Halaman

Rabu, 19 April 2017

Bila sejarah divisualisasikan

Rabu 19 April 2017


KARTINI

Kali ini gue tidak akan menulis terlalu banyak review. Pun tak perlu membahas akting para pemeran karena memang mayoritas semuanya adalah aktor artis veteran. Siapalah gue ini untuk membahas kemampuan mereka hahaha. Permainan apik dan penekanan emosi yang pas tentu mereka ciptakan dengan brilian.

Gue cukup terpuaskan dan terserap pada keseluruhan cerita film ini. Saat sejarah divisualisasikan... mungkin tidak semua elemen bisa disampaikan terperinci dalam sebuah film berdurasi kurang lebih 120 menit. Namun menurut gue ini merupakan media pembelajaran yang menyenangkan. Setidaknya penonton bisa menerima inti pesan yang disampaikan pejuang dahulu melalui akting cerdas para pemeran. Harapannya minimal penonton Indonesia bisa membawa pulang bekal rasa semangat nasionalisme itu atau lebih bagus lagi jika mereka turut serta membungkus rasa ingin tahu lebih mengenai kehidupan para pahlawan yang diharapkan bisa memacu motivasi generasi muda untuk menjadi lebih baik. 

Apapun itu, film berkonten mendidik dan penuh makna tentu harus dibudidayakan kan? Hehe I'm happy :)

Sekilas cuplikan dialog...

"Apa yang sudah kamu pelajari dari aksara londo tersebut Ni?"

"Kebebasan"

"Apa yang tidak kamu pelajari dari aksara londo itu?"

"... Ni tidak tahu bu"

"Bakti, nak. Bakti"




P.S. Hanya satu orang yang mendistraksi gue di film ini : mas Dwi Sasono. Ya ampun, karakter mas Adi terlalu melekat di relung sukma gue. Sepertinya, dengan sangat menyesal, gue tidak akan pernah bisa melihat beliau sebagai mas Dwi Sasono lagi, tapi mas Adi :(

Nah, sekian saja review kali ini. Mohon maaf bila banyak kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar: