Halaman

Rabu, 22 November 2017

Do Re Mi Fa Sol La Si

Maaf, ini bukan postingan musikal. Ini hanya postingan mengenai review 7 buah film. Silahkan disimak *tutup muka *malu karena nunda tulisan terus

**********************************

Selasa 12 September 2017


PETAK UMPET MINAKO

Alur film nya campuran, lumayan enak diikuti dan dinikmati. Film genre horor ini disuguhkan dengan gaya yang berbeda. Gue gatau teknik pengambilan gambarnya namanya apa, tapi gue pribadi menyebutnya efek patah-patah lol. Asik sih, beda gitu, tapi tetap ngga menyebalkan atau terlihat berlebihan. Kalau ditinjau dari segi seni perfilmannya sih jujur gue suka. Make up zombie nya sih favorit ya, plus akting aktor artisnya meresap sekali ke kalbu masing-masing nampaknya haha. Di film ini juara hati koe adalah zombie nya. Hahaha. Kalau dari segi cerita, buat gue masih ada celah yang bisa gue pertanyakan dan perdebatkan. Dan kadang ada beberapa momen yang suka lost gitu feel nya. Overall, ketegangan suasananya dapet sih. Twist nya pun ada, walau tidak sebesar yang gue harapkan (ah again, expectation ruin everything haha). I enjoyed the movie by the way, thankyou dear all crews! Sekian :)


Sabtu 30 September 2017

PENGABDI SETAN

Ada bahasa isyarat indonesia nya! Wohooo *berteriak histeris. Oke fokus, Dewi. Sebelumnya, gue ingin klarifikasi dulu. Gue bukan penggemar film horor ya. Kebanyakan teman-teman gue salah paham dan berpikir genre film favorit gue itu horor haha. Tolong ya teman-teman dikoreksi pikirannya wkwk. Hanya saja kebetulan, belakangan banyak film-film indonesia bergenre horor dan plot cerita atau pun produser film nya menarik perhatian gue. Makanya kutonton. Seperti itoe yha (ngga penting amat sih dew klarifikasinya wkwk).

Lanjoet. Gue suka film ini secara keseluruhan. Pengambilan gambarnya enak, timing hantu nya pas mantap, ada humor nya pula di waktu-waktu yang tepat dan pemerannya ngga usah ditanya lagi kredibilitas nya, Walau rambut nya Dimas Aditya di film ini sangat mengganggu kesejahteraan mata gue, ya tidak apa-apa, gue maafkan. Scene favorit gue adalah scene antara si ibu dan anak laki-laki nya yang paling gede. Scene paling bangk* sih. Hahahahaha. 

"Sisir rambut ibu"
"KE SALON AJA BU MEREKA LEBIH PROFESIONAL. INI UANGNYA!"

#naskahjikasanganakkayaraya

Walau sesungguhnya gue masih kurang memahami intensi kedatangan para anggota sekte di kali pertama, tapi gue tetap menikmati plot twisted yang disuguhkan. Secara keseluruhan, film ini cukup memuaskan untuk kelas film horor indonesia. Walau gue berharap ada teka-teki yang lebih kompleks, tapi tidak apa-apa., aku tetap suka. Satu hal sih yang gue sayangkan sedikit. Akhir film nya kurang menunjukkan pesona horor elegan yang misterius. Padahal gue udah suka ide ending menggantung ala film horor barat nya, cuma..... mereka terlalu lama di bagian ending. Harusnya mereka bisa mengakhirinya dengan potongan lagu bernuansa klasik dan menunjukkan gambar-gambar atau menyorot ke pemandangan taman di luar kamar atau entah apa deh yang klasik, dibanding menyuguhkan tarian dua sejoli haha. Well, but they really did a great job. Semoga kalian tidak ketinggalan film ini ;) Sekian! 


Kamis 26 Oktober 2017

POSESIF

Aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat judul film ini di akun IG @filmnasional. Lalu trailernya pun muncul dan membuat gue yakin "wajib menonton film ini. fix". Hasilnya? Tidak mengecewakan. Sama sekali. Topik yang diangkat juara sih, twisted nya juga juara. Pesannya yang tersirat banyak banget, bagi yang meyakini. Haha. Mungkin ada satu adegan yang menurut gue jika dibuat lebih keras bisa bikin lebih asyique. Adegan menampar. Tapi kucoba tak beri spesifik adegan menampar oleh siapa ya hahaha. Duh susah banget deh bikin review tapi ngga spoiler #plak. Adegan menamparnya ada yang kurang real gitu, jadi sayang aja, padahal udah mantap. Menurut gue pribadi ya hehe. Keseluruhan cerita? Mantap jiwa komandan! Jangan lupa, jauhi hubungan yang tidak sehat yes. Sekian :)


Jumat 3 November 2017

HUJAN BULAN JUNI

Gue nonton ini karena penasaran bagaimana peletakan puisi nya aja sih. Oh, ternyata dipampang lirik puisinya. Plot nya teh ala cerita romantis pada umumnya sih. Cuma karena dialognya elegan dan puitis aja jadi menambah nilai jual hehe. Ini film yang manis tapi bukan selera ku. Kalau kalian suka film penuh bait puitis, jangan lewatkan film ini~ Sekian!


Senin 13 November 2017

WAGE

Ku jujur bukan anak yang suka mengikuti sejarah. Ku tidak tau banyak tentang pak WR Supratman. Ku lumayan terpukau dengan ceritanya. "Oh ternyata pak Wage begitu. Waw". Teman gue ada yang berpendapat bahwa film ini ceritanya terlalu banyak topik dan jadi tidak fokus. Buat gue sih enak-enak aja. Biarkan mengalir dan yang dibuat menggantung biarkan tergantung wkwk. Mas tokoh utamanya lumayan menyita perhatian sih. Cocok untuk memerankan pak WR Supratman. Dan olala~ Pengambilan gambar film ini ku suka sekali. Apalagi scene saat mas Wage bermain biola dengan latar belakang mentari. Daebak. Kalau dari segi pemain yang lain... ada sedikit yang ngga sreg. Mungkin karena pernah melihat orang yang bersangkutan di suatu acara bergenre komedi sehingga mendistraksi penilaian gue terhadap perannya yang serius sebagai pejuang di film ini haha.

Ada yang tanya ke gue "Gimana wage? bagus ngga?"

Gue pribadi sih suka film ini karena sedikit memberi gambaran ke gue tentang salah satu tokoh penting di Indonesia. Lagipula, rasanya cerita mengenai pahlawan itu belum pernah ngga bagus haha. Ditambah teknis pengambilan gambarnya juga oke. Ada satu hal lain yang mengganggu sih : teks warna merah darah.  Di awal film, penulisan kru film sudah ditunjukkan sejak film dimulai dengan teks berjalan warna merah. Menurut gue itu lumayan bikin sakit mata sih dan terkesan agak kasar aja penempatan teksnya. Cuma ya...... bisa gue abaikan lagi lah. Tidak mengapa wkwk

Kalau ingin tau secuil kisah tentang sang maestro kita, film ini cocok untukmu :) Sekian~



Senin 20 November 2017

NAURA & GENK JUARA

Gue mulai tertarik pada film ini karena beberapa hal :

1. tema nya tentang anak kecil. persahabatan dan alam
2. musikal ala petualangan sherina
3. pas nonton trailer, terlihat ada penggunaan animasi dalam film ini. Ada bagian saat naura bernyanyi lalu digantikan dengan naura versi kartun. Looks cool.

Dengan 3 alasan tersebut, gue pikir film ini cukup menjanjikan untuk menjadi film panutan anak-anak masa kini.

Bagaimana eksekusinya?

Jujur..... gue merasa datar sih haha. Membuat film musikal emang ngga mudah. Kesulitannya adalah bagaimana supaya tidak terkesan dibuat-buat banget gitu nyanyinya haha. Menurut gue... film ini berlebihan wkwk. Banyak nyanyi bareng-bareng nya. Gue agak terganggu. Apalagi ada momen di saat mereka (seluruh anak anak yang ikut perkemahan) sedang menyiapkan strategi penyelamatan secara diam-diam. Mereka harusnya bergerak diam-diam dan rahasia, dan perkemahan mereka termasuk tempat rawan lah boleh dibilang. Eeeeeh.... mereka malah nyanyi rame-rame seru sambil nyiapin strategi di tempat kemah. Yang bener aja lo! Kesel. Wkwkwk. 

Dan ada cerita yang ngga bisa gue terima dengan akal sehat gue. Dibanding memilih memberitau orang dewasa kalau mereka melihat truk penculikan hewan, mereka malah bertindak sendiri sampai temannya ditangkap. Setelah teman ditangkap, baru ngadu ke orang dewasa. Ya ampun nak. Capek tante.

Sebenernya ide nya oke. Tema nya juga bagus banget, mengenai alam dan ada nasihat persahabatannya. Cuma gue merasa agak kurang alami aja. Hehe. Btw, scene saat naura asli dan naura versi kartun bernyanyi itu bagus! Gue suka. Semoga film yang menggabungkan 2D dan aktor real bisa diperkaya lagi ya~ Ala ala space jam gitu kan suatu saat mungkin haha 

Oh terus gue baru tau setelah nonton bahwa ada jarkoman di grup emak mengenai film ini hehe Sepertinya ada yang tidak suka dengan penggambaran tokoh penjahat di film ini karena mereka digambarkan sering mengucap kalimat Allah (contoh paling sering: astaghfirullah) tapi yang mereka perbuat adalah kriminal. Awalnya pas gue nonton juga gue bingung kenapa penjahatnya ngomong astaghfirullah haha. Jarang-jarang digambarkan begitu. Biasanya pakai kata 'astaga' atau 'eh copot eh copot' (karena genre semi komedi untuk anak-anak, jadi ya pemilihan kosakata nya biasanya umum tapi konyol). Jadi banyak multitafsir oleh netizen. Semoga ini jadi pembelajaran aja sih hehe Lebih baik pemilihan katanya konsisten dengan karakter pemain. Jika jahat ya dibuat berkata sembarangan, jika baik ya dibuat berkata santun.  Begitoe lah ya kurang lebih. Sekian :)



Senin 20 November 2017

MARLINA SI PEMBUNUH 4 BABAK

The next level of indonesian movie ya sepertinya ini haha. Keras film nya bung. Entah kenapa terasa pilu. Pemandangan alam nya allahu akbar sekali. Indahnyaaaaaa. Shoot nya edan edan sih. Itu kepala manusia nya juga mantap sih. Hahaha. Kisah wanita pinggiran dan perjuangan hidup nya. Keras. Bukan tipe film yang bisa dinikmati dengan perasaan riang gembira di akhir film nya sih, namun sebagai sebuah seni.... ini bagus. They did a great a job. Well done!


Nah, sekian saja review kali ini. Mohon maaf bila banyak kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah swt. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar: