oleh Aniki, sang adik tak lain dan tak bukan adalah saya.

Jaman SMA dulu, aniki yang masih mengeksplorasi dunia menambatkan hati pada kegiatan ekstrakurikuler band. Seperti ekskul-ekskul lainnya, tentu ada kegiatan ospek tahunan bagi siswa baru. Dan tak lupa serentetan daftar aksesori ospek perlu disiapkan. Sebagai makhluk "kalau ngga kepepet, ngga asyik", aniki mempersiapkan peralatan untuk ospek pada sore hari sebelum hari H. Di saat aniki lagi fokus mendekorasi papan nama ospeknya, sang adik pun datang mau menonton abangnya yang lagi sibuk.

Aniki yang terlihat bingung akan sesuatu, sontak ceria melihat kedatangan sang adik. Wajahnya memberi sinyal "Mari kita tanya Galileo" dan yakin bahwa sang adik adalah Galileo.

A : Eh Dewi dewi.. aku mau minta saran dooong
D : Hm? Saran apa?
A : Ini lho, aku harus tempelin gambar sesuatu di papan nama aku buat ospek besok. Aku bingung mau tempel gambar apa. Gambar apa ya yang bagus?
D : Tempel dimana? (melongok ke papan nama)
A : Ini nih. Nanti di sini foto aku, terus di sebelahnya foto 5 tahun ke depan mau jadi apa
D : (sibuk memikirkan gambar apa yang lucu) Oh! Aku punya sisa kertas kado. Gambarnya hewan-hewan gitu. Lucu-lucu gambarnya. Tempel gambar hewan aja kali ya biar lucu?
A : Wah boleh boleeeeh (semangat dan antusias)
D : (mengambil kertas kado dan memilih secara saksama gambar hewan mana yang paling lucu)
A : Udah ketemu belum dewi?
D : (keluar kamar setelah menemukan gambar yang paling bagus untuk sang abang) Ini nih! Ini gambar yang paling lucu (muka super puas dengan pilihan yang telah diambil)
A : Wah iya lucuu. Boleh deh. Aku tempel yah?
D : IYAAAA  (senang karena telah membantu)
A : (menempel gambar dengan bahagia)

---Happy Ending---

(At least, in my thought)

Beberapa waktu yang lama setelahnya (lupa apakah jaraknya hari, minggu, bulan atau tahun)...

Aniki dan sang adik sedang mengobrol santai di suatu hari yang cerah. Entah sedang membahas topik apa, Aniki pun nostalgia ke suatu masa SMA.

A : Wi inget ngga aku pernah minta saran Dewi untuk nempelin gambar di papan namaku buat ospek ekskul SMA?
D : Oh iya inget. Aku kasih saran tempelin gambar hewan kan biar lucu.
A : Iya.. Lucu sih lucu.. Tapi ngga babi juga dong. Dewi ngga tau kan aku mengalami banyak hal karena gambar itu.
D : Hah??? Emang ada apa?????

--- to be continued ---

Penonton : hah? Gimana? babi?
D : Iya. Babi. Aku pilih gambar babi dari beragam gambar hewan lainnya. 
Penonton : ..................................
D : Sungguh aku juga tidak tau apa yang terjadi. Namun yang ada dalam benakku saat itu hanyalah memilih gambar yang paling lucu.
........ Yah.... mungkin memang seleraku.
Penonton & Aniki : YA TAPI NGGA BABI JUGA DONG
D :  *pura-pura tidur*

---lanjutan cerita---

A : Iya aku diabisin pas ospek wkwkwk
D : Lah emang kenapa???
A : Waktu itu kan tema nya tempelin foto yang mencerminkan 5 tahun ke depan kita mau jadi apa. Temen-temenku pada nempelin foto artis, atau pemain musik, atau ada yang tempel foto ayahnya. Lah aku............... Gambar babi.
D : (otak sedang memproses informasi....) (.................) (...... finished 100%) HAHAHAHAHAHAHAHAHA!
A : Ketawa kan sekarang ya. Enak ya ketawa. Langsung itu para senior ngumpul komenin papan nama aku tau.
D : (ketawa semakin histeris setelah menyadari kesalahan fatal yang telah diperbuat) YA ALLAH MAAF HAHAHAHAHA
A : Mereka langsung segerombol nanyain "Apa-apaan nih kok gambarnya babi? Lo lima tahun lagi mau jadi babi?!"
D : (kalau ngga salah ingat gue udah guling-guling di lantai karena sakit perut nahan ketawa pas denger cerita ini)
A : (tetap fokus melanjutkan cerita) Aku panik dong. Ya amit-amit juga masa aku jadi babi. Akhirnya aku putar otak, untung aja ada seniorku yang nama panggilannya kak Babi. Aku bilang aja "Engga kak. Ini maksudnya saya mau jadi musisi yang handal kayak kak Babi"
D : woooooh aniki cerdas juga ya (merasa bangga tiba-tiba)
A : Eits tunggu dulu. Masalah lain muncul.
D : Ada apaan?
A : Seniornya komentar sambil ngomporin "LOH LO BILANG KALAU SI BABI ITU BABI BENERAN GITU? WAH NGGA BENER NIH. BIII... BABI!!! (manggilin kak babi)" Gitu...
D : HAHAHAHA IYA JUGA. Itu dalam hati pasti seniornya juga nahan ketawa banget sih wkwkwk
A : Iya mungkin ya. Wah pokoknya kacau deh waktu itu. Dewi sih.... (muka pura-pura ngambek padahal mah santai kek di pantai)
D : Sumpah sih aku sakit perut banget sekarang hahahaha maaf loh. aku bener-bener ngga bermaksud. Kayaknya aku terlalu fokus mikirin "gambar lucu", bukan tema "5 tahun lagi mau jadi apa".
A : Parah dewi nih
D : LAH ANIKI JUGA SETUJU SETUJU AJA
A : Ya kan aku percaya Dewi!
D & A : (main salah-salahan hingga akhir usia)

--- END ---

Wahai pemirsa yang budiman, sungguh masih sebuah misteri kenapa dulu gue pilih gambar babi. Asli. Gue mikir hingga pusing tujuh keliling namun tidak menemukan jawabannya.

Oleh karena itu, kami harap kejadian ini bisa dipetik hikmahnya.
Saat seseorang memberi amanah kepadamu, entah apapun itu bentuknya, emban lah dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab. Jangan hanya bermodalkan semangat dan niat baik. Itu tidak cukup, sahabat. Kamu juga perlu dibekali dengan ilmu mengenai amanah tersebut. Suatu permasalahan hanya bisa diselesaikan dengan baik jika menggunakan ilmu dan landasan yang benar.

Jika ditanyai tentang sebuah perkara, cermati betul permasalahannya sebelum memberi solusi.

Jangan tau-tau kasih gambar babi aja seenak jidat kayak kelakuan hamba. Udah bukan jaka sembung bawa golok lagi ini mah. Udah level Jaka sembung minta dibakar diarak keliling kampung.

Gue heran kenapa aniki masih punya kepercayaan penuh terhadap gue bahkan setelah insiden itu. Wallahu'alam. Mungkin beliau tau bahwa pintu taubat masih terbuka lebar dan gue masih bisa berubah. Alhamdulillah. I've learnt a lot from my mistake in the past :")

Bagaimana dengan kalian? Semoga kalian selalu menjalankan amanah dengan baik yha~

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.