Laman

Senin, 21 Agustus 2017

Film-film yang tertunda

Yea, i guess it's still a bit difficult for me to be on time in writing the movie review lol. Argh, my bad. It's not like anybody wait for it sih, yet i still need to be consistent and give my all on what I did, right? Huh, I'll try my best not to postpone it next time. Hu-ha!

Kamis 27 April 2017


THE CURSE

Oke, sejujurnya menulis review film yang ditonton berbulan-bulan lalu adalah bukan suatu hal yang mudah. Wkwk. Banyak potongan ingatan detil yang pasti sudah rontok satu per satu. Namun saya akan berusaha! *gulung lengan baju ala mau berkelahi. 

Dipandang dari segi ceritanya, sesungguhnya tema yang diangkat lumayan menarik : pengungkitan kembali kesalahan yang terjadi di masa lalu. Diungkit tidak menggunakan jalur hukum maupun keadilan yang (ironisnya dipercaya) sudah tidak jelas basis pembelaannya. Namun, diangkat kembali menggunakan bantuan hal gaib.

I was like "Oooh"

Namun oh namun, ada beberapa hal yang agak kurang gue terima di sini. Dalam suatu adegan, pemeran utama (katakanlah A) meletakkan mobil nya tepat di depan gerbang rumah B lalu menyelinap masuk untuk menemui B. Tak lama setelah adegan penyelinapan nya, C pun tiba di rumah B. Oh si A ngumpet ngomong-ngomong. Lalu B dan C ini asiklah ngobrol bermesraan mengenai rencana jahat mereka. 

Yang tidak masuk akal : Lah emang si C ngga lihat ada mobil orang lain menghalangi gerbang masuk? Si C ini datang dari mana? Jatuh dari langit-langit?!

Versi husnudzan : (a) mungkin ada dua gerbang masuk (b) mungkin si C ini memang baru keluar namun tidak keluar dari kawasan rumah, hanya cari angin di pekarangan mereka yang luas banget itu aja, so jadi dia ngga liat kalau di depan gerbang masuk utama ada mobil orang asing yang bertengger cantik.

Hal menyebalkan lainnya adalah.... bagian akhirnya. Gue tidak tau apakah itu kesalahan bioskop gue atau memang film nya dibuat menggantung seperti itu. I mean... ini bukanlah menggantung yang wajar. Ini keterlaluan haha

"Jadi bagaimana cara saya untuk menghilangkan sixth sense ini?"

"Satu-satunya cara untuk menghapus sixth sense kamu adalah..."

Lalu layar bioskop menjadi hitam dan bermunculan lah nama orang-orang yang berjasa di balik pembuatan film ini. Tamat.

Kan... agak oink oink. 

Versi huznudzan (II) : satu-satunya cara untuk menghapus sixth sense kamu adalah... mati. Mati! MA-TI! MATIKAN FILM INI SEKARANG JUGA!

Begitulah versi hunsudzan terbaik yang bisa gue suguhkan.

Maka simpulan dari film ini adalah... *layar laptop mati* *tamat* Sekian :)


Senin 26 Juni 2017


SWEET 20

I LOVE THIS ONE AND I LOVE TATJANA #slapped

Ku bahagia akhirnya Tatjana mendapat peran yang seru seperti ini. Dan sungguh, gue sebagai penikmat miss granny versi korea merasa terpuaskan dengan film remake ini. Terima kasih semua kru! Kalian menyenangkan~

Oh, di antara semua adegan yang telah sukses direka ulang atau dimodifikasi, mungkin hanya satu adegan saja yang sedikit kurang memenuhi ekspektasi gue. Bagian saat si cucu ingin melamar nenek muda nya menjadi penyanyi utama band. Nah, itu aja sih agak hilang sedikit penekanan kesalah pahaman interpretasi intensi di antara keduanya. Kalau di korea, di bagian adegan itu diberi flashback ingatan jaman dahulu saat almarhum kakek melamar, makanya saat sang nenek menolak "tidak tidak tidaaak" itu lebih jelas maksud dan penyebabnya kenapa. Kalau yang di Indonesia tidak ada penekanannya, jadi kurang mantap aja. But, that's okay.

Keseluruhannya film ini sangatlah menghibur dan membuatku rindu keluarga. Ku.. menangis seperti saat menonton miss granny sih. Apa lah aku ini, hanya jajahan bawang merah.

Pokoknya aku suka tatjana. Dia cantik. Sekali. Dan oh! Terima kasih morgan sudah memutuskan meninggalkan dunia boyband dulu, senang melihat mu sebagai aktor. Semoga bertemu lagi di lain film~ Sekian :) 


Selasa 1 Agustus 2017

Selasa 8 Agustus 2017

MARS MET VENUS

Wah, gue baru tau bahwa jarak gue menonton kedua film ini persis 1 minggu. Haha #faktapenuhfaedah

Gue terhibur nonton film ini, perut gue sakit dan ekspresi ge pamungkas selalu tidak santai dan minta dibantai. Konsep film nya asik, mencoba mengurai film dari dua sudut pandang dan bercerita dengan modal dasar pembuatan vlog. 

Film nya enak, santai dan ringan. Kalau mau yang berat, coba cari film karya ilmiah saja ya. Jangan yang ini.

Secara keseluruhan gue suka. Namun secara prinsip pribadi, gue agak tidak terpuaskan dengan cerita di balik "mengapa sang cowok belum memperkenalkan sang wanita pujaan kepada orang tuanya". Alasan di balik tak kunjung diungkapkannya hubungan mereka bahkan setelah 5 tahun itu terlalu dangkal menurut gue. Gue agak kurang kena di bagian itu. Ku pikir ada apa, eh ada bakwan saja ternyata. Huft.

Surprising element : lukman. Hahahaha. 

Gue pernah baca komen seseorang yang menonton premier mars met venus part cowok. Begini kurang lebih bunyinya "Gila akhirnya di film ini Lukman muncul dan ngga nyangka banget dia orangnya hahaha"

Semenjak itu gue penasaran. Siapa memang lukman? Sampai tidak disangka begitu.. Apa benar sama sekali tak bisa disangka?


Dan...

Benar tak kusangka! Hahahaha! Lumayan membuat gue tertawa sih.

Terima kasih, film nya menghibur! Tapi jangan sering-sering ya bikin film kayak gini. Nonton perlu uang bung! Ngga usah lah diganda-gandakan. Cukup pemain bulu tangkis aja yang ganda! :"))))))





Nah, sekian saja review kali ini. Mohon maaf bila banyak kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 31 Mei 2017

Just read

Take me to the place where freedom isn't a myth
Bring me the person that makes my heart always in irregular beat
Though this feelings may not be as red as beet
I know still, that this is worth it
We would never know whom we're going to meet
Whatever it may be, i just wish it's not another skit
Don't cause a mess, since I ain't no shit

23:14 WIB


Selasa, 25 April 2017

Tonight's flow

Assalamu'alaikum! Halooo! Anyeong! Konbanwa! Gute nacht!

Ceritanya gue sedang rindu menceritakan hal-hal remeh mengenai aktivitas gue hehehe. Izinkan kali ini gue bercerita panjang lebar dan saling kait mengait seperti jaring laba-laba. 

Jika kalian bertanya "apa ada hal spesial yang terjadi malam ini?". Gue akan jawab, "setiap hari adalah spesial". Gue yakin itu terdengar sebagai omong kosong belaka haha. Dan gue tidak akan menyalahkan kalian jika interpretasi itu yang ada di dalam kepala kalian. I'm okay. Yet, i really mean it.

Kelebihannya hari ini adalah gue merindu pada spontanitas dan kerajinan diri gue menulis di zaman dulu (wah tua sekali rasanya saya sekarang ya *periksa ada uban apa engga*).  Ah, gue harap kalian selalu dalam keadaan berbahagia. Mari baca sedikit kebahagiaan versi saya. Kalau belum ada waktu, bisa dicoba lain hari. Santai, in sya Allah jika diberi waktu, kita bertemu lagi.


PILOXING

Sebenarnya gue awalnya ngga ingin bercerita soal aktivitas yang mulai gue coba tekuni sejak awal tahun 2017 ini, takut ngga konsisten hahaha Yap, aktivitas rutin berolahraga. Wah, ini bukan hal yang mudah untuk gue yang lebih memilih menjadi suporter di bangku penonton tiap ada kompetisi olahraga kampus atau yang berolahraga hanya bila mendapat nilai. Kalau boleh jujur, dari lubuk hati yang terdalam, gue bersyukur mengalami peningkatan berat badan. Banyak yang bisa gue ambil hikmahnya : bahwa tubuh gue perlu diperhatikan dan orang-orang tak akan pernah bisa kita puaskan secara bersamaan. 

Teman gue pernah bertanya begini "Ikutan olahraga kayak gitu bukannya ngga bikin tambah kurus ya?". Sepertinya gue bilang saat itu bahwa ya bukan kurus kok tujuan utama nya. Lalu dia dan nada sinisnya (wkwk) menjawab ulang "Yakin? Jujur lah, ngga usah munafik. Pasti mau kan berat badannya turun?". Gue diam sambil merespon pelan dan tak percaya diri "Ya... mau sih". 

Sekarang, setelah gue berpikir ulang, izinkan gue klarifikasi. Kalau ditanya "apakah gue mau berat badan gue menurun?" Oh tentu saja mau. Mengapa tidak? Ya kan? Namun, yang gue lupa tekankan saat itu adalah tetap saja, jujur, bukan itu yang gue benar-benar inginkan. Gue ingin badan gue kuat. Gue ingin otot gue terbentuk agar tidak kendor dimana-mana. Ya, ngga usah berotot-otot amat kayak atlet angkat besi juga ya. Gue ingin merasa.. kencang? Haha. Dan kedua, gue ingin menantang diri gue sendiri untuk berubah. Gue ingin benar-benar peduli pada kesehatan dan kekuatan tubuh gue. Itu! *menunjuk ke arah penonton* Kurus? Bonus~ Hahaha.

Oh soal pernyataan "orang-orang tak akan pernah bisa kita puaskan secara bersamaan", itu maksudnya adalah setiap orang punya selera masing-masing. Seriously, ada yang bilang badan gue bagus pas berisi begini, di sisi lain ada juga yang menyarankan (dengan keras) untuk menurunkan berat badan, sementara di sisi seberang ada juga yang ngga peduli dan ngga membahas (terima kasih Tuhan telah melahirkan orang tipe yang ketiga hahaha). Jadi? Gue akan mengurus badan gue sesuai dengan yang gue harapkan karena gue lah yang dititipkan tubuh ini oleh Allah. Yeah, swag.

Ngomong-ngomong... ITU BARU PARAGRAF PEMBUKA LOH HAHAHA

Gue mau bercerita tentang olahraga piloxing yang gue alami malam ini padahal hehehe. Yaudah, gue persingkat deh wk. Sebelumnya gue pernah mengikuti piloxing sekali, dan..... banyak duduknya. Gue kabur. Hahaha. Pegal pakbos! Piloxing di tempat gue itu ya gabungan boxing, pilates dan dance katanya. Sebenarnya kalau gue pikirkan baik-baik, gerakannya biasa aja. Sederhana. Tapi kok ya pas gue praktekin rasanya badan ini menjadi lunglai tak berdaya. Kelamaan dimanja sih badannya. Peserta lain ada yang tumbang bersama gue, namun lebih banyak yang bertahan. Nah, itu pengalaman pertama gue. Malam ini adalah pengalaman kedua. Gue sempat ragu, cuma berhubung gue baru saja membuat dosa di siang hari (makan 4 potong pizza meat lovers pinggiran sosis ukuran medium yang ternyata sangat memenuhi rongga perut gue) dan bolos yoga di pagi hari, akhirnya gue menguatkan niat untuk piloxing. Oh anyway, gue itu olahraganya suka beda-beda, kadang yoga, kadang zumba, sekarang lagi coba piloxing. Ya, mumpung paketnya bisa milih jenis olahraga sesuka hati ya mengapa tidak kan, sahabat super.



Gue datang lebih awal di saat yang lain belum tiba. Gue mengitari ruangan yang berisi hiasan pajangan kata-kata motivasi untuk berolahraga. Salah satunya adalah foto yang gue pampang di atas. Gue merenung cukup lama pada pajangan ini hingga secara tidak sadar ternyata kalimat ini meresap begitu dalam masuk ke kulit hingga aliran darah (oke, suka-suka lo). Interpretasi kalimat ini buat gue adalah : Kaki lo ngga capek woy, otak lo aja yang kasih instruksi buat menyerah. Dasar labu siam kaleng! Lembek!

Nah, dengan semangat itu gue memulai piloxing yang alhamdulillah berakhir tidak selemah sesi pertama. Yey! Kali ini gue coba menerapkan cara bernapasnya yang pada pertemuan sebelumnya tidak gue ketahui. Beda ternyata cara bernapasnya sama yoga *nyengir. Dan tak lupa, sambil dihantui kalimat petuah dari pajangan itu, gue berusaha sekuat tenaga untuk tidak manja. Sesekali gue berhenti sebentar atau mengendurkan tenaga gue, namun gue merasa lebih puas di sesi ini daripada sebelumnya. Progress yes.

"Pas pertama kali piloxing kamu banyak istirahatnya ya, sekarang udah lebih bagus" kata mbak-mbak instruktor manis yang terlihat lebih muda dari gue (atau seumuran tapi gue nya aja yang agak boros wk hiks).

Wah gue senang dia mengingat gue, plus gue jadi lebih merasa semangat karena dihargai prosesnya. Jadi maloe. Unch. Apakah gue akan lanjut piloxing lagi? Lihat saja nanti bung hahaha.


BIG BANG - WINNER

Tepat setelah gue selesai pulang dari piloxing, sahabat gue tersayang yang sedang sibuk-sibuknya mengamati tren Kpop menawarkan gue untuk menonton suatu variety show yang ada bigbang nya. Oh, gue juga sukses diracuni bigbang olehnya. Terima kasih kupanjatkan, wahai sahabat sejati (lafalkan menggunakan nada meledek). Variety show kali ini tentang sekelompok trainee dari YG entertainment yang sedang memperebutkan posisi debut. And I was like "wow.... life is tough". Dan gue sangat salut pada agensi korea yang betul-betul memoles talent nya sebening dan seberkualitas mungkin sebelum diluncurkan ke publik. Ditempa selama bertahun-tahun..... gila sih. Udah gitu sebelum bisa debut, harus bertarung dulu dengan sesama trainee lain. Gila sih. Luar biasa!

Oh bigbang sebagai juri kok by the way haha. Winner adalah salah satu tim yang sedang dievaluasi di variety show itu. Sahabat gue tersayang ini sedang jatuh-jatuhnya sama Winner jadi doi kini hobi mengulik segala macam sejarah hidup Winner haha.

Melalui segala obrolan kpop ini, gue percaya bahwa memang sifat kerja keras dan pantang menyerah itu selalu penting. Dimanapun, kapan pun, apapun ceritanya. Pastikan berjuang di jalan yang benar yah hehe. Benar menurut apa? Kalau gue sih masih pakai acuan agama, ngga tau yang lain. Dan satu hal lagi, perasaan manusia benar mudah sekali dibolak-balikkan hahaha.

Rasanya kemarin gue dan sahabat gue ini hanya tau nama TOP, tanpa tau bahwa dia adalah anggota bigbang. Perlahan mengetahui anggota yang lain lalu kemudian menjadi suka pada satu kesatuan bigbang. Oh, sejak dulu (SMA), gue mengakui lagu mereka enak didengar sih, cuma gue ngga pernah lihat muka anggota bigbang sebelumnya. 

Rasanya kemarin gue dan sahabat gue cuma membahas winner sebagai lelucon untuk seungri. Perlahan, sahabat terniat jika ingin ini pun kecantol dan menjadi inner circle (sebutan fans winner). Kali ini, gue hanya menyemangati saja di sisi seberang. Gue tidak ikutan haha. 

Rasanya.. akan lebih banyak lagi yang berubah untuk ke depannya. Semoga untuk hal yang lebih baik.

Dear sahabat, jangan lama-lama fan girling nya, diurus itu ya proyek minuman coklat nya hahaha. Aku mendoakanmu selalu.


CITA-CITA


Ini adalah chat ter-halu yang gue dapet malam ini. Hahaha. Gue? Mau jadi guru? Wah. Luar biasa. Entah beliau sedang mabuk skripsi atau emang ingatannya lagi kecampur-campur bareng cendol. Gue tidak pernah menyatakan keinginan gue sebagai guru kecuali saat gue masih duduk di bangku SD. Itu pun tak bertahan selama sehari dan segera berubah menjadi "aku mau jadi dokter". Sungguh tak setia.

Lucu sekali. Gue jadi tertawa. Gue merasa profesi guru itu adalah pekerjaan yang... sangat berat. Untuk itu gue tidak merasa ingin melakukannya haha. Gue akan memulai menjadi guru untuk diri gue sendiri dulu dan anak-anak gue nanti. Kalau untuk anak orang lain.... gue pertimbangkan lain kali yah. Siapatau kelak gue punya keberanian dan ilmu yang berlebih, in sya Allah tidak ada yang tidak mungkin hehe. 


Ah ngomong-ngomong, ini adalah foto yang teman gue bilang cakep dan tidak berdosa. Itu gue. Sekian dan terima kasih. Silahkan pergi saja buat kalian yang tidak percaya. Enyah lah dari dunia Dewi! Hahaha.


Wah! Sudah tiba akhirnya di penghujung tulisan. Bahagia sekali rasanya menulis acak begini. Hehe. Berhubung lagi bicara tentang menulis, ada satu kalimat Raditya Dika yang entah mengapa selalu menempel di kepala "Cara untuk menulis yang bagus adalah dengan menjadi jujur pada tulisan lo". Wah, sederhana tapi merdu.

Begitulah. Gue ngga bisa bilang tulisan gue ini bagus atau tidak, tapi gue coba menyuguhkan kejujuran dalam setiap kata. Pada akhirnya, yang menyukai akan tetap bertahan membaca, dan yang tidak sesuai dengan seleranya akan pergi tanpa disuruh. Berlaku untuk segala situasi. Hehe.


Oke. Sekian dan gue akan pamit undur diri. Terima kasih! Selamat berbahagia! Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.