Laman

Kamis, 02 Februari 2017

Unknown ending

Let alone the black hole
Dancing on top of every lost things
In the unwanted journey, no one can console
Only your sane part could help to think

In the (some) children's eyes
Nothing look shabby and impossible
In the (some) adult's eyes
Everything is a mess and unbearable

It is not the time that change what you see
It is what you've been through that conclude

Don't let the crowd outsmart you
Nor the solitary moment own fully the blue

Pack your bag and crack the universe
Feed the starving brain with a riddle
Or, lock yourself and do the curse
Bury the soul with fear and scruple

Let alone the black hole
Dancing on top of every lost things
In the unwanted journey, no one can console
Only your sane part could help to think

-DEB

Senin, 02 Januari 2017

Desember ceria (part 2)

Minggu 25 Desember 2016


HANGOUT

Film besutan Raditya Dika ini pada awalnya tidak masuk dalam daftar film Indonesia yang akan gue tonton. Kenapa? Gue hanya jenuh dengan tema cerita yang biasa dibawa oleh Radit. Itu itu aja. Cinta lagi, cinta lagi. Makanya gue tidak terlalu tertarik saat mendengar kabar bahwa akan ada film baru yang diproduksi Radit. Namun takdir berkata lain. Saat gue menonton suatu film indonesia  di bioskop (yang gue lupa judulnya), trailer film hangout ada di sana dan berbicara pada gue "Dewi, aku bukan film Raditya Dika yang biasanya. Ayo, datang kepadaku". Kira-kira begitu hingga gue memasukkan hangout ke dalam daftar waiting list film Indonesia gue.

Cukup prolognya.

Sebelumnya, gue sempat melihat postingan di akun IG filmnasional terkait hangout dan beberapa netizen di kolom komentar mengatakan bahwa trailer film nya mengingatkan pada novel agata christie yang judulnya telah gue lupakan. Well, i don't really know about it and i don't give a damn. Ya, genre film ini adalah misteri. Terjadi pembunuhan misterius di antara sekelompok public figure yang tengah berada di pulau terpencil. Oh, jangan lupa, ada genre lainnya di film ini : komedi. Akting para pemeran di film ini cukup brilian. Seriusnya dapet, komedinya dapet. Eh, sebentar.... seriusnya kapan ya? Engga ada deh. Kalaupun ada mungkin hanya beberapa detik. Pokoknya akting mereka terlihat seperti alami. Hal yang menguntungkan dari film bergenre misteri komedi adalah... ya lo ngga perlu serius serius amat. Adegan atau gestur aneh apapun bisa dianggap "ya supaya lucu".  Pujian terbesar harus diberikan ke dinda kanyadewi sih. No doubt. Dia sangat menjijikkan. Btw, memang Dinda ini berperan sebagai seorang dinda yang jorok. She sticked to her role very well. Satu skenario yang sangat ingin gue setujui di dalam film ini, berasal dari surya saputra : "ah radit, lo mah kalau akting gitu-gitu aja, muka datar". Well yes, gue benar-benar lelah melihat muka Radit wkwk.

Berbicara soal plot cerita, alurnya lumayan halus. Komedinya bodoh sekali sih. Sepanjang menonton pembunuhan satu persatu yang terjadi, ada satu film yang langsung terlintas di pikiran gue : scary movie.  Bodohnya sama, sadisnya sama. Kesamaan kedua film ini adalah membuat adegan sadis menjadi hal yang bisa ditertawakan. Ew, kejam. Eh, gue tidak ingat banyak tertawa di film scary movie sih. Gue hanya merasa film itu aneh sekali dan humornya lebih sadis hahah. Cuma ya mereka sama-sama memasukkan unsur humor ke dalam adegan yang harusnya serius. Poin yang lebih unggul di film hangout adalah selera humornya mengayomi selera orang Indonesia, dan berhubung gue orang Indonesia, gue merasa hangout ini lebih jelas lucunya dibanding scary movie hehe. Untuk alur misterinya, hm....... boleh lah, walau ada beberapa celah yang (entah sengaja atau tidak sengaja) bisa memberi petunjuk pada penonton untuk menebak siapa pelakunya. 

Sebagai film komedi misteri yang (kayaknya) pertama di Indonesia, ini bisa menjadi awalan yang super oke kok. Gue merasa cukup terpuaskan dengan film ini. Gue sangat senang, akhirnya, ini film kedua nya Raditya Dika yang gue suka. Semoga banyak yang mengikuti jejak Radit dengan karya yang lebih wah lagi. Yuhu!


Rabu 28 Desember 2015


THE PROFESSIONALS

I LOVE YOU, THE PROFESSIONALS!

Omg is that too much for a prolog? lol

Gue memiliki ekspektasi yang cukup besar terhadap film ini. Dan hasilnya? Mereka tidak mengecewakan gue! Oh yay! We're so run out of indonesian movie with action genre, dude! This movie fulfilled our need perfectly! For sure. Kyaaaa! 

Fahri albar, arifin putra dan lukman sardi sudah cukup untuk menjadi surat jaminan tak tertulis bahwa film ini akan memiliki nyawa yang baik. Kisah ini, singkatnya, adalah kisah balas dendam sekelompok orang atas kecurangan yang dilakukan seorang pengusaha. Fahri albar, entah bagaimana, masih sangat terlihat keren walau ia punya kantong mata segede carrier. Fahri albar adalah pemimpin dari misi balas dendam ini. Anggota tim terdiri dari empat orang : ahli IT, petarung, si jenius pembuka brankas dan supir cantik. Lukman sardi berperan sebagai si jenius pembuka brankas. Ah, lukman sardi, i respect him so much as an actor. Ekspresi lukman sardi sangat sangat.. sangat menghibur (ekspresi dingin, tajam, bermakna dalam), terlebih saat bertemu dengan anggota tim lain yang jorok lol. Karakter petarung dimainkan oleh seorang (yang mukanya terlihat seperti) bule. Well, sesungguhnya sedikit terjadi inkonsistensi pada karakter petarung ini. Pada awalnya, karakter fahri albar mengatakan bahwa si petarung tidak bisa berbahasa indonesia, namun dalam banyak percakapan, saat lawan bicaranya menggunakan bahasa indonesia, dia mengerti, bahkan kadang membalas dengan bahasa indonesia juga, tanpa terlihat mengalami kesulitan. Well, bukan masalah besar sih, cuma ada baiknya untuk konsisten terhadap apapun pernyataan yang terlontar di dalam film. Berikutnya adalah pemeran ahli IT. Doi memiliki karakter yang... cukup jorok dan berantakan. Dia, secara tidak langsung, juga memegang peranan penting sebagai pewarna dalam film ini. Film ini jadi lebih hidup dan ceria, gitu deh. Auk amat wkwk. Bagaimana dengan si supir cantik? Well, sebuah misi besar tidak pernah lengkap tanpa bantuan dari wanita cantik bukan? Entah kapan, tapi kita pasti membutuhkannya. Gue sangat suka betapa hidupnya interaksi antar satu peran dengan peran lainnya. Harmonis~ Oh! Ada satu lagi pemeran penting yang membuat gue jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat trailer film the professionals : ARIFIN PUTRA! He is so good for being a villain. I started to like him a bit since i watched his acting in rumah dara. Ibaratnya, inner beauty nya arifin putra ini sangat keluar saat dia berperan sebagai antagonis. Gue berharap untuk lebih sering melihat dia sebagai orang jahat di film-film masa depan. 


My favorite line from Arifin Putra : "Harus ada yang berkorban untuk kepentingan bersama. That's you" *grin*

So evil. rite? Oh... lovely!

Mari berbicara latar! Film aksi dan latar tempat menurut gue cukup berkaitan dan penting. Latar yang baik akan membawa mood film yang oke. Gue suka interior kantornya yang simple tapi pas sesuai yang dibutuhkan, dekorasi ruang brankasnya pun lumayan terasa sakral, markas fahri albar and the geng terlihat cozy dan berkelas (somehow), dan bahkan gue menikmati latar ruang toko lukman sardi yang sebenarnya hanya beberapa menit tampil di film ini wkwk. Secara visual, film ini memenuhi harapan gue. Gue sempat mengkhawatirkan terkait akting dan efek visual film ini sebenarnya, namun keraguan gue tak terbukti. Ihiy! They did a great job.

Secara cerita, sepertinya ini bukan cerita yang terlalu kompleks atau yang memiliki twist ending super cerdas. Bahkan mungkin, tema balas dendam bukan cerita yang baru lagi. Namun, ketahuilah, film ini memuaskan. Sangat. Gue jauh lebih menyukai film ini tentunya, dibanding headshot. Jenis action di film the professional ini adalah yang menggunakan otak, bukan otot. That's why it is more interesting. Selain itu, film ini tidak menyuguhkan ketegangan yang kaku, namun ketegangan yang berenergi dan dilingkupi humor yang ngga berlebihan. Humor elegan, kalau gue boleh beri nama. Oh efek suara di film ini juga menjadi pelengkap yang padu! Gue sangat menikmati padanan antara lagu klasik dan lukman sardi, wkwk gue ngakak sih pas adegan ini lebih tepatnya (hanya yang sudah menonton film ini yang mengerti).


Nah, setelah gue sudah memuji panjang lebar, izinkan gue membahas hal-hal lain yang bisa lebih disempurnakan.

Hal ini terkait volume suara saat Fahri Albar melakukan narasi perkenalan tokoh anggota tim. Suaranya agak tenggelam dengan suara background. Gue kurang mendengar jelas narasi nya sehingga agak skip mengenai latar belakang karakter si petarung. Entah crew film nya yang kurang menyeimbangkan antara volume suara fahri albar dengan background atau gue nya aja yang kurang  mampu mendengar dengan baik. wkwk

Terus ada lagi sih detail teknis yang ngga sengaja gue perhatikan dan cukup memberi pertanyaan. Sidik jari tangan kanan dan tangan kiri itu sebenarnya berbeda ngga sih? Well oke, segitu saja deh. Tidak perlu dibahas lebih lanjut. Anggap saja angin lalu~ #nggausahdibahasdariawaldongharusnyadew 

In simply, i really love this movie. Gue sangat berharap semakin banyak seniman indonesia yang mulai berani menggarap naskah film action lebih banyak lagi. Film action yang pakai otak tapi yah. Warga Indonesia sudah terlalu kenyang dengan kekerasan otot soalnya wkwk. 


Nah, sekian saja review kali ini. Mohon maaf bila banyak kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 29 Desember 2016

Desember ceria (part 1)

Jumat 9 Desember 2016


BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA 2

Halo. Aca dan abimana kembali hadir pada sekuel bulan terbelah di langit amerika yang kedua. Setelah membahas 'akankah dunia lebih baik tanpa islam?' di film pertamanya, kini bulan terbelah part 2 (mari kita singkat judulnya, karena terlalu panjang. yeu) mengangkat tema 'apakah muslim penemu amerika?'

Topik yang menarik bukan? Apa filmnya semenarik tag line nya?

Dari segi pemain, gue tidak merasa ada masalah sama sekali di film ini. Akting semua peran sama bagusnya, meyakinkan. Gue suka gaya boy william di sini by the way, tengil gitu, tapi menurut gue pas dengan karakter perannya. Kalau di film sebelumnya sempat ada masalah (menurut gue) di bagian crowd, kini di film ini tak ada lagi masalah itu. Crowd nya cukup dan pas sesuai skenario.

Mari masuk ke bagian cerita. Bulan terbelah part 2 kembali mencampurkan sub cerita yang lain selain menu utamanya (kisah hanum dan tugasnya mencari berita mengenai penemu amerika). Sub ceritanya ada dua, yaitu kisah asmara stefan dan hubungan antara azima dengan ibunya.

Sayang sekali, film ini kurang berhasil dalam menggarap cerita yang menjadi menu utamanya. Sangat dangkal dan tanpa simpulan yang memuaskan. Gue hanya bisa terbengong dan menggumam saat melihat film nya sudah selesai "Oh? Udah selesai?". Sayang, padahal dari segi visual, akting, audio maupun instrumen pendukung lain nya udah oke. Namun kontennya dangkal sekali. Sedih. Gitu deh. Paling penting adalah : gue merasa pertanyaan 'apakah muslim penemu amerika' belum terjawab.

Sub cerita nya lumayan membantu film ini agar terlihat masih menarik. Stefan menggemaskan. Anaknya azima cantik sekali #salahfokus.

Ya, apapun filmnya, penting untuk memastikan bahwa pesannya sampai ke penonton. Be.. Begitulah (ngga tau lagi ngomong apa sebenernya wkwk).


Minggu 11 Desember 2016


HEADSHOT

Ini film iko uwais pertama yang pernah gue tonton. Banyak yang memuji beliau, gue jadi penasaran seperti apa sepak terjangnya. Film ini menggunakan alur campuran ya, banyak flash back nya. Gue suka film yang alurnya maju-mundur begini, entah bagaimana terlihat lebih berseni haha. Pemain-pemainnya menarik. Gue ingin memuji julie estelle pertama kali. Dia sangat terlihat seksi, eh, keren maksudnya hahaha. Eh serius deh, julie estelle ini keren sekali. Beneran kayak kriminal bule yang cantik tapi berbahaya. Untuk iko uwais... akting berantemnya memang dahsyat. Doi memang cocok sekali kalau jadi peran yang banyak berantemnya begini dengan gaya kaku dan cool. Chelsea islan? Bagus bagus bagus. Ng.. gue agak terganggu dengan pemeran lee. Bukan, bukan karena aktingnya jelek kok, bukan. Gue hanya sedikit kaget dengan suaranya. Suaranya agak lebih tinggi dari yang gue harapkan. Ini hanya stereotipe di kepala gue sih. Menurut gue, kepala mafia itu harus punya suara yang berat dan dalam. Hahaha. 

Beberapa teman gue ada yang nanya ke gue "Gimana cerita headshot?". Lalu gue biasanya akan jawab sambil berpose mengangkat senjata "Ini akan merangkum segalanya. Dor dor dor dor dorrrrrr dorrrr dooorrrrr". Pfff. Ya, kurang lebih begitulah ceritanya. Tentang dunia mafia dan seseorang yang ingin keluar dari dunia itu. Sepanjang film, gue agak mengkritik beberapa hal. Well, sebenarnya gue hanya ingin menganggu aniki yang nonton bersama gue saat itu (hey ini film kedua gue dan aniki! yay!). 

Hal-hal tersebut antara lain :

1. Bus yang dinaiki chelsea islan konon (katakanlah, dari kota X) akan pergi ke arah jakarta. Kemudian, iko uwais mengejar bus tersebut karena curiga telah terjadi sesuatu (iko datang dari kota X). Pertanyaan : kenapa arah datang iko berlawanan dengan arah datang bus? Harusnya sama dong. Justru iko datang dari arah jakarta. Sungguh, terlalu.

2. Iko dikunci di dalam bus yang penuh api membara. Iko terlihat panik karena tidak ada jalan keluar. Gue cuma penasaran sih, emang jendela bus nya gabisa dibuka ya? Hm. Kecil sih jendelanya. Mungkin itu alasannya mas iko lebih memilih menghancurkan kaca belakang bus dengan cara yang jantan, heroik dan dramatis. 

3. Dua orang bersenjata dikirim untuk melumpuhkan iko. Salah satu orang pergi (kalau gasalah karena lampu mendadak padam dan dia mau menyalakannya atau karena apapun alasannya yang sudah gue lupakan, salah satu dari mereka pokoknya pergi dulu) dan membiarkan satu temannya (yang tentunya bersenjata) menangani iko (yang tanpa senjata). Teman ini dan iko sudah bergelut dengan menghabiskan waktu yang begitu lama. Tapi, KEMANA YANG SATU LAGI? KOK NGGA BALIK BALIK?

4. Akhirnya salah satu orang yang tadi pergi telah kembali, setelah temannya mati. Bagus. Setidaknya masih ada satu orang lain bersenjata yang bisa menghabisi iko.  Namun apa yang terjadi bung? Orang itu melempar senjatanya ke lantai dan membiarkan pertempuran antara dirinya dan iko sama-sama bertangan kosong. WHAT? SERIOUSLY DUDE? Baiklah, hanya ada beberapa pilihan penjelasan atas apa yang terjadi di sini : a) sebagai seorang petarung, dia sangat gentle karena tidak menginginkan pertandingan yang tak seimbang; atau b) sebagai seorang individu, dia sangat arogan karena berpikir pasti bisa menaklukkan iko walau tanpa senjata; atau c) sebagai seorang bawahan yang diberi tugas oleh bos nya untuk menangkap seseorang, dia sangat bodoh.

Kira-kira begitu. Eh anyway, walau gue mengkritik hal-hal di atas, gue sangat menikmati film ini kok. Kebetulan, gue memang suka adegan berantem hehe. Dan untungnya, memang koreografi berantem mereka sangat bagus dan indah untuk dinikmati. Efek slow motion pada gerakan tertentunya juga cerdas, membuat gerakan menjadi lebih dramatis. Sukak! Adegan julie dan iko di pantai juga indah! Engga.. mereka ngga bergenggaman tangan sambil bertatapan dengan latar matahari terbenam di lautan kok. Mereka berantem dan ada selipan scene masa lalunya gitu hehe Selain adegan bela diri nya yang aduhai, latar tempatnya juga bagus, dapet gitu feel nya. Markas nya, sumur nya, suka :)

In simply, cerita nya ngga terlalu ribet sih. Kalau kamu bukan penikmat adegan berantem.... mungkin bisa cari tontonan yang lain saja. Kalau kamu penikmat iko uwais atau chelsea islan, segera tonton film ini sebelum turun layar hahah :p 

Akhir kata, mohon maaf bila banyak kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.