Laman

Sabtu, 02 April 2016

Secara umum

orang-orang yang masih tersisa pasca photoshoot yang memakan waktu layaknya satu windu

Sebuah kehormatan bisa bertemu orang-orang yang mengetahui ketidaknormalanmu, namun memaklumi dan bahkan mengimbanginya. 

Akhirnya tiba saatnya ada orang lain yang membawa selempang pusaka untuk gue. Akhirnya tiba saatnya gue memasuki ruang diskusi bukan dengan tujuan merapikan proyektor atau menggerogoti snack dosen penguji yang tak disentuh. Akhirnya gue tau bagaimana rasanya ditanyain "gimana di dalam? lancar kan?". Akhirnya gue dapet pigura keramat. Akhirnya gue tau rasanya menjadi artis satu hari. Perjalanan ini sangat panjang. Entah apa jadinya jika tidak ada pom bensin seperti kalian. Gue bisa mati di jalan. Terima kasih ya. Jangan kapok mengenal gue.


Terkhusus, Mima Uasha Febrianti STP, terima kasih telah mau menampung semua kegelisahan menjelang hari pertunjukan. Terima kasih udah mau pergi sendirian beli makan selama gue mengurung diri mencari jawaban di kamar. Terima kasih udah mau bantuin cari jurnal. Terima kasih udah mau (secara terpaksa) dipegangin tangannya sama tangan gue yang penuh aroma semerbak GPU. Terima kasih atas kenyataan manis mengenai tanggal dan urutan ujian kita. Untukmu 28 januari 2016 sebagai STP ke-66 dan untukku 28 Maret 2016 sebagai STP ke-99. Those facts are too sweet to be true. Seriously.

Kenapa judulnya secara umum? Karena postingan ini didedikasikan untuk ucapan singkat. Tunggu episode berikutnya yang akan mengupas satu persatu orang-orang berharga yang berpengaruh dalam sejarah kehidupan perkuliahan gue.

Sekali lagi, terima kasih untuk memilih tetap bersama gue dan bergabung membentuk sapu lidi. Have a great life, guys!

2 komentar:

Nadia Azka mengatakan...

Huhu aku sedih engga bisa hadir di hari2 pentingmu :(

Dewi Emillia Bahry mengatakan...

@Azka : Aku yakin doa mu sampai dengan selamat kok di hari-hari pentingku