Halaman

Sabtu, 30 Januari 2016

Perasaan yang kuat sekaligus lemah


SURAT DARI PRAHA

Akhirnya tiba juga, film lain dengan latar praha. Berbeda dengan film negeri van oranje, surat dari praha tidak fokus pada view alam praha yang memanjakan mata. Cukuplah apartemen tua, bar dan gedung opera yang menemani kita.  Yet, those were enough. More than enough.

Kalau mau dievaluasi dari segi akting, gue tidak punya kapasitas apa-apa. Mereka semua sangat luar biasa. Tidak ada gerakan yang dipaksakan. Kenapa sih mereka keren sekali haha. Dan gue tidak terganggu kok sama cara mereka memunculkan beberapa produk sponsor di film ini. Main halus. Secara cerita, menurut gue ini dalam sih. Apalagi kalau dibandingin negeri van oranje hahahaha. Kok gue jahat sih banding-bandingin film orang. Maafin dewi ya Allah. Oke lanjut. Gue merasa sakit nonton film ini, entah gue yang terlalu bawa perasaan atau gimana. Haha. Film ini membawa gue untuk memahami perasaan tiga orang yang sama-sama tersakiti. Kalau secara pribadi sih, gue suka sekali film ini. Lembut lembut melemahkan gitu. Intinya cerita ini berkisah mengenai roman (yang ngga picisan), konsekuensi dari sebuah pilihan dan keyakinan. Gitu kali yak hahaha.   

Musiknya oke banget! Kata-katanya pujangga gitu kan, sampai gue ngga ngerti. Wkwk. Bohong deng. Ngerti kok ngerti. Film ini terasa semakin syahdu karena didukung oleh adegan musikalnya juga. Kan namanya juga lembut lembut melemahkan, harus dibantu melodi-melodi drama supaya makin haru. Terus setelah nonton ini gue jadi pengen tau tentang orde baru. Nahloh. Au ah dewi banyak maunya. 

This movie deserves your attention, guys~ Can't wait for another surprising movie from Indonesian people. Yeay!

Akhir kata, mohon maaf bila banyak kesalahan karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.

Tidak ada komentar: