Laman

Minggu, 27 Desember 2015

Agama, cinta dan film

Minggu 20 Desember 2015

Ini adalah hari pertama gue menjalankan misi gue : menonton film Indonesia di bioskop. Kalau jiwa dan dompet menyanggupi sih ingin menonton semua film Indonesia yang tayang di layar lebar. Semoga terealisasikan. Saatnya gue memberi kesempatan menyaksikan dan menghargai karya seniman Indonesia menggunakan dompet. Mohon maaf, biasanya cuma bisa kopi soft file film Indonesia dari satu FD ke FD yang lain atau jalan paling mulia (dan paling mager) yang bisa gue lakukan adalah dengan  menunggu film nya tayang di layar kaca televisi. Mohon ampun. Makanya saya sekarang taubat. Film Indonesia hanya perlu dikasih kepercayaan dan kesempatan. Pun dalam misi ini gue mau lihat sendiri  apa benar paradigma gue selama ini yang menyamaratakan film Indonesia  dengan FTV di siaran TV swasta. Di sisi lain, gue punya keyakinan kalau film Indonesia sekarang udah punya banyak banget perbaikan dari segi teknis. Pengambilan gambarnya kan udah cihuy, ngga kayak jaman warkop DKI masih merdeka. Jadi, gitu deh. Saya mendedikasikan diri saya untuk menonton dan mereview film Indonesia. Kalian mendingan ngga usah baca soalnya isinya bakal penuh kesotoyan, saya cuma mau menuntaskan misi saya. Bhay. 


BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA

First of all, gue mau memberi review untuk diri gue sendiri : WOY KALAU MAU KASIH REVIEW LAIN KALI PAS FILM NYA BARU BANGET DI TONTON DONG BIAR MASIH NYANTOL DI KEPALA. UDAH TAU MEMORI SEMPIT BEGITU DI CEREBRUM DAN CEREBELUM, PAKE JADI WAITING LIST SEGALA. UDAH LUMER SEKARANG MAH.

Gitu aja. Yuk lanjut *senyum bidadari*

Oh fyi, gue ngga tau apakah film ini adaptasi dari novel atau tidak, yang gue tau gue hanya mereview film ini dari apa yang sudah gue tonton saja. Yuhu~ Pertama, biar gue puji latarnya. Menurut gue adalah hal yang sangat lumrah jika setting nya bagus, luar negeri tjoy. Yeah, stereotipe nya luar negeri kan gitu : pemandangan bagus dan bersih. Good lah good, memanjakan mata. Kedua, aktor dan artisnya. Gue suka pemeran pria dan perempuan keduanya. Siapa ya namanya lupa, temannya si Rangga. Gue juga suka Rangga. Yailah Abimana bro. Semuanya bagus kok castingnya. Walau gue suka merasa di setiap aktingnya Aca, dia suka memberi ekspresi ngotot atau emosional yang agak sedikit berlebih. Kayak ngga santai gitu kakak. Bukan jelek, gue cuma bisa melihat aura antusias dia dalam berekspresi. Mungkin perasaan adek doang sih, agak berlebih dikiiiiit aja. Ketiga, sisi ceritanya. Cerita mengenai WTC dan Islam bukan kali pertama diangkat sih. (Meski sesungguhnya gue cuma tau film my name is khan hahahaha! maklum, gue bukan penikmat film sih, jadi maafkan lah jika pengetahuan gue akan film di dunia ini minim). Pesan yang mau dikasih ada dua di film ini. Ada pesan mengenai islam, ada juga pesan moral umum mengenai sebuah hubungan. Dari segi cerita lumayan asik, karena ada kisah yang bikin tanda tanya nya. Boleh lah alur drama nya, dan bagaimana cerita saling sambung menyambung dari hulu ke hilir. Walau gue sedikit membayangkan di pertengahan film, gue yakin dia bukan teroris, tapi pertanyaan ini yang membuat gue masih bertahan menyaksikan film dan menunggu kejutan : Bagaimana cara membuktikan bahwa terduga teroris ini tidak bersalah dan bagaimana cerita yang sebenarnya? Gitu sih. Lumayan asik. 

I love Islam, but i lost my pride.

Deuh, dalem. Kalimat ini lebih dalam dari samudera. Itu salah satu dialog dari istrinya si terduga teroris. Skenario nya lumayan halus dan tegas dalam menyatakan bahwa ajaran Islam sudah benar, namun belum tentu dengan muslim nya. Semoga aja dipahami dan ngga perlu lagi saling berselisih atau kucil mengucilkan. Untukmu agamamu, untukku agamaku. Gitu aja sih.

Tapi... mungkin ngga akan semulus itu sih cara kerjanya, namanya juga masih ada syaitan di dunia ini. Hahaha. Selain mengenai agama, ada juga lho pesan mengenai hubungan laki-laki dan wanita. Bagaimana ya.. mungkin ini semua tentang kepastian. Untuk laki-laki, tidak semua wanita bisa menunggu seumur hidup untuk satu kepastianmu. Untuk wanita, laki-laki yang sudah terikat janji suci aja masih bisa kabur, apalagi yang dibebasin kayak kucing liar. Terlepas dari latar belakang agamamu,   quote ini akan bekerja nih : "sebuah hubungan bisa bertahan jika kamu berjalan ke arah yang sama dengan kecepatan yang sama". Inspired by - salah satu cover buku yang gue jumpai di gramedia. Wkwk.

Overall, gue cukup puas dengan alur ceritanya yang apik ditemani setting nya yang tjantique. Cukup dengan hal-hal baiknya, kini gue beralih ke hal-hal yang bisa diperbaiki untuk outcome yang lebih petjah di kemudian hari~

1. Crowded
Nah loh. Ini menurut gue kurang banget. Kurang pake banget. Ada dua momen krusial yang butuh crowded yang dramatis biar dapet nuansa getirnya. Pertama, momen demo penolakan pembangunan mesjid dan kedua, momen chaos di gedung WTC sesaat setelah peristiwa pemboman. Untuk momen pertama, ada kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi sehingga orang berlarian panik saling dorong mendorong, injak-menginjak dan Aca terjebak di antara mereka semua. Pemimpin demonstrasi tersebut yang sangat benci terhadap Islam pun terperangkap di antaranya, terinjak-injak, dan justru Aca (nama di film nya sih Hanum) sang pengemban agama Islam lah yang menolongnya. Begitu kira-kira tujuan adanya kerusuhan ini berdasar simpulan gue. TAPI! Orang-orang yang berlariannya tidak ramai, kurang. Kurang natural. Kurang rusuh. Kurang pressure. Gerakan Aca dalam menanggapi rombongan demonstran yang saling lari dan mendorong pun masih kayak gerakan monoton para artis sinetron sesaat sebelum ketabrak mobil : diam dan melotot menunggu ditabrak. Kurang dramatis, kurang sakit. Andai saja, kerusuhan yang terjadi di antara para gerombolan demonstran itu bisa digambarkan seramai kegaduhan jakmania dengan bobotoh atau seheboh penonton di konser Slank, pasti akan lebih berasa suasananya.  Dan tentunya jika kerusuhan ini berjalan dengan sangat mulus, amplop kuning yang dianggap sebagai nyawa pekerjaan bagi Aca akan terjatuh dengan alami, bukan seperti dengan semena-mena ditinggal kayak bayi haram. Kedua, chaos di WTC. Adegan di tangga tuh kurang petjah. Kurang ramai. Kurang saling menghimpit. Ini bom loh! Bom! Kurang panik, kurang penuh di tangga. Begitulah kira-kira kesotoyan gue. Hehehehehe.

2. Terlalu cantik
Bukan, gue ngga nyalahin pemainnya yang mukanya cantik dan ganteng. Yang gue salahin adalah, permainan mereka yang ingin main cantik dan aman. Untuk dua momen di atas, momen kerusuhan dan momen chaos di WTC. Kalau aja ada adegan Aca dan pemeran penting lainnya terinjak-injak, beeehh... oke punya. Di tangga ada yang terjatuh-jatuh gitu, deuh... sedap. Atau minimal dihimpit-himpit ke dinding kek. Ditunjukin gitu sengsaranya. Kalau di film action kan begitu ya, berasa deritanya. Sayangnya di film ini ngga terlalu ditunjukkan dihimpit-himpitnya, dan lebih main ke... apa ya gue lupa. Efek gitu kayaknya ngga paham gue juga. Kurang di situ sih, kurang sakit.

3. (Sedikit) ngga natural
Perlu digaris bawahi, cuma satu scene yang mengganggu dan gue anggap ngga natural di sini. Dan itu adalah scene terjatuhnya seorang perempuan dari gedung WTC. Kayak.. a bit.. well... terlalu dipaksa untuk jatuh. Dan, ternyata perempuan itu bukan perempuan biasa. Jeng jeng. Lebih oke lagi kalau adegan wafatnya nya beliau diberi attention lebih dalam dan menonjolkan peran yang semestinya terlihat sebagai hero. Cuma segitu aja bisa komentarnya, takut spoiler. Hahaha.


Gue nangis loh di film ini. Gue emang cengeng sih wkwk Udah nonton sendirian, nangis pula. Pake eyeliner dan maskara lagi kan. Untung pas keluar bioskop belum jadi zombie. Overall, I LOVE THIS MOVIE! Alur ceritanya halus dan pintar. Gue tidak menyesal lebih memilih film ini dibanding film starwars. (Yaiyalah, secara, gue ngga pernah nonton starwars sebelumnya. Wk). I HIGHLY RECOMMEND THIS MOVIE, YES. 

*tolong abaikan wafer nisin ataupun bedak wardah yang sesekali lalu lalang wkwk*


Rabu 23 Desember 2015


SINGLE

Akhirnya gue menonton film single besutan Raditya Dika. My first impression is : GET ME OUT OF HERE! PLEASE! SOMEBODY HELP MEEEEEH! PLEAAASEEE!

Iyak. Persis. Itu yang gue rasakan. Gue sangat amat ingin matiin film itu atau keluar dari bioskop sesegera mungkin. Kenapa? Karena ada scene dimana... RADITYA DIKA NYANYI! RADITYA DIKA NYANYI! JELEK BANGET SUARANYA! JE-LEK-BA-NGEEEEEET!

Jikalau ada raditya dika di depan muka gue, gue benar-benar ingin menghujat beliau karena memasukkan adegan paling mengerikan tahun ini. Jelek banget suaranya, serius. Dan dia nyanyiin satu lagu full.. full.. full.. FULL!! *mati*

Gue ngga merasa adegan itu lucu, gue merasa itu adegan paling garing dan annoying yang pernah gue alami selama menonton film Raditya Dika. *tarik nafas* Tapi kalau gue mau objektif, gue suka aktingnya pas lagi nyanyi dengan muka datar bodohnya itu. Ada sesekali dia kayak merapal mantera karena lupa sedikit liriknya dan berlagak mendengar suara radio mobilnya lagi untuk tau lirik lagunya. Itu oke menurut gue dari sisi akting. Alami gitu. Tapi gue benci banget adegan itu. Serius, jelek. Maaf ya :(

ALHAMDULILLAH NYA, the rest of the movie heal my pain perfectly. Radit kembali dengan sense of humor nya yang selalu bisa gue terima dengan baik. Kalau dari segi cerita, sejujurnya gue bosan dengan tema cerita yang sering dibawa oleh Radit : pencarian cinta sejati. Haduh *tepok jidat* Ditambah unsur standup comedy - seperti biasa. Film ini tepat untuk sasaran target tertentu : remaja muda yang masih mencari arti cinta sejati dan golongan lainnnya yang mencari film komedi. Gue termasuk golongan pencari film komedi. Overall, this movie is laughable. That's all *nyengir*

Gue ngga tau kenapa, tapi gue masih lebih suka film marmut merah jambu di antara semua film Raditya Dika. Lebih segar aja gaya ceritanya. (Dan muka Raditya Dika nya paling sedikit di film itu. Wkwk)

Yet, this movie is quite refreshing kok. Pemandangan nya juga keren parrrah. Latarnya nomor satu, asli pula dari tanah Indonesia. Jadi, boleh dibilang gue lebih apresiasi pemandangan cantik di film SINGLE ini  dibanding Bulan Terbelah di Langit Amerika karena kan pemandangannya asli produk lokal #apaansihdew

Kalau ada teman kalian yang masih bimbang dengan perasaannya dan ketakutannya akan status SINGLE, bisa tolong dibawa buat nonton film ini. Teman saya yang super galau juga mengangguk-angguk seperti mendapat pencerahan selama menonton film ini. Kalimat yang paling terngiang dan bermakna dalam di hati teman gue ini adalah : setiap kita suka sama seseorang, IQ kita akan mengalami penurunan sebanyak 10%. Namun, sebego-begonya kita saat lagi suka sama orang, kita harus tetap cukup pintar untuk bisa bedain mana rasa penasaran, mana yang beneran rasa cinta. (kurang lebih begitu ya kalimatnya).

Kalimat itu sudah menggema di kalbu dan jiwa teman gue tertjinta ini. Dan mungkin juga akan menggema buat teman-teman kamu yang lagi natap layar handphone nya selama satu windu menunggu kabar dari si 'dia' yang kebetulan lagi asik sama 'dia-dia' yang lain. Mungkin saja.

Fyi, bonus dari menonton film SINGLE ini adalah : pemeran ceweknya sangat enak dipandang dan dimiliki (jika doi nya berkenan itu juga). Sekian.

------------------------------------------------------------------

TADA~ Inilah akhir dari review film berbekal insting dan feeling gue sebagai penonton. Kurang lebihnya mohon maaf, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabaraktuh. 

*salim tangan*
*salim tangan sendiri*
*bubar*

Sabtu, 19 Desember 2015

Hidden photos














Kebetulan sedang tidak (ingin) ada kerjaan, sehingga mampir sejenak ke blog ini. Folder foto yang menumpuk pun mendadak jadi ide postingan baru. Foto-foto ini berasal dari berbagai folder dari tahun 2014. Sisanya masih sangat banyak. Sangat. Ngga heran kenapa gue selalu sakit kepala setiap mau menyortir folder foto di laptop. Banyak banget yang telah gue lalui ya. Tentu ngga akan tergambarkan dari sepotong puzzle foto di atas. Fyi, sengaja nge upload foto sendirian biar kalian bosen liatnya. It is my life anyway. Hehehe. Tuh udah dikasih satu bonus foto sama Christopher biar mata kalian ngga jenuh-jenuh amat wkwk.

Yeah, can't wait to post a photo together with my husband and our cute-lovely children. Hahaha. 

Audiens : Pos foto sidang dulu kali dew
Dewi : *bersiul*

Have fun with your life, good people!

Senin, 14 Desember 2015

Momen

Momen di saat lo tersadar, 'mengetahui teori' dan 'mengaplikasikan teori' adalah dua keluarga yang tidak selalu tinggal di satu atap. Momen di saat lo tersadar bahwa kalimat 'ini pilihan gue' hanyalah sebatas pengalihan isu dari sebuah kewajiban yang ditelantarkan. Momen di saat lo tersadar bahwa  lo ternyata belum pernah benar-benar berusaha berubah.  Momen di saat lo tersadar bahwa lo tidak lebih baik dari seorang abang tukang bakso yang menggunakan boraks dalam resep rahasia adonan baksonya.  Momen di saat lo tersadar, lo mungkin akan atau sudah mengabaikan teori yang lo ketahui, dan tetap melakukan hal sebaliknya yang tentu membawa mudharat lebih banyak. Momen di saat semua ornamen di dalam kepala saling berseteru untuk menyepakati kehidupan ideal macam apa yang diinginkan dan seberapa besar usaha yang rela dikorbankan. Momen di saat pada akhirnya, seluruh tubuh berkonspirasi dan menghasut bahwa tak perlu berusaha sekeras itu sekarang. Pelan-pelan saja. Pelan-pelan saja berubah. Kelak pun akan berevolusi menjadi makhluk yang lebih indah dan wangi, lebih wangi dari kesturi. Iya, akan wangi. Hingga sampai di suatu momen lain, lo tersadar bahwa lo tidak pernah bergerak kemana-mana. Masih sibuk berguling di dalam kubangan penuh lumpur sementara terus optimis berharap akan memiliki aroma sewangi kesturi sambil menimbang-nimbang kapan waktu yang tepat untuk mandi dan bebersih diri. Ah, pelan-pelan saja. Terus saja begitu hingga tak ada lagi waktu untuk membuat momen baru.


Ditulis secara acak oleh orang yang pelan-pelan mulai meragu dengan jalan yang akan ia pilih. Banyak mudharatnya kah atau masih ada celah baik yang lebih banyak. Apapun itu, masih ada amanah lain dulu sekarang. Jadi, silahkan tidur nak. 

Wassalamu'alaikum. 

Sabtu, 03 Oktober 2015

Seulas september

Tanggal 19 September pukul 3.30 pagi, gue terbangun dan mendapati chat yang berasal dari dua anak manusia. Manusia super. Manusia super yang masih mau menyisihkan sedikit waktunya buat ingat tanggal 19 September dan mengucapkannya sedikit lebih cepat dari manusia-manusia ajaib lainnya. 

Manusia super pertama : Maulana Rizal Ibrahim

Ngomong-ngomong, pas tanggal 19 September, gue liat website ini via HP doang. Ternyata ada beberapa hal yang tereduksi kalau dibukanya via HP. So, hari ini gue kaget (bagian kedua) karena ternyata ada foto gue nya di web ini hahaha. Kata beliau sih ini bikinnya sederhana banget, tapi tetap mewah di mata gue. Niat baiknya mungkin ya terbuat dari emas, jadinya mewah deh :3


Nge crop nya lumayan halus. Ngga percuma lah ya pernah menduduki posisi sebagai kadiv Multimedia :p


 Aamiin


 Aamiin (lagi)



THE MOST EPIC PART! HAHAHAHAHAHA! Masya Allah, ada kak gugi nya *teardrops*
#kakgugiudahmaunikahwi #ikhlaswi. Sebelum ada yang salah paham, kak Gugi itu adalah contoh potret suami idaman di kalangan Fakultas gue. Jadi, adalah sebuah kemakluman bila mahasiswi Fateta rentang angkatan 46 hingga 48 mengagumi beliau hahaha. Ngomong-ngomong, foto chun jung myung di situ ganteng banget :') ! Sebentar deh.... Chun jung myung kan emang selalu ganteng banget :') !



Nah kalau yang ini, the most kampr*t part. Kata kunci pencariannya bikin gue pengen delivery bom ke tangerang selatan :")


Wuh! Terima kasih banyak mantan nahkoda! Tahun depan pokoknya bikinin aplikasi game pinguin ya #semenamena #udahbiasa Sukses rencana studi S2 ke luar negeri nya, semoga lantjar. Semoga makin banyak koleksi foto minguk nya. Semoga punya anak nanti mukanya mirip minguk. Apa mau sekalian istrinya didoain biar mirip minguk juga? Wkwk. Jangan ganteng-ganteng entar pas wisuda tanggal 21 Oktober, repot lho kalau semua orang tua nyamperin lo buat nawarin anak gadisnya. See you on top lah bro! 

Manusia super kedua : Sarah Diana Yulianti 

Aamiin semuanya! :*

Ini kali kedua gue mendapatkan ucapan dari malaysia. Fyi, dia sedang di malaysia untuk pertukaran pelajar. Kalau tahun lalu, ada makluk bermata segaris kesayangan (read: Liong), tahun ini, ada makhluk enerjik gaib kesayangan (read: sardi) hehe. Dia membuat sebuah video sederhana. Sederhana banget kok. Namun, cukup efektif untuk membuat gue tertawa dan ingin memaksa pemerintah malaysia untuk mendeportasi Sardi supaya balik ke Indonesia wkwk. Dan saat gue nge screen shoot video ini, otomatis hasrat nonton video pun muncul. Nonton lagi deh. Jadi kangen

Sarah : "Dew, masa temen se apartemen gue di sini bilang, 'di sms ada dewi, di whatsapp ada dewi, di kertas ada dewi, di video dewi lagi. Dewi itu siapa sih? Temen lesbian lo ya?' "

ASTAGHFIRULLAH! HAHAHAHA. Na'udzubillahimindzalik. Engga kok mbak. Kita cuma kebetulan kenal. Kebetulan cocok. Kebetulan diridhoin Allah juga buat sahabatan. Itu aja ;)

Cepetan balik ke Indonesia sar. Kamar kosan gue kangen katanya. Jamur-jamur di Bogor juga kangen sama pembeli setianya. Yang kosannya di per****** juga kangen sama lo sar. Hahahahaha! *kabur* Se-dramaga kangen lah pokoknya. Di sini orang-orangnya terlalu waras. Kami butuh lo sar.

Intinya, buruan balik ya biar bisa cepet-cepet jadi STP dan kumpul lutju, wahai artis teater kenamaan Fateta yang bisa mengekspresikan segala macam peran dengan baik, kecuali peran perempuan lagi jatuh cinta. Wkwkwk.

*******************************

Sekian aja ulasan September nya. Kalau dijabarkan detail apa yang terjadi selama 24 jam, mungkin gue perlu bikin satu blog lain haha. Pokoknya terima kasih buat semua orang yang mengisi hari gue selama 24 jam di tanggal 19 September. Terima kasih juga buat sebuah insiden kecil yang terjadi di tanggal tersebut. Pelajaran berharga banget. Ada sedih, ada bahagia. Hidup akan berputar-putar di area itu-itu saja. Namun, kalau kalian mau sedikit menelaah lebih dalam, di balik musibah yang terjadi, sebenarnya ada lebih banyak hal-hal baik lainnya di sekitarmu yang harusnya kamu syukuri. Boleh jatuh sebentar, tapi jangan lupa berdiri lagi ;)

Cheers and bye!

Rabu, 09 September 2015

Bayi baru


Sepenggal percakapan zaman lampau. Zaman sebelum dinasti kefanatikan menyerang.

"Dewi, buat instagram dong"

"Engga ah"
"Yah, kenapa? Ayo dong buat"
"Gue kayaknya ngga bakal posting foto juga. Foto apa pula yang mau di post kan"

"Yaudah bikin aja ngga apa-apa. Biar punya aja hehehe"

"Ngga usah deh"



Senin 8 september 2015. Zaman kekinian.

Dewi membulatkan tekad untuk akhirnya menetaskan sebuah calon lembaga baru di dalam rahim telepon pintar miliknya.


Selasa  9 September 2015. Satu hari setelahnya.

Bayi mungil yang masih merah pun resmi hadir di keluarga telepon pintar Dewi yang hangat. Iya, bayi mungil baru itu bernama instagram.

Rabu 10 September 2015. Hari berikutnya.

Dewi mempublikasikan kelahiran bayi barunya. Lalu mendadak di tengah keramaian, ada penonton yang tak terima dengan kelahiran yang terkesan tergesa-gesa ini.

Penonton : Apa yang terjadi di sini?! Bukankah Anda yang dahulu mengatakan tidak sudi untuk memiliki anak ini? Mengapa sekarang Anda menciptakannya? Omong kosong macam apa ini?!

Dewi : (menarik napas dalam-dalam) Saya mengerti perasaan Anda. Namun, ini sulit dijelaskan. Ketahuilah, penonton muda, hati kita ini - manusia - sungguhlah mudah dibolak-balikkan. Apalagi kalau saya sudah melihat ini...


CHUN JUNG MYUNG PUNYA INSTAGRAM! AAAAA!

Yep. He is the main reason why i (finally) created the instagram account. Hahaha. Lol! Beberapa hari yang lalu gue baru berkesempatan untuk kepo akun twitter beliau lagi setelah absen beberapa windu. Daaaaan, gue mendapati kenyataan bahwa ternyata doi lagi asik mainan instagram sekarang. Wuh! So? Gue memutuskan untuk bikin instagram juga deh~ Sederhana banget gue ini. Hahaha.

Lihat deh, profile picture gue dan chun jung myung sama-sama pose muka samping :3


Following nya kemaren baru satu biji doang hahaha. Ngga ngerti juga mau follow siapa aja dan gimana. Kalau hari ini, following nya udah nambah satu lagi : zachking. Hehehe. Videonya ngga pernah ngga keren sih :')


Sekian saja kebahagiaan Dewi dan bayi barunya. Fyi, dua jam yang lalu chun jung myung abis update foto lagi masak di instagram lho. Hahahaha. See you on another update! :*

Sabtu, 05 September 2015

Sederhana selalu mewah

"semoga cepet lulus sis"
[Kamis 3 September 2015 pukul 23:34 WIB]

Chat sederhana mendadak masuk bersilaturahmi ke akun facebook saya. Chat sederhana ini berasal dari salah satu senior satu jurusan. Bagaikan kedatangan komet halley ke muka bumi, begitu pula rasanya kelangkaan peristiwa bertenggernya chat dari beliau ke akun saya. Frase "tidak ada angin, tidak ada hujan" pun belum cukup menggambarkan betapa mendadak dan random nya chat tersebut. Ini sih ibarat, tidak ada starter bakteri, tidak ada susu, tau-tau keluar yoghurt. Luar biasa.

Terlepas dari itu, masuknya chat dari beliau (sangat) bertepatan (sekali) dengan saya yang kembali mendapatkan energi saya untuk menjadwalkan dengan ketat tahapan-tahapan apa saja yang akan saya lakukan untuk menyelesaikan tugas akhir saya. Intinya, saya sedang kembali ke jalan kebenaran saat chat itu kemudian menyeruak masuk. Beberapa detik saya bengong melihatnya, lalu tertawa. Sederhana dan singkat ya kalimatnya? Anak SD di dekat rumah saya saja bisa merangkai kalimat lebih panjang dari itu sepertinya. Namun, saya belum pernah merasakan kalimat yang punya energi sebesar ini semenjak saya memulai perjalanan tugas akhir saya. Hahaha. Saya tak tahu kenapa, mungkin timing yang tepat, mungkin sugesti, mungkin karena sangat random dan clueless atau perpaduan dari semuanya. Satu hal yang saya tahu, saya merasa diberi motivasi tak kasat mata. Saya berterima kasih, lalu beliau tak membalas lagi. Pergi begitu saja layaknya burung merpati yang telah selesai menyampaikan pesan. Mungkin beliau sedang mengirimkan balik pesan terima kasih saya ke 'pihak lain' yang membuat dia terilhami untuk mengetik chat ajaib itu, atau entahlah. Yang jelas, tugas beliau sudah selesai. Terimakasih. 

Terimakasih pula kepada pencipta saya, beliau dan seluruh makhluk yang bernyawa di galaksi ini. Terimakasih atas pemberian tak ternilainya : otak yang bisa berpikir dan jiwa yang bisa merasa. Terimakasih terkhusus, karena saya selalu diberikan kesederhanaan yang tak pernah gagal membuat saya tersenyum. Terimakasih lagi telah mengizinkan saya untuk bahagia walau hanya dengan merasakan hembusan angin. 

Maka nikmat Tuhan mu yang mana kah yang kamu dustakan?

Kamis, 03 September 2015

Green campus


Apakah itu green campus? Oke. Pertanyaan bagus. Gue akan pandu kalian pelan-pelan. Ikuti langkah berikut : 1) klik new tab, 2) ketik: www.google.com, 3) masukkan keywords "green campus", 4) nikmati hasil pencarian, 5) selesai.

Nah, dalam rangka IPB menuju green campus, dilakukan masa percobaan selama sebulan (1 september - 30 September). Percobaan yang cukup spektakuler terjadi dalam bidang transportasi. Rencana idealnya adalah transportasi yang boleh berkeliaran di kampus adalah mobil listrik, sepeda dan bus (go green) berbahan bakar gas. Masih boleh sih membawa kendaraan pribadi, namun akan hanya diberikan tiga pusat tempat parkir. So, we're going to say goodbye to parkiran fakultas and say hello to jalan kaki menuju fakultas. Well, gue selalu jalan kaki sih. Ngga beda-beda amat. Haha :p

Yang mau dibahas kali ini adalah, bus go green~ Bus ini merupakan metamorfosis sempurna dari semua bus-bus yang pernah ada di dalam sejarah transportasi IPB. Bus nya sekarang full AC sob. AC beneran, bukan AC alam. Cuma......... bayar. bayar... ba.... yar. Iya. Bayar *menatap tanah*

Kabar gembiranya adalah, selama masa percobaan ini bus nya masih gratis! Yey! So here we are, nyobain bus damri gratis. Ayey! :3 By the way, bus go green kali ini adalah kerjasama antara IPB, damri dan BNI. Nanti dalam proses pembayaran bus sih katanya akan menggunakan e-money nya BNI gitu. Ribet deh. Pusing pala pegasus. Haha.

Lupakan masa depan sejenak, lihat saja momen gratis kali ini. Usai pulang dari perpustakaan, kami bertujuh (indri, citra, mega, dewi, hari, dhika, ihsan) pun memutuskan untuk tour keliling IPB menggunakan bus baru (yang masih gratis).  Bus pertama yang kita naiki adalah bus koridor 3. Fyi, rencananya, bus baru ini akan memiliki lima koridor dengan rute berbeda dan memiliki total 20 bus. Namun sementara baru tersedia tiga koridor dengan jumlah total masih sebanyak 5 bus. Nah, koridor 3 ini rute nya adalah fkh - fapet - fpik - alhur - LSI - FEM - FEMA - rektorat - FEMA - FEM - LSI - alhur - fpik - fapet - fkh. (Oh catatan : sebenernya di rencana awal, koridor 3 itu tidak melalui jalur rektorat, harusnya koridor 4 yang melakukan tugas menuju jalur tersebut, namun sepertinya berhubung belum ada koridor 4, jadi ya amanah ini diemban oleh koridor 3, sekian). Kita memulai perjalanan kita dari LSI. Dan kita... norak sekali. Gue harap seisi bus ngga ada yang tau kalau kami mahasiswa tingkat akhir. Gue sangat berharap. Tapi yaudahlah. Kita pun secara jujur bilang ke mas-mas supirnya kalau kita cuma mau jalan-jalan pakai bus baru. Mas-mas nya pun sangat kooperatif. Ia menuntun kita menuju FKH untuk menunggu bus koridor 2. Di sanalah kita saling berbincang dengan si mas supir mengenai bus baru dan banyak hal lainnya. Di sanalah juga gue sadar kalau mas-mas supir itu ganteng. Hahahahaha.

Skip. Lanjut.

Di FKH, sudah ada bus koridor 2 yang menunggu. Kalau bus koridor 3 tadi cukup sunyi senyap, bus koridor 2 menyambut kami dengan alunan musik armada plus lampu bus yang bersinar terang. Sedih sesungguhnya harus berpisah dengan (mas-mas supir) bus koridor 3 tadi, but the show must go on. Bapak supir bus koridor 2 ini juga sangat seru. Kayaknya semua supir bus ini udah didesain seramah mungkin. Gaul lah pokoknya. Kita disuruh selfie sepuasnya dulu. Lampu bus nya semakin diterangin gitu sama bapaknya untuk mendukung pencahayaan foto. Rute koridor 2 antaralain fkh - fpik - alhur - kornita - fahutan - fateta - alhur - fpik - fkh. Kita pun berhenti di  daerah depan toyib untuk menunggu bus koridor 1.  Terimakasih bapak supir bus koridor 2, kami puas berfoto.

Tak berapa lama menunggu, bus koridor 1 menanti. Di bus inilah, kami merasa kenorak-an kami bukanlah apa-apa. Kenorak-an kami hanyalah sekecil biji zarah bila dibandingkan dengan penumpang lainnya. Semuanya naik bus dengan tujuan yang sama kayak kami hahaha. Di bus ini mengalun merdu lagu Ada Band. Keadaan bus ini cukup ramai dan penuh dengan penumpang junior yang bersemangat. Ada satu penumpang wanita yang lucu banget. Dia menawarkan permen yang didapat dari supir ke seisi penumpang bus hahaha. Supir bus koridor 1 ini juga geser otaknya. Mas Dwi namanya. Bukan. Bukan gue yang nanya nama dia siapa. Ngga ada juga yang nanya. Dia memperkenalkan namanya sendiri dengan penuh bangga, Mas-mas yang ceria. Hahaha. Rute koridor 1 ini adalah berlin - FEMA - FEM - LSI - Fateta - Fahutan - Asrama - Gym - Fmipa - berlin. Yaudah kita keliling-keliling aja terus dan berlabuh di berlin. Itulah akhir tour kita bersama bus go green (calon) kesayangan.  
  
Kalau bus nya gratis terus sih, gue yes. Kalau bayar, gue ngga yakin untuk yes. Bagaimana dengan mobil listrik? Gue rasa kalau kecepatan mobil nya tidak ditingkatan lagi secara signifikan, wassalam sudah. Selepas masa-masa penasaran yang natural - kira-kira 1 hingga 2 minggu -  bisa gulung tikar itu mobil listrik. Terus kalau bus, ngga tau sih. Mungkin kalau harga nya oke, masih bisa. Cuma, entahlah. Kalau misalkan IPB mau menggembar- gemborkan tentang sepeda gratisnya, gue rasa masih kurang kuat karena hanya bisa mengakomodir sebanyak 1400 buah (katanya). Sisanya ngga ada transportasi yang gratis. Green campus ini berita duka bagi pelanggan bus gratis dan ojek tentunya. Satu lagi, parkiran hanya dipusatkan di tiga titik? Gue ngga bisa kebayang akan seramai apa ketiga parkiran tersebut *geleng-geleng kepala*


Gue tau kok segala kebijakan itu tentu sudah dipertimbangkan dengan matang dan bukan merupakan ego pihak tertentu semata. Semoga kebijakan ini bisa berjalan dengan lancar walau banyak pihak yang meragukannya. Iya. Gue pihak yang meragu. Maka, semoga kalian bisa meyakinkan kami, bapak ibu yang kami hormati. Good luck, green campus nya! Cheers!



P.S. Agak OOT sih, tapi ya boleh kali diperbanyak lagi tempat sampahnya di kampus. Hehehehehe.

Senin, 31 Agustus 2015

Wisuda (UI)

Heyho! Assalamu'alaikum!

Sudah baca postingan sebelum postingan ini? Sudah lihat foto abstrak penuh warna? Nah ini nih sekilas cerita tentang hajatannya. Wisuda rima dan rice! Wohooo~ Tepuk tangan, please.

Apa? Rima dan rice itu siapa? Ngga tau? SETELAH GUE BERKALI-KALI CERITA TENTANG MEREKA DI BLOG INI, KALIAN MASIH NGGA TAU?! 

...Fine. Aku emang pantas diginiin.

Lanjut.

Semua bermula dari notifikasi lembut di grup watsap kami. Rice mengumandangkan bahwa hari jumat 28 Agustus, doi dan rima akan melakukan selebrasi resmi atas bertambahnya kata baru di dalam nama mereka. Gelar S. Psi untuk rima dan S. KM untuk rice. So touching. Really. I mean it. Rasanya masih baru kemarin, saat gue, ajeng, rima, tara dan cece masih berlari-lari liar ngga tentu arah di lapangan SMA. Masih sibuk membicarakan hal-hal jarak dekat yang sepele : mau makan apa di kantin,  mau main bareng kapan, ngobrolin gimana caranya taktik minta izin ke orangtua gue buat ngajak pergi jalan jauh, sejenak ngomongin ekskul mading atau ngebahas udah berapa puluh koleksi laki-laki yang dimiliki ajeng.  Masih ngga kepikiran sama sekali dengan yang namanya masa beranjak dewasa. Tau-tau sekarang udah ada tambahan gelar. Tambahan amanah. Semoga kalian semakin kuat untuk menjalani masa-masa lain setelah ini. Masih panjang sekali perjuangan kita, nak. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang jauh lebih mengerikan dibanding 'kapan wisuda'. Kita sama-sama tau lah.

Ya semoga dilancarkan segala urusannya untuk kalian berdua. Ya semoga ada yang berani datang ke rumah kalian dan berbincang hangat namun serius dengan ayah kalian. Iya berbicara serius. Bicara tentang bisnis. Iya. Bisnis yang akan ia bangun agar kelak bisa menghidupi kalian dan anak-anak kalian. Cie. 

Ya semoga juga yang datang ke rumah kalian itu beda pria ya, bukan satu pria yang sekali mendayung empat pulau terlampaui. Nanti keulang lagi insiden empat tahun yang lalu. Hahahaha! 

Eh by the way, jumat lalu, ajeng ngga bisa hadir ke wisudaan rima dan rice. Penyebabnya masih belum diketahui dan tidak diselidiki. Dan by the way lagi, ajeng udah sidang. Tinggal menunggu waktu untuk wisuda. By the way episode kesekian, di antara kita berlima (dewi, ajeng, rima, rice, tara), mahasiswi yang belum melaksanakan ujian tugas akhirnya adalah : gue dan tara. By the way terakhir, gue dan tara sama-sama anak IPB. Rima dan rice UI, sedangkan ajeng UGM. So? Iya, anak IPB emang sangat kompak. Kami tau kok. Hahaha.


Pesan dari perempuan di bogor :

1. Mameh rima. Kalau setelah ini lo akan semakin sulit dihubungi, semakin sulit untuk diajak ketemuan, itu ngga apa-apa kok. Ngga akan pernah ada orang yang bisa terus-menerus ada di samping kita. Pengawal istana aja ngga sebegitunya. Sahabat ngga harus terus bersama-sama. Asal lo ingat kalau kita itu ada. Itu aja cukup. Semoga, rima benar-benar udah melangkah maju. Tidak serta merta membakar yang di belakang, tapi berdamai. Hehe. Langgeng sama Ari, ma. Kita ngga mau ganti ayah lagi. 

2. Nak rice. Gue rasa kalau supply energi nya baterai ABC berasal dari keceriaan lo, baterai ABC beneran ngga bakal abis-abis kayak air zam-zam. So proud to have a strong little girl like ya. Semoga cepat saling menemukan dengan seseorang yang mungkin kamu bisikkan namanya di dalam doa mu, atau dengan seseorang yang membisikkan namamu di dalam doa nya. Dan, atau-atau lainnya. 



rima, dewi, ambar (pendamping wanita cece wkwk), rice dan tara (baca : kiri ke kanan)

senyum

"ayo sok tertawa mengobrol bahagia, jangan lihat kamera"

"lihat ke arah pohon di kanan sana, jangan lihat kamera"

Love ya all

master piece. the most beautiful photo

 dampak kalau berfoto dengan banyak kamera

kiss the wisudawati(s)


Udah. Sekian. Selamat wisuda bagi yang menjalankan! Cheers!

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Jumat, 28 Agustus 2015

Belajar lagi





Ada yang mau wisuda hari jumat ini. Ada yang lagi ingin belajar ngedit foto. Klop deh.

Gue ngga yakin mirip apa engga sama yang asli. Seengganya sih, di mata gue, ini gambar udah ngga kayak monyet. Ngga tau deh di mata kalian mah :')

Jangan lupa shalat shubuh! Bhay!

Kamis, 27 Agustus 2015

Belajar


Iseng coba ngedit foto, cuma kata temen gue jadinya kayak monyet. Hahahaha. Maklum, baru diajarin #carialasan. Next time bakal gue sulap jadi kayak manusia. Tunggu saja. 

Bhay!

Rabu, 19 Agustus 2015

Yang terlewatkan

Bahwa satu waktu yang sempat terlewat, mustahil untuk diputar kembali. Bahwa satu momen yang telah terlewat, tak akan bisa persis diulangi kembali. 


Udah keliatan puitis belum awalnya? Belum? Bagus, berarti ini beneran dewi yang nulis. Ngga dibajak.

Sejak setahun ke belakang, oh bukan, mungkin dua tahun, atau bahkan empat tahun? Banyak, banyak sekali pikiran di kepala ini yang tidak jadi ditulis. Banyak, banyak sekali yang terlalu dipikir sebelum menulis. Banyak, banyak sekali ide tulisan yang hanya menggebu-gebu sementara di dalam otak, lalu idenya mengalir keluar lewat kuping kiri.

Kali ini, postingan akan didedikasikan khusus untuk mereka. Iya. Mereka yang terlewatkan.

#1 Food Day Festival (Foodival)

Mau ketawa dulu apa nangis dulu ya. Hahahaha. Terimakasih untuk acara ini. Manis, asin, asam, garam, umami dan pahit nya acara ini ngga akan gue lupa. Kalau bisa dibilang, Foodival ini bipolar, bisa berfungsi menjadi penyembuh dan juga menjadi luka (cegah gue kalau gue sudah condong menuju ke arah dangdut ya. Please). Di tahun pertama, gue belajar banyak. Belajar bagaimana menghargai leaflet. Benda kecil yang mungkin berarti sangat banyak bagi orang lain. Benda kecil yang mungkin proses pembuatannya jauh lebih kompleks dari kesederhanaan wujudnya. Benda kecil yang didalamnya ditaruh harapan besar untuk dilirik, dibaca dan dipertimbangkan isinya. Belajar bagaimana rasanya ditolak berkali-kali. Belajar bagaimana rasanya memiliki acara. Belajar bagaimana rasanya dikasih kepercayaan. 

"Kalau foodival ngga menggema dan ngga cukup dikenal di kalangan IPB, lo gue gantung di tiang bendera ya"

Mungkin ada kalimat yang agak ngga sesuai, maklum lah ya ingatan gue minimalis. Seengganya itu  kayaknya udah cukup mewakili perkataan ketua event gue dulu. Mau ketawa rasanya. Kenapa pula gue yang harus digantung. Hahaha. Rasanya dikasih kepercayaan, rasanya diburu waktu, rasanya diburu target, rasanya susah bareng, rasanya cari-cari waktu kosong di sela praktikum dan kuliah, rasanya bikin catatan rapi supaya jadwal tidak saling tumpang tindih, rasanya sok sibuk dan asik sendiri, rasanya malu-malu nempelin stiker di angkot, rasanya joget dengan kostum maskot kebanggan : kocu (kotak lucu), rasanya sedih bareng atas acara milik bersama yang tidak semuanya berjalan sesuai keinginan, rasanya kepala ditepuk untuk menyeka tangis, rasanya dilindungi saat merasa jatuh, rasa puas atas segala yang udah dicapai. Rasa yang ngga akan dijual lagi di tempat mana pun. Foodival tahun pertama memberi pelajaran itu semua. Di antara semuanya, saya belajar dari kakak-kakak : rasa kepemilikan dan mimpi. Hal sederhana itu yang bisa terus menggerakkan semua roda. Tanpa ada hal itu, roda satu dan lainnya bisa saja tidak peduli dan memutuskan untuk diam sepihak. Terimakasih emak humas, kak stephanie (fyi, dia selalu ngamuk kalau gue panggil 'emak') serta saudara humas, kak gideon, kak wawan, rahma, ian, rifa, clorin.    

Foodival tahun kedua juga tentu memberi banyak pelajaran. Pelajaran pertama yang tak akan gue lupakan : keinginan mengalahkan kemampuan. Saat kita benar-benar ingin melakukan, kita bisa mengeluarkan kemampuan penuh kita. Saat kita mempunyai kemampuan, tapi tak ada keinginan kuat... ucapkan selamat tinggal. Pelajaran lainnya adalah fenomena nyata dari kalimat bijak "manusia berencana, Tuhan lah yang menentukan". NSPC yang di desain sederhana justru disulap menjadi acara yang super besar dan bergabung dengan acara Food Ingredient Asia. Seminar nasional dan final LCTIP berjalan baik melebihi ekspektasi. Dan tentu tak lupa, bagaimana lokasi food expo mendadak harus diubah H-3. Dan tentu tak lupa, bagaimana di hari H, lokasi expo perlu disterilkan tanpa suara atau musik dikarenakan kedatangan pak presiden di Istana Bogor. Dan tentu tak lupa, kebahagiaan atau keterkejutan yang terjadi di tahun kedua. Di tahun kedua ini, gue belajar untuk berpikir dengan cara yang beda. Belajar untuk tetap menghargai dan ingat pada banyak hal baik yang telah diberikan Tuhan, dibanding mengingat satu bagian kecil lubang yang diberikan Tuhan. Mungkin terdengar sebagai pembelaan diri, namun mungkin harus ada yang gagal agar tersadar apa yang perlu dan tidak, apa yang seharusnya dan tidak seharusnya. Begitulah. Gue tetap sayang sekali dengan foodival tahun kedua. Sayang sekali dengan anak-anak gue. Terimakasih puput, aca, muthi, ravi, zaid, dean, natan, afi, ferdi, bibah, radinal, betris, rahma, amel dan aya. Maaf ya kalau gue suka memaksa kalian untuk menganggap gue ibu kalian haha. Mungkin gue udah ngga sabar buat punya anak :p


Ucapan terimakasih sedalam-dalamnya gue berikan khusus dan sangat terkhusus kepada : Nuriska Rahma Dewanti. Terimakasih sudah betah dengan gue selama 2 tahun. Terimakasih sudah betah untuk jadi tempat sampah sekaligus transporter gue. Terimakasih sudah mau sama-sama menyimpan rasa malu di bawah bantal sejenak sampai acara Foodival selesai. Terimakasih sudah mau keliling bogor sama gue yang bawel. Terimakasih sudah mau mendengar segala rencana gue. Terimakasih sudah mau meminjamkan muka lucu nya untuk membuat gue tertawa lagi jika otot wajah gue sudah terlalu menegang. Terimakasih atas semangatnya yang ngga pernah padam selama dua tahun. Terimakasih karena sudah menjadi pengingat akan mimpi-mimpi kita di tahun pertama. Semoga pelajaran dua tahun ini membuat kita semakin dewasa. Hahaha. Damn, i love you full!

#2 Himitepa

Dua tahun bersama himitepa. Bersama DPPI. Keluarga peduli pangan indonesia. Bersama kalian semua untuk membina sekolah, pedagang dan desa. Jatuh bangun bareng. Atau mungkin dikecewakan oleh imajinasi yang dibuat sendiri. Belajar bagaimana untuk memegang amanah. Belajar untuk mengenal apa yang benar-benar diinginkan. Belajar untuk tidak selalu lari hanya karena merasa sesuatu tidak berjalan dengan sebagaimana yang pernah dibayangkan. Belajar bahwa kenyataan yang tak sesuai itu ada untuk dibenarkan. Belajar bahwa hati gue memang sudah terlanjur ada di Himitepa. Terimakasih kakek Seno dan lainnya yang meyakinkan gue bahwa gue memang sebenarnya ingin tetap di DPPI hehe. Terimakasih untuk BPH himitepa yang selalu memberi usaha terbaik dan mengevaluasi diri menjadi lebih baik dalam mengakomodir pengurus maupun anggota himitepa. Terimakasih juga untuk segenap pengurus himitepa yang baru, terimakasih untuk terus menyulap himpunan ini menjadi lebih baik dan peduli luar dalam. Terimakasih. Perbaikan kalian adalah bukti bahwa kita sama-sama berkembang dan belajar dari kesalahan kita dulu. Terimakasih telah memupuk mimpi-mimpi lalu para sesepuh dan membesarkannya menjadi daun-daun yang segar, batang yang kokoh dan akar yang menguat. 

Terimakasih kak rizki sudah mau menjadi daddy kami. Terimakasih kak ayas yang sudah mau menjadi aunty kami. Terimakasih kak boti yang sudah mau menjadi bibik sekaligus objek bully an kami :p Terimakasih kak gilang, kak muji, kak nia dan kak ais yang rela menyerahkan posisi anak bungsu kepada gue. Terimakasih sudah mau (dengan terpaksa) menjadi saudara gue. Terimakasih kepada ponakan-ponakan istimewa gue : muthi, aca, zaki dan ari. Terimakasih. Kalian sudah membuka lebar jalan yang kita mau. Terimakasih untuk selalu berprestasi. Terimakasih. Titip pesan, jangan terlalu sibuk. Ingat, asas divisi kita adalah keluarga, bukan karyawan kantor hehe.


#3 Praktikum terpadu

Praktikum terpadu adalah agenda sakral di departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Kami dibagi menjadi 4 golongan perusahaan : mie jagung, yoghurt, bakery dan sari buah. Iya. Kami dituntut untuk membangun suatu perusahaan. Menjalankannya sebagaimana perusahaan pada umumnya. Seru? SUPER SERU! Gue kebagian untuk menjalankan perusahaan mie jagung, dan dengan suka hati mencalonkan diri menjadi bagian produksi.  Bagaimana rasanya? Duh! Tak bisa digambarkan deh. Dua minggu bekerja bagai kuli, tapi tetap menyenangkan karena kita sama-sama bahagia ngelakuinnya. Berusaha bersaing keuntungan dengan perusahaan lain. Konyol tapi super ngangenin. Apalagi tahun ini gue cuma bisa menonton aksi adik kelas yang akhirnya mengalami PT seperti gue tahun lalu. Gue perlu bilang bahwa tahun ini, mereka sangat amat lebih bersemangat dari kami tahun lalu. Eh tunggu dulu. Bukan berarti kita tahun lalu tidak bersemangat ya. Kita semangat banget kok! Tapi merekanya aja yang tahun ini kelebihan semangatnya, kayak abis minum doping bareng-bareng. Hahaha. Oh ya, tahun ini nambah satu perusahaan, yaitu tempe. Wuh. Heboh deh haha. Bersenang-senanglah kalian PT, sebelum tiba masa skripsimu, dik. Hahahahahaha.

#4 dan lain-lain

Untuk semua cerita yang gue biarkan menghilang dan gue pendam untuk konsumsi pribadi, terimakasih sudah pernah memberi alur naik turun dalam perjalanan hidup yang mungkin singkat ini. Untuk kesalahan, kebodohan, kekonyolan atau bahkan pencapaian luar biasa yang pernah gue alami, walau kalian tidak tertuliskan, walau kalian mungkin terlewatkan, itu tak akan bisa menghapuskan fakta bahwa kalian hidup dalam sejarah gue.




Buat kalian yang sudah terlewatkan, gue akan memberi satu kado manis permintaan maaf. Apa itu? Inilah sebuah janji. 


Proklamasi.
Saya, Dewi emillia bahry, dengan ini menyatakan, komitmen diri. Hal-hal yang mengenai kesalahan dan kekhilafan diri, akan diperbaiki sebenar-benarnya.


Bogor, 19 Agustus 2015
Atas nama diri sendiri
Dewi Emillia Bahry



Ng... oke saatnya istirahat. Semoga kita tergolong orang-orang yang mau terus belajar. Cilukba! Bye!

Sabtu, 01 Agustus 2015

Kalau

Assalamu'alaikum

Kalau bisa dan boleh egois, saya mau egois. Saya mau saya dan semua sahabat saya lulus serempak. Saya mau semua sahabat saya sekantor sama saya. Saya mau saya dan semua sahabat saya memiliki rumah di dalam satu komplek. Saya mau kita semua tetap berkumpul. Saya mau kita semua tetap melakukan hal bodoh dan lucu - yang hanya bisa dimengerti oleh kita- sebagaimana yang biasa kita lakukan.  Saya mau egois. Saya juga mau makan bakso. Sayangnya, cuma saya yang mau. Yang punya kuasa belum tentu mau.

Saya mungkin akan jarang menghubungi kalian, begitu pula kalian. Saya emang ngga romantis, tapi saya sayang kalian semua. Jangan lupakan saya ya. Salam buat partners in crime baru kalian kelak. Nanti saya juga pasti akan cerita banyak tentang kalian ke orang-orang keren yang akan saya temui. Selalu sukses dimanapun kalian berada. Jangan lupa buat makan dan kerja yang halal-halal aja. Walau udah gede, tetep jangan mau nerima permen dari orang asing ya. 

Gitu aja. Bye. 

Salam hangat kebasah-basahan,





Pinguin di kota hujan

Jumat, 10 Juli 2015

Pertama dan (mungkin) terakhir







"...adalah sebuah pantangan untuk menyerah sebelum berperang, mengultimatum tidak enak sebelum mencicipi, berucap tidak bisa sebelum mengalami"

Akhirnya setelah 21 tahun hidup di muka bumi, gue memberanikan diri mencoba membuat sketsa wajah asli setelah sebelumnya selalu merasa tidak bisa. Hasilnya? Ngga bagus-bagus amat sih *gubrak* Seengganya gue sudah mencoba rasanya *nyengir*

Sekarang, gue rasa gue udah cukup punya hak untuk berkata : "Cukup sekali ini aja gambar sketsa wajah asli... Cukup... Cukup sekali~ aku merasa~"

Kenapa? Karena gue takut setelah lihat gambar yang gue buat. Lol. 

Sekian. Salam indonesia!

Jumat, 13 Maret 2015

Terima kasih Agnes Monica

Setelah peristiwa minggu lalu, secara resmi gue menyadari bahwa gue adalah pribadi yang sangat spontan. Spontan secara emosional. Segalanya terjadi dengan cepat, random dan clueless. I can't even guess what i was thinking back at that time.

Sebelum insiden menggelitik minggu lalu, gue pernah mengalami kejadian serupa. Tepat di hari rabu, saat gue menghadiri wisuda kakak angkatan. Beberapa kakak ITP angkatan 46 sedang bergemuruh senang merayakan kelulusan mereka. Semuanya bersorak sorai, saling memberi selamat, saling menguatkan. Tertawa- tawa bareng lagi untuk waktu yang singkat. Menit-menit yang berharga. Sudah pasti langka untuk bisa berkumpul seperti hari itu. Gue? Gue mah asik tersenyum, menyaksikan kebahagiaan dan membantu dokumentasi mereka. Pokoknya di sana suasananya seru. Ramai. Sangat ramai. Semuanya bahagia. Terlalu bahagia. Mereka meneriakkan jargon kebanggaan lalu tertawa lagi dan.. secara begitu saja ada air mata yang mengalir di pipi gue. Gue nangis! Banyak lagi air matanya! Gue aja kaget, gimana teman-teman di sekitar gue...

Engga. Gue nangis bukan karena ada orang yang gue taksir kok di gerombolan kakak-kakak itu. 

Beberapa detik air mata gue ngga bisa diajak kompromi. Gue harus maksa nutup-nutupin muka. Malu. Adek angkatan gue malah ngetawain gue. Kenapa gue nangis? Gue ngebayangin kalau kelak gue juga akan di posisi mereka. Lulus dan berpisah sama keluarga gue. ITP 48. Semuanya akan berpisah. Udah deh nangis. Hahahahaha.

Nah lalu apa yang terjadi minggu lalu?

Mima ngajak main ke giant dramaga. Iya. Mima si anak DDR ngajakin main DDR ke giant. Gue juga ngga paham kapan tepatnya mima bertransformasi jadi anak gaul DDR. Berhubung mood gue juga sedang tidak berbentuk, gue pun setuju. Di sana intinya gue main DDR, basket sama karaokean. Saat menunggu giliran, gue mengajak si ratu DDR ini ke kotak karaoke. Kita nyanyi lagu yang bisa bikin teriak-teriak. Lagu sedih. Hehehe. Lagu Agnes Monica. Gue sangat suka lagu mellow nya agnes. Nendang gitu. Setelah nyanyi beberapa lagu, mima ingin kembali ke panggung dance nya. Gue menolak bergabung. Gue memilih lanjut teriak-teriak bareng agnes monica di kotak karaoke. Lagu yang gue pilih setelah mima pergi adalah : Agnes monica - Tak ada logika

Fyi, ini (jelas) bukan lagu sedih. Ritme nya juga cukup asik buat joget. Musik pun dimulai, gue asik bernyanyi dengan suara yang begini adanya. Gue berdendang sambil mengamati video musiknya. Gue mengamati sosok Agnes Monica saat masih muda yang sedang berkoreografi bersama para dancer nya dengan semangat proklamasi. Di tengah-tengah lagu... secara begitu saja ada air mata yang mengalir. Iya. Gue nyanyi sambil nangis.  Lagu berikutnya yang gue pilih adalah : Agnes Monica - Muda (Le O Le O)

Fyi, ini (sangat amat terlalu jelas) bukanlah lagu sedih. Apa yang terjadi? Gue nangis sejak detik awal musik diputar. Bahkan kali ini nangisnya lebih kencang. Lidah gue sampai kelu. Ngga bisa ngeluarin suara buat ngikutin Agnes Monica nyanyi. Iya. Gue ngga sopan banget. Agnes monica nya susah payah menyanyi, gue malah menangis. Kasian agnes.

 Ada apa gerangan?

Secara random, saat gue melihat sosok agnes monica muda di video "tak ada logika", gue memutar kembali memori gue. Memori di saat kalimat 'mau go international' nya Agnes Monica mendengung begitu hebat di bumi Indonesia. Mendengung hebat adalah bahasa halusnya. Kalimat denotasinya adalah... dicemooh masal. Agnes merintis karirnya sejak dia masih sangat muda. Akting dan bernyanyi. Banyak yang menyangsikan bahwa dia akan benar-benar mencapai level internasional. Terlalu banyak. Jatuh bangun banget doi. Sempat meredup, sempat muncul, meredup sebentar lalu bangkit lagi hingga sekarang. Sepengetahuan gue sih, dia sudah go international. Walau masih ada beberapa oknum yang menganggap pencapaian si agnes masih tergolong biasa saja. Namun bagi gue, dia sangat luar biasa.

Di saat orang-orang secara jelas dan sadar meneriakkan ke kupingnya :
"Lo ngga akan bisa mencapai mimpi lo! Wey! Sadar! Bangun!"

Dia tetap berusaha. Ngga menyerah.

Sedangkan gue? Cuma kebentur sedikit masalah tentang tugas akhir aja langsung ngga mood. Cuma belum dapat inspirasi sampel yang pas dan sesuai dengan keinginan aja langsung mogok mikir. Cuma menghadapi skripsi aja langsung lemah. Malu ih sama agnes monica! Well, itulah alasan mengapa gue menangis di kotak karaoke hehehe.

Setelah hari itu, semangat gue lebih terbakar. Terima kasih agnes monica :)


Anyway, selamat menyelesaikan tugas akhir bagi siapapun yang sedang menjalankan. Cheers! 

Rabu, 04 Maret 2015

Healer

Nope. I'm not gonna promote any brand of healer tools or somethin similar here. It is about korean drama. The title is Healer. How about its plot of story? Oh come on, it will be no use for having a google in this universe if i shall tell you about its synopsis by myself.  

Nah, i want to give applause and big appreciation to those people who have already gave their best shot to this drama. I always admire all the people in the backstage, really. They must be a hard thinker. Yeah, they really need to dig their brain out as deep as they can  to get the fresh and novel idea for their next project, don't they. We're so proud of ya all. Thanks for everything :)

Nah, what i wanna say right now is, I wonder... why can't I be mesmerized by Ji Chang Wook's charm just like other people (girls) do?

Ah, that Ji Chang Wook has a quite good face actually. Yet, not good enough to be remembered for a long time. Perhaps, the problem is his role in this drama. His Bong Soo's character ruin his Jung Hoo's character, i guess.  That's why i find it hard to see him as a cool and appealing person.


I've just watched this drama last night and finished it in the day. I can't say that i didn't skip some parts of this drama, yet... i'm  pretty sure that i watched all the important parts, from the start until the end. So, i think i have the right  to say : I'm not really into this drama.

The important (one and only) value that i got from this drama is : Women are strong and dangerous.

That's all. Hahahahaha.

I mean, hey.............. a man could betray his buddies, told lies for the rest of his life, became an evil's slave and turned everything into chaos just to... make his beloved become his wife. Not to forget, that man even threw away this woman's daughter and claimed that the child has passed away. Yeah, it was all just to make sure that this woman can completely forget about his deceased husband and any other things which relate to him. Nah, whatever. This drama also showed how woman could screw up the life of  politican. Hehe. A common case ya. The fact that a good guy can become a bad guy -once there is a chance- because of woman, really gives me a chill.

That also works on Ji Chang Wook's role or just call him Jung-hoo. He really was super cool in the beginning. Yet, he lost his coolness in the end. He acted like a wild animal without thinking. Why? Because he'll do anything to protect his lovely girl. Uuuuu :3

Ah ya.. I dont think that the detective's role in this drama is necessary. He didn't do any useful thing, in my point of view.  This drama told (at first) that the healer is his old rival. So, I thought he is going to come up with some tricks to catch the Healer (Jung Hoo) then it will burn up the story. Unfortunately, he did nothing. Well, he took part in the ending session, but no more than that. And what makes me impress is.. this detective unexpectedly had an affair with jung hoo's partner - seems like it is an unrequited love for the detective. Nah nah nah. How small the world is.


Money. Power. Woman. Use them wisely, dude. Or else, they're going to escort you to the cliff.

That's all for the value session of this drama.

And here is another value after watching this drama : Don't ever ever EVER expect too high





Minggu, 01 Maret 2015

Donor darah

Donor darah bak kalimat dongeng yang merdu dalam dunia gue. Gue selalu ingin mencobanya. Bahkan walau hanya sekali. Sebenarnya itu bukan masalah yang sulit mengingat kampus gue cukup tergolong sering melakukan agenda ini. Namun, entah mengapa, keberanian gue dirampas hanya oleh satu kalimat

"Kalau setelah kita donor darah terus kita ngga melakukan donor secara rutin lagi, kita bisa lemas lho!"

Coba dengar betapa mengerikannya kalimat di atas. Sejak kapan donor darah level mengerikannya setingkat dengan narkoba atau produk kecantikan yang membuat ketergantungan?! Ya, salah gue juga sih menelan kalimat tersebut bulat-bulat. 

Namun, sekarang berbeda. 14 Februari 2015. Terimakasih young on top. Terimakasih untuk teman-teman yang memberi testimoni positif dan meyakinkan gue untuk gabung acara ini. Akhirnya berhasil donor darah :')

 AB belongs to sarah diana, and B is mine

Finally i have one!

Me, Sarah, Elsa

Nah, donor darah pertama gue ini menyenangkan. Gue sibuk senyum-senyum sambil tutup mata gitu pas jarumnya ditusuk ke kulit gue yang mulus ini.Yah, sayangnya, percobaan pertama tidak berjalan terlalu baik. Lengan kiri gue memiliki pembuluh yang terlalu kecil. Pindah lengan deh ke sebelah kanan. Ditusuk dua kali deh. Alhamdulillah gue ngga kapok kok. Pengen lagi malah hehe.

Terimakasih untuk Galih yang mempromosikan acara ini. Terimakasih untuk sarah yang mau datang menyusul untuk ikutan acara ini. Terimakasih untuk diri gue sendiri yang mau berhenti menjadi pengecut. That was not that scary. Ya, gue semakin yakin kalau manusia itu sangat suka melebih-lebihkan cerita. 

Kalau kata x-banner yang ramai dipajang di area acara sih ya... "sayang ngga harus kenal".

Walau gue tau ngga semua darah yang didonorkan itu akan digunakan. Walau gue tau golongan darah gue cukup mainstream dan sedikit sekali kasus kehabisan golongan darah B yang terjadi  (atau mungkin tidak pernah). Namun gue hanya berharap kalau tindakan gue bisa berujung pada kebaikan. Entah darah gue bisa digunakan atau tindakan ini bisa menyentil manusia bergolongan darah ekslusif untuk turut berpartisipasi.

Sekali lagi. Sayang ngga harus kenal.


P.S. Anyway, i wanna say congratulation to Sarah Diana for having an opportunity to get selected as aims student! Yay! My lovely partner in crime! Fyi, we made our passport together. And now, she is the one who get the first chance to use that passport haha. Wait for me. I'll get my turn later. Take care sarah! Have a very safe flight and astonishing journey in malaysia later. Don't forget to finish your last project before your leaving :p Love ya!

Rabu, 18 Februari 2015

Bye - Hello

Assalamualaikum..

Kurang lebih 6 tahun kebersamaan kita dirajut
Kurang lebih 6 tahun Anda setia menjadi nama besar dalam perjalanan hidup saya
Kurang lebih 6 tahun Anda saya elu-elukan
Kurang lebih 6 tahun saya rasakan ada benang merah antara kita
Kurang lebih 6 tahun saya percaya Anda yang terbaik

Namun.. terlalu banyak yang terjadi selama 6 tahun
Maaf, saya harus berubah. Kita harus berubah.

Secara resmi, saya nyatakan blog ini akan diubah namanya.
Metamorfosis ringan dari "pillow ranger" menjadi "ranger".
Mengapa? Tak ada alasan spesifik.
Saya hanya merasa, nama itu bukan lagi saya.
Begitu saja. Sederhana.

So?

Selamat jalan pillow ranger. Selamat bergabung ranger :)


Salam hangat,


-wanita yang mau berubah-

Rabu, 14 Januari 2015

The things...

Kalau boleh gue bocorkan, sebelum akhirnya gue memutuskan untuk bikin postingan "The things....." ini, gue berkali-kali gonta ganti tema postingan. Kalau blog ini bisa bicara, mungkin gue udah dimaki-maki. Niat awalnya mau bikin postingan curhatan. Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, males ah. Buat apa? Toh kalian ngga bakal ngerti. Peduli engga, malu iya. Dan lagipula, kalau kata temen gue sih, lebih enak ngomong langsung untuk cerita sesuatu. Ya jadi kalau ada yang mau denger curhatan gue, bilang aja ya, biar kita bisa atur waktu buat ketemuan #yaelahwi.

Oh satu hal lagi, gue inget hastin pernah bilang kalau sebagian besar blogger itu hanya menuliskan postingan yang menurutnya keren atau menarik, jarang yang menulis murni secara jujur tentang segalanya. Gue rasa itu bijak. Dan jelaslah memang harus begitu. Bukan bermaksud untuk pencitraan, tapi pasti ada cerita yang layak dikonsumsi umum dan ada yang tidak lolos sensor hehe. 

Lanjut.

**********

Ada yang sadar kalau judul postingan kali ini sebenarnya masih memiliki lanjutan? Ya. Masih ada.

Judul sempurna postingan kali ini adalah :

The things i want to do with my husband

HAHAHAHAHAHAHA!
Dan sayangnya kali ini gue serius. 
Buat yang nyesel buka postingan ini, silahkan pergi. Dadah.

Then, here we go!

**********

1. Pegangan tangan sambil jalan


Oke. Apa gue udah terlihat seperti perempuan polos? Sudah? Bagus. Pencitraan berhasil #plak

2. Pergi naik gunung
Dari jaman presiden indonesia masih pak Soekarno hingga sekarang pak SBY sudah lengser, keteguhan mama dan ayah tentang melarang anak perempuan lucunya untuk naik gunung ngga akan berubah. Alhasil, cuma bisa menaruh harapan pada calon suami di masa depan. Semoga suami gue cowok shaleh yang suka naik gunung.

3. Liat sunrise

Sekalian naik gunung, sekalian bangun pagi, sekalian liat sunrise, sekalian bilang selamat pagi ke suami sambil tersenyum manis seperti matahari teletubbies.

4. Pergi ke laut / snorkeling
Dibanding gunung, gue sekarang lebih suka laut sih. Berhubung pas di pulau pari dulu gue dilarang snorkeling, gue berharap bisa snorkeling sama suami. Kya 

5. Duduk berdua di bukit


Efek keseringan nonton film nih. Maklum. Gue pengen duduk berdua aja sih sebenernya di tempat yang luas yang bisa ngeliat awan dan langit dengan jelas. Terus ngobrol segala hal sampai capek sendiri. Eh, engga deng. Sama suami sendiri mah ga bakal capek ;)

Oh, baru-baru ini gue habis nonton film pendekar tongkat emas! Bukan maksud promosi, tapi gue suka baaaaaaaaanget sama latar-latar yang diambil selama film. Langitnya, rumputnya, awannya, padangnya.. sempurna. Yes. Kalau bisa sih duduk-duduk (bahkan kalau perlu tiduran) tjantik nya di padang rumput yang ada di film pendekar tongkat emas ini :')

ups, ini mah ngga keliatan padang rumputnya ya ehehehe *nyengir*


Gambar-gambar berasal dari google~


6. Naik bianglala

Murni karena korban komik ini mah hahahahaha!

7. Baca komik gratis di gramedia
Pasangan yang..... ngga modal  hemat. Tenang, habis dibaca, dibeli kok hehehe.

8. Tiduran di rumput berdua
Silahkan merasa jijik sepuasnya sebelum jijik itu dilarang.

9. Main di timezone
Dear timezone, semoga belum bangkrut sampai gue menikah nanti ya.

10. Naik kuda

Satu kuda dinaikin dua orang ya biar ngirit biaya sewa kuda romantis.

11. Naik sepeda berdua


Mau naik sepeda yang dikayuh dua orang itu loh. Kemungkinan besar sih suami gue bakal luka-luka karena kita akan sering jatuh. Hahahaha. Bisa naik sepeda ngga nabrak aja udah syukur wi wi :") Well, kita harus selalu punya plan B kan? Kalau kelak setelah menikah, gue masih belum lancar naik sepeda, ini rencana kedua gue *evil grin*..


Foto suami istri yang gue ambil dari sini

Bukan. Gue bukan mau romantis sama suami kok, cuma mau nyusahin aja :p

12. Foto-foto

Audience : Yaelah deeeeeeeeeeew. Ngga ada yang lebih biasa lagi?

Bawel ya kalian. Ini teh bukan foto biasa. Fotonya kali ini dicetak! DICETAK! *senyum bangga* Biasanya gue ngga terlalu peduli sama foto-foto yang udah gue ambil. Kepikiran buat cetak foto? Hih boro-boro. Palingan cuma pilih satu foto buat ganti profile picture. Nah nah nah nah. Makanya foto kali ini spesial. Pokoknya kalau kami nanti pergi ke tempat baru yang ngga pernah dikunjungi sebelumnya, kita bakal foto-foto, terus nanti dicetak dan dimasukin album foto deh~

Audience : Maassssihhhh biazzzzaaaaaa

Gue sih berencana jumlah foto per momen nya itu sama kayak tanggal nikahan nanti hahahaha. Jadi, kalau misalkan gue nikah tanggal 16, so... bakal ada 16 foto yang dicetak untuk masing-masing lokasi atau momen spesial gue dan keluarga. Kudu ada keterangan lokasi dan tanggal ngambil foto. Pokoknya gue mau jadi notulen sekaligus dokumentator perjalanan hidup keluarga gue lah.  Hahaha.  Masih biasa? BODO AMAT! Yang penting gue seneng :p

13. Bikin time capsule
Korban komik bagian kedua. Hahahaha.

14. Melakukan "the things  i want to do with my wife" yang mungkin ditulis juga oleh suami gue

Catatan : selama segala list nya tidak melanggar syariat agama. Hahahaha :p


Ini hal-hal yang mendadak terpikir dan mungkin saja akan banyak lagi keinginan-keinginan tak terduga gue. Semoga suami masa depan gue akan memakluminya :') List yang udah gue sebutin kali ini mungkin cenderung berbau lebih romantis, next time gue juga berniat menuliskan "The stupid things i want to do with my husband" ah. Hahaha. Itu kalau gue ingat. Catet. Kalau-gue-ingat.

Bye!