Halaman

Jumat, 31 Maret 2017

Nonton sendiri? Huhu atau haha?

Halo! (Kemarin) Selamat hari film nasional~

Semoga industri film kita semakin maju tanpa meninggalkan budaya asli Indonesia yang santun yah. Aamiin. Yay! 

Nah, tidak jauh dari tema film, kali ini gue akan membahas suatu topik berdasar respon beberapa orang yang cukup sering berulang :

"Hah? Nontonnya sendirian banget? Hahaha"

Atau pernyataan dan pertanyaan sejenis.

Gue mengernyitkan alis tiap kali menemui respon serupa ini. Gue harus menelaah terlebih dahulu apa orang ini benar-benar merasa bahwa menonton sendirian itu suatu yang aneh dan tidak mengasyikkan atau apakah orang ini hanya orang yang ingin menertawakan gue saja, tak peduli apapun kondisinya (tipikal sahabat saya). Sejauh yang gue tangkap, masih banyak orang yang keheranan pada gue yang hobi menonton bioskop sendirian. Masih banyak pula yang ngga ingin nonton bioskop sendirian, cenderung malu, katanya. Tetiba gue teringat akan gue di masa lalu. Gue pun dulu merasa aneh kalau ada orang yang bisa seniat itu pergi nonton di bioskop sendirian. Terlebih, dulu gue bukan penikmat film. Jadi ngga akan mungkin terbersit inisiatif nonton film kalau bukan diajak teman mah haha. Cuma, terkait perasaan malu nonton bioskop sendiri, gue pernah merasakannya, hanya saja beda kasus. Gue berpikir dulu bahwa jalan-jalan di mall sendirian itu menyedihkan. Laksana simbol akan kesendirian yang tak berujung, semacam itulah. Untunglah gue tumbuh dan dewasa dengan menghirup oksigen yang jernih, sehingga kini gue tau bahwa pikiran itu salah. Jalan-jalan sendirian tidak kalah menyenangkan dengan jalan-jalan bersama koks! Ya walau tetap, two is better than one ya kalau mengutip mas-mas di boys like girls mah.  

So, sekarang gue ingin mengklarifikasi (atau membela diri) dan memberi segelintir fakta yang membuat kamu-kamu semua sadar, bahwa kelak, kalian bisa kapan saja dengan bangga berkata "ya, gue nonton film itu di bioskop sendirian". Fyi, gue akan menggunakan kata ganti "penonton tunggal" sebagai perwakilan "orang yang menonton sendirian di bioskop". Karena, tentu saja, mengetik 6 buah kata sungguh melelahkan. Okay.  What are we waiting for? Let's go!


1. Don't put off until tomorrow what you can do today

Sobat yang dirahmati oleh sang Pencipta, sebagai seorang penonton tunggal, secara tidak langsung kita bisa mengamalkan petuah bijak ini dengan lebih baik daripada orang-orang yang menonton bersama teman-teman sejawat. Mengapa? Oh tentu saja karena jadwal pribadi masing-masing dan mood yang tak bisa diprediksi. Salah satu kendala pelik dari menonton bersama-sama adalah harmonisasi jadwal. Bahkan terkadang birokrasinya lebih lamban lagi dari birokrasi pemerintah yang sering kalian protes. Lebih sempurna lagi jika pada akhirnya rencana itu kandas seiring waktu berjalan dikarenakan ketidakselarasan antara ekspektasi dengan realita.


"Si X ngga bisa kalau hari ini"

"Loh jadinya jam segitu? Aduh kayaknya aku masih harus rapat kenegaraan dulu deh. Coba tunda jadi minggu depan"

"Wah bro, kayaknya gue mager nih mendadak. Hujan sob. Lusa masih ada ngga ya?"

Dan sejenisnya, hingga rencana yang terus diundur itu memutuskan untuk pergi dari kehidupan kamu selamanya.


Oh, sekedar informasi, jika kamu ingin menonton film indonesia di bioskop tapi ngga ingin nonton sendirian, belum punya pasangan yang stand by diajak kencan, keluargamu tidak suka pergi ke bioskop, mayoritas teman-teman kamu merupakan orang sibuk dan kamu ngga mau menyewa orang bayaran untuk menemanimu.... saya sarankan.. kamu menyerah. Nonton bajakan aja sana. Hahaha. 


"Berlebihan deh, kan masih bisa nunggu teman kita agak luang sedikit waktunya"

Nunggu? Sampe kapan? Nunggu itu capek tau! #lah

Faktanya, laju film Indonesia untuk turun layar itu umumnya relatif cepat, pemirsa. Pengecualian untuk film-film yang namanya sudah cukup (sangat) tersohor. Oleh karena itu, aktivitas menunda nonton film indonesia bukanlah pilihan yang bijak. Sangat beresiko. Makanya, mari bergabung bersama penonton tunggal! *merangkul hangat*

Sebelum melantur lebih jauh, inti poin nomor satu adalah : sebagai penonton tunggal, kamu lebih leluasa dan independen dalam mengatur waktu menontonmu sendiri. Lebih efisien dan efektif. Pun kamu jadi tidak perlu menunda film kesayanganmu guna menyelaraskan jadwalmu dengan jadwal si dia. It is your own fun!


2. Match the movie genre with your own preference, not others

Selain sinkronisasi waktu, sinkronisasi selera film termasuk hal yang cukup menjemukan. Jika teman-temanmu tidak memiliki selera yang sama dengan kamu dan tidak berminat menemanimu, lantas kamu akan menyerah? Menyerah karena pilihan orang lain? Aduh.

Apa menurutmu itu terlihat lebih keren dibanding penonton tunggal? Nay, for me sih. 

Sebagai penonton tunggal, sekali lagi, kamu memiliki kontrol penuh terhadap apapun yang kamu pilih. Kamu bisa menonton film yang sesuai dengan kesukaanmu sendiri~ It is your own fun!


3. It is the movie that matters, not whom you are with

Poin ini khusus untuk yang benar-benar murni mau menikmati film sahaja sih, bukan untuk orang-orang yang memiliki tujuan sampingan di bioskop (misal untuk sekalian pendekatan dengan si dia atau acara keakraban bersama teman) atau bahkan yang menjadikan nonton bioskop sebagai tujuan sampingannya (contohnya kalian pikirkan sendiri sesuai kemampuan kalian ya). 


Gue bahkan tidak perlu mengobrol dalam menikmati film, kenapa gue harus gelisah atau bahkan malu jika menonton sendirian? 

Haha. Once again, it is your own fun!


4. Not limiting your plan

Bila bepergian bersama orang lain, tentu saja kita tidak bisa egois hanya memikirkan diri kita sendiri kan? Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk kenyamanan bersama. Entah itu terkait aktivitas sebelum atau sesudah menonton, jam kepulangan atau rencana tambahan lainnya.

Salah satu kelebihan menjadi penonton tunggal adalah kamu bisa bebas mengagendakan apapun, improvisasi rencana atau bahkan membatalkan rencana semula secara mendadak dan spontan. Kamu bisa makan ke restoran sebanyak tiga kali berturut-turut setelah atau sebelum menonton tanpa harus ditatap heran oleh teman-teman. Kamu bisa bertingkah bodoh sesuka hati (tapi-masih-dalam-batas-wajar~ aw~). Kamu bisa bebas menjadi orang yang terburu-buru maupun sangat lamban sekalipun.  

It is your own fun!


5. Being alone doesn't mean you are lonely

Kalau masih ada yang berpikir sebaliknya, haduh, kasihan.

Are you using your friend just for a pride only? Pft.

"I'm with someone~ I'm not alone~ yuhu~"

Ha-ha. We're never alone, guys. Banyak mikroba di sekitar kita. Percayalah, Kita tak pernah sendiri. Wk.

Remember, it is your own fun!!!

**********************************

Oke. Gue rasa cukup lima poin itu aja dan kebersamaan kita malam ini harus berakhir di sini. By the way, dengan menuliskan postingan ini bukan berarti gue mendeklarasi bahwa "penonton tunggal adalah yang terbaique". Bukan, bukan sama sekali. Gue hanya ingin mengajak kalian menengok sedikit apa keseruan dan kelebihan yang bisa diperoleh sebagai penikmat film bila menjadi seorang penonton tunggal. Dan terkhusus, ngga perlu ada rasa malu kalau kamu ingin menjadi penonton tunggal. Itu ngga dosa kok, sepengetahuan gue (ya lihat-lihat jenis film juga sih ya hahaha). Buat apa malu kan? Untuk yang masih lebih nyaman nonton bareng orang, ya tidak apa-apa juga. Emang seru kok kalau nonton bareng orang lain, apalagi kalau minatnya sama, bisa sharing pendapat pasca nonton. Cuma seengganya sekarang kita sama-sama tau bahwa, hey, menonton sendirian itu juga sebuah keasyikan maha dahsyat kok.  Hehe. O aza gitu.


Oh, malam semakin larut! Saatnya pamit undur diri. Nah, sekian saja celotehan saya hari ini. Mohon maaf bila banyak kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.