Halaman

Selasa, 05 Januari 2016

Dari prague menuju pelaminan

Senin 4 Januari 2016


NEGERI VAN ORANJE

Satu hal yang kalian pasti peroleh dari film ini adalah : kesegaran mata lahir dan batin. Seluruh casting nya good looking, view nya masya Allah dan Allahu akbar, maka sesungguhnya... nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? #naondew

FINALLY! Kesampaian juga nonton filmnya Tatjana Saphira. Doi adalah artis perempuan yang gue sukai mukanya. Zeriuz. Cantique dari ujung bumi hingga ujung langit gitu sih. Bagi owe ya. Bagi owe. Nah yuk review yang sesungguhnya. Cekidot~

Untuk ide cerita, sebenarnya cukup sederhana dan ngga kompleks (terlepas dari novel aslinya yah). Beruntungnya, film ini disulap sedemikian rupa sehingga dari segi visual sangat memanjakan mata penonton yang berujung pada komentar "bagus yah film nya". Film ini cocok untuk tipe penonton yang  tidak ingin bersusah payah berpikir atau menganalisa. Pun cocok untuk tipe penonton yang menyukai drama singkat, ringan dan menyenangkan. Alurnya sederhana, tingkat kompleksitas ceritanya ngga njelimet. Seperti yang bisa kalian tebak, kisah satu wanita cantik dikelilingi empat sahabat pria tampan. Sudah jelas arahnya kemana. Yang paling gue suka mungkin gayanya yang ringan dan sangat dekat dengan gaya main kita sehari-hari. I mean... lelucon yang mereka lontarkan ataupun gerak gerik mereka tuh kayak bener-bener khas lelucon kalau kita lagi main bareng sama geng kita. Lelucon santai tapi emang lucu dan ngga dipaksa jadi lucu gitu. Bolehlah ambil contoh film Raditya Dika, kalau di sana ada adegan lucu yang dipaksa gitu, jadi kadang ga rasional. Kalau di film ini, asik aja. Rasanya seperti melihat potret kelakuan bodoh kita bareng anak-anak geng (ceileh). 

Suka beberapa part di film ini. Suka setiap dialognya, entah mengapa terdengar bagus. Enak aja. Dan sekali lagi, muka-muka para castingnya ini lho ya Allah. Terima kasih untuk siapapun yang memilih para aktor dan artis ini ya. Hahaha.

Ge Pamungkas, I love you. Wkwk.

Coba lah andai setiap lo standup comedy teh ngga selalu pake kata-kata kasar, yu pasti jadi kerenz ngedz di mata we.

Tatjana Saphira, kira-kira kamu jeleknya kapan? :')

Udah ah, skip. Overall, film ini memang menghibur (mata gue). Cuma, kalau menurut gue pribadi, moral value di film ini sih kurang berasa. Ngga berasa bahkan, gue ngga sadar. Apaan ya nilai nya? Wkwk. Persahabatan mungkin? Well, entahlah kurang kuat kalau kata gue sih. Yang gue inget, gue cuma dibikin harap-harap cemas tentang siapakah yang akan menjadi mempelainya si Tatjana. Itu aja. 

Dari segi ide cerita, it was an okay movie. Dari segi visual, it was a super duper cool movie. Dari segi naskah dialog, it was a brilliant movie.

Oke, sekian saja reviewnya. Sekali lagi, review ini semata-mata menggunakan sudut pandang dewi. Kurang lebihnya mohon maaf, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

1 komentar:

Nadia Azka mengatakan...

wow kamu benar2 mendukung perfilman indonesah dengan menontonnya di bioskop