Let alone the black hole
Dancing on top of every lost things
In the unwanted journey, no one can console
Only your sane part could help to think
In the (some) children's eyes
Nothing look shabby and impossible
In the (some) adult's eyes
Everything is a mess and unbearable
It is not the time that change what you see
It is what you've been through that conclude
Don't let the crowd outsmart you
Nor the solitary moment own fully the blue
Pack your bag and crack the universe
Feed the starving brain with a riddle
Or, lock yourself and do the curse
Bury the soul with fear and scruple
Let alone the black hole
Dancing on top of every lost things
In the unwanted journey, no one can console
Only your sane part could help to think
-DEB
Kamis, 02 Februari 2017
Senin, 27 Juni 2016
Pernikahan
“Selamat atas pernikahanmu”
“Terima kasih, sudah lama tidak
berjumpa. Bagaimana kabarmu?”
“Baik. Walau pernah lebih baik
dari ini”
Sang wanita terdiam, lalu
melanjutkan bicara berusaha terlihat wajar “Silahkan disantap jamuannya. Semoga
menikmati ya”
Pria itu tersenyum, berbisik di
dekat wajah sang mempelai wanita “Kau tau benar, aku tak bisa begitu”
Pembicaraan terhenti, kondisi
bersesakan di belakangnya yang menunggu giliran untuk menyalami sang pengantin
memaksa pria berkulit putih ini untuk turun dari pelaminan segera.
Raut ceria yang dibuat-buat oleh
mempelai wanita semakin kaku. Ia menatap lemah punggung pria yang pergi itu
dari kejauhan.
“Kamu tidak apa-apa, nak?” ujar
seorang wanita tua bersanggul rapi yang sedaritadi berdiri mendampingi.
Semburat kerut terpampang di kulit wajahnya yang sawo matang. Polesan bedak dan
gincu belum mampu menutupi air wajahnya yang lelah.
Ia menyentuh lembut tangan sang
mempelai wanita. Sentuhan yang hangat dan menyiratkan kekhawatiran mendalam. Tangan
wanita tua yang kasar membabat habis kelemahan hati sang mempelai wanita. “Aku
baik-baik saja, bu” balas wanita itu, tersenyum tulus.
“Kamu bahagia?” tanya wanita tua
itu lagi.
Sang mempelai wanita termangu. Di
beberapa detik pertama, satu nama, satu gambaran wajah, dan satu kisah
terlintas. Suara berat yang sempat mengisi sebagian besar ruang di gendang
telinganya, kembali hadir. Memori akan sentuhan tegas yang sempat memberi
keyakinan pada masanya, pelan-pelan menuntut kembali masa kejayaannya.
Di beberapa detik berikutnya,
permukaan tangan wanita tua yang kasar itulah yang memenuhi benak. Isakan tertahan adik yang kelaparan serta
bunyi gemeretak gigi di kala menggigil suatu waktu di musim hujan berhasil
memukul mundur semua ragu dan memori masa lalu yang sentimental.
Sang mempelai wanita kembali
tersenyum, lebih tulus, dan menggandeng sang mempelai pria “Tentu saja, kami
sangat bahagia”.
4 Maret 2016 | 11 : 22 PM
Sabtu, 02 April 2016
Secara umum
orang-orang yang masih tersisa pasca photoshoot yang memakan waktu layaknya satu windu
Update 200921 : wajah sengaja disensor untuk hati yang lebih nyaman hehehe
Update 200921 : wajah sengaja disensor untuk hati yang lebih nyaman hehehe
In frame ~ Chevia, Muji, Ifa, Dewi, Sardi, Mima, Nia, Naufal, Maria (baca : dari kiri ke kanan)
Sebuah kehormatan bisa bertemu orang-orang yang mengetahui ketidaknormalanmu, namun memaklumi dan bahkan mengimbanginya.
Akhirnya tiba saatnya ada orang lain yang membawa selempang pusaka untuk gue. Akhirnya tiba saatnya gue memasuki ruang diskusi bukan dengan tujuan merapikan proyektor atau menggerogoti snack dosen penguji yang tak disentuh. Akhirnya gue tau bagaimana rasanya ditanyain "gimana di dalam? lancar kan?". Akhirnya gue dapet pigura keramat. Akhirnya gue tau rasanya menjadi artis satu hari. Perjalanan ini sangat panjang. Entah apa jadinya jika tidak ada pom bensin seperti kalian. Gue bisa mati di jalan. Terima kasih ya. Jangan kapok mengenal gue.
Terkhusus, Mima Uasha Febrianti STP, terima kasih telah mau menampung semua kegelisahan menjelang hari pertunjukan. Terima kasih udah mau pergi sendirian beli makan selama gue mengurung diri mencari jawaban di kamar. Terima kasih udah mau bantuin cari jurnal. Terima kasih udah mau (secara terpaksa) dipegangin tangannya sama tangan gue yang penuh aroma semerbak GPU. Terima kasih atas kenyataan manis mengenai tanggal dan urutan ujian kita. Untukmu 28 januari 2016 sebagai STP ke-66 dan untukku 28 Maret 2016 sebagai STP ke-99. Those facts are too sweet to be true. Seriously.
Kenapa judulnya secara umum? Karena postingan ini didedikasikan untuk ucapan singkat. Tunggu episode berikutnya yang akan mengupas satu persatu orang-orang berharga yang berpengaruh dalam sejarah kehidupan perkuliahan gue.
Sekali lagi, terima kasih untuk memilih tetap bersama gue dan bergabung membentuk sapu lidi. Have a great life, guys!
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
-- update 7 Desember 2022
Hi. I've decided not to create any detail story about each of my friends. Still, my grateful feeling toward them is solid. You know who you are guys. Thank you for staying beside me ❤️
Langganan:
Postingan (Atom)
