Laman

Kamis, 03 September 2015

Green campus


Apakah itu green campus? Oke. Pertanyaan bagus. Gue akan pandu kalian pelan-pelan. Ikuti langkah berikut : 1) klik new tab, 2) ketik: www.google.com, 3) masukkan keywords "green campus", 4) nikmati hasil pencarian, 5) selesai.

Nah, dalam rangka IPB menuju green campus, dilakukan masa percobaan selama sebulan (1 september - 30 September). Percobaan yang cukup spektakuler terjadi dalam bidang transportasi. Rencana idealnya adalah transportasi yang boleh berkeliaran di kampus adalah mobil listrik, sepeda dan bus (go green) berbahan bakar gas. Masih boleh sih membawa kendaraan pribadi, namun akan hanya diberikan tiga pusat tempat parkir. So, we're going to say goodbye to parkiran fakultas and say hello to jalan kaki menuju fakultas. Well, gue selalu jalan kaki sih. Ngga beda-beda amat. Haha :p

Yang mau dibahas kali ini adalah, bus go green~ Bus ini merupakan metamorfosis sempurna dari semua bus-bus yang pernah ada di dalam sejarah transportasi IPB. Bus nya sekarang full AC sob. AC beneran, bukan AC alam. Cuma......... bayar. bayar... ba.... yar. Iya. Bayar *menatap tanah*

Kabar gembiranya adalah, selama masa percobaan ini bus nya masih gratis! Yey! So here we are, nyobain bus damri gratis. Ayey! :3 By the way, bus go green kali ini adalah kerjasama antara IPB, damri dan BNI. Nanti dalam proses pembayaran bus sih katanya akan menggunakan e-money nya BNI gitu. Ribet deh. Pusing pala pegasus. Haha.

Lupakan masa depan sejenak, lihat saja momen gratis kali ini. Usai pulang dari perpustakaan, kami bertujuh (indri, citra, mega, dewi, hari, dhika, ihsan) pun memutuskan untuk tour keliling IPB menggunakan bus baru (yang masih gratis).  Bus pertama yang kita naiki adalah bus koridor 3. Fyi, rencananya, bus baru ini akan memiliki lima koridor dengan rute berbeda dan memiliki total 20 bus. Namun sementara baru tersedia tiga koridor dengan jumlah total masih sebanyak 5 bus. Nah, koridor 3 ini rute nya adalah fkh - fapet - fpik - alhur - LSI - FEM - FEMA - rektorat - FEMA - FEM - LSI - alhur - fpik - fapet - fkh. (Oh catatan : sebenernya di rencana awal, koridor 3 itu tidak melalui jalur rektorat, harusnya koridor 4 yang melakukan tugas menuju jalur tersebut, namun sepertinya berhubung belum ada koridor 4, jadi ya amanah ini diemban oleh koridor 3, sekian). Kita memulai perjalanan kita dari LSI. Dan kita... norak sekali. Gue harap seisi bus ngga ada yang tau kalau kami mahasiswa tingkat akhir. Gue sangat berharap. Tapi yaudahlah. Kita pun secara jujur bilang ke mas-mas supirnya kalau kita cuma mau jalan-jalan pakai bus baru. Mas-mas nya pun sangat kooperatif. Ia menuntun kita menuju FKH untuk menunggu bus koridor 2. Di sanalah kita saling berbincang dengan si mas supir mengenai bus baru dan banyak hal lainnya. Di sanalah juga gue sadar kalau mas-mas supir itu ganteng. Hahahahaha.

Skip. Lanjut.

Di FKH, sudah ada bus koridor 2 yang menunggu. Kalau bus koridor 3 tadi cukup sunyi senyap, bus koridor 2 menyambut kami dengan alunan musik armada plus lampu bus yang bersinar terang. Sedih sesungguhnya harus berpisah dengan (mas-mas supir) bus koridor 3 tadi, but the show must go on. Bapak supir bus koridor 2 ini juga sangat seru. Kayaknya semua supir bus ini udah didesain seramah mungkin. Gaul lah pokoknya. Kita disuruh selfie sepuasnya dulu. Lampu bus nya semakin diterangin gitu sama bapaknya untuk mendukung pencahayaan foto. Rute koridor 2 antaralain fkh - fpik - alhur - kornita - fahutan - fateta - alhur - fpik - fkh. Kita pun berhenti di  daerah depan toyib untuk menunggu bus koridor 1.  Terimakasih bapak supir bus koridor 2, kami puas berfoto.

Tak berapa lama menunggu, bus koridor 1 menanti. Di bus inilah, kami merasa kenorak-an kami bukanlah apa-apa. Kenorak-an kami hanyalah sekecil biji zarah bila dibandingkan dengan penumpang lainnya. Semuanya naik bus dengan tujuan yang sama kayak kami hahaha. Di bus ini mengalun merdu lagu Ada Band. Keadaan bus ini cukup ramai dan penuh dengan penumpang junior yang bersemangat. Ada satu penumpang wanita yang lucu banget. Dia menawarkan permen yang didapat dari supir ke seisi penumpang bus hahaha. Supir bus koridor 1 ini juga geser otaknya. Mas Dwi namanya. Bukan. Bukan gue yang nanya nama dia siapa. Ngga ada juga yang nanya. Dia memperkenalkan namanya sendiri dengan penuh bangga, Mas-mas yang ceria. Hahaha. Rute koridor 1 ini adalah berlin - FEMA - FEM - LSI - Fateta - Fahutan - Asrama - Gym - Fmipa - berlin. Yaudah kita keliling-keliling aja terus dan berlabuh di berlin. Itulah akhir tour kita bersama bus go green (calon) kesayangan.  
  
Kalau bus nya gratis terus sih, gue yes. Kalau bayar, gue ngga yakin untuk yes. Bagaimana dengan mobil listrik? Gue rasa kalau kecepatan mobil nya tidak ditingkatan lagi secara signifikan, wassalam sudah. Selepas masa-masa penasaran yang natural - kira-kira 1 hingga 2 minggu -  bisa gulung tikar itu mobil listrik. Terus kalau bus, ngga tau sih. Mungkin kalau harga nya oke, masih bisa. Cuma, entahlah. Kalau misalkan IPB mau menggembar- gemborkan tentang sepeda gratisnya, gue rasa masih kurang kuat karena hanya bisa mengakomodir sebanyak 1400 buah (katanya). Sisanya ngga ada transportasi yang gratis. Green campus ini berita duka bagi pelanggan bus gratis dan ojek tentunya. Satu lagi, parkiran hanya dipusatkan di tiga titik? Gue ngga bisa kebayang akan seramai apa ketiga parkiran tersebut *geleng-geleng kepala*


Gue tau kok segala kebijakan itu tentu sudah dipertimbangkan dengan matang dan bukan merupakan ego pihak tertentu semata. Semoga kebijakan ini bisa berjalan dengan lancar walau banyak pihak yang meragukannya. Iya. Gue pihak yang meragu. Maka, semoga kalian bisa meyakinkan kami, bapak ibu yang kami hormati. Good luck, green campus nya! Cheers!



P.S. Agak OOT sih, tapi ya boleh kali diperbanyak lagi tempat sampahnya di kampus. Hehehehehe.

Tidak ada komentar: