Laman

Senin, 03 Februari 2014

I'm about to cry

Di sela-sela makan pagi yang elegan bersama ayam tangkap dan nasi yang masih mengepul, sontak perhatian tersita penuh pada tayangan di NET TV. Acara pagi ini adalah 'morning show'. Semacam berita pagi begitulah. Di tengah pembicaraan, mendadak presenternya mengangkat topik mengenai pak A. T. Mahmud. Perlahan ketiga presenter mengenang sedikit lagu-lagu karya masterpiece beliau. Lagu anak-anak yang pastinya melegenda di sanubari semesta Indonesia. Well, seengganya di jaman gue kecil dulu, lagu-lagu pak A.T. Mahmud masih berkibar di kancah permusikan, tak kalah meriahnya dibanding sang saka merah putih. Sedikit nostalgia, lagu-lagu karya beliau antara lain Aku Anak Gembala, Bintang Kejora, Pelangi, Paman Datang, Mendaki Gunung, dan lain-lain.

Lalu?

Stasiun TV yang super-keren-kece-badai ini pun melakukan survey tanya jawab gitu ke beberapa responden acak yang ditemui di suatu tempat (kalau dilihat dari background bangunannya sih kayaknya di GBK).

Respondennya ada tiga anak kecil (berdasar mukanya yang belum ranum, sepertinya masih SD semua) dan beberapa remaja. Kali ini responden remaja akan gue hilangkan. Tidak gue bahas. Karena responden remaja menjawab pertanyaan dengan cukup baik. Mungkin dikarenakan mereka adalah segolongan kaum yang menghabiskan masa kecilnya di jaman yang sama dengan gue. Jaman dimana lagu anak-anak masih berjaya.

Mari kita simak tanya-jawab berikut...

P.S. 
tulisan merah = anak perempuan
tulisan biru    = anak laki-laki 1
tulisan hijau   = anak laki-laki 2

Siapakah A. T. Mahmud?

"Ngga tau (senyum)"

 "Pembuat lagu hehe"

"Pencipta lagu" 

Apakah kamu tau lagu-lagu karya A. T. Mahmud?

All : "Ngga tau (geleng-geleng)"

Apa lagu anak kecil favoritmu? Coba nyanyikan.

"Kamu.... Buat aku tersipu, buatku malu-malu. Saat bersamamu..."

"Aku yang dulu bukanlah yang sekarang, dulu ditendang sekarang ku disayang"

"Easy come, Easy go. That's just how you live... Oh Take take take it all but you never give"


********************


Pembahasan

Berdasar analisa ke sok tahu-an gue, diperoleh beberapa kesimpulan.

1. Anak kecil perempuan itu adalah seorang fangirl kelas ikan teri sambal ijo.
2. Anak laki-laki 1 itu mungkin sering diajak naik angkot sama bapaknya.
3. Anak laki-laki 2 ini kemungkinan naik kasta semenjak bergaul dengan abangnya yang udah terlalu sering bolak-balik ke konser layaknya pergi ke WC.


Ya, semoga almarhum pak A.T. Mahmud tidak sedang menangis sekarang. Memang bukan salah anak-anak itu jika akhirnya mereka teracuni lagu-lagu dewasa. Budaya dan lingkungan media massa yang semakin tak sehatlah yang menuntut mereka. Di saat dulu seusia mereka, kita berlomba-lomba bangun pagi untuk sekedar menonton film kartun. Sekarang? Yang ada hanya tayangan musik dewasa. Lagi dan lagi. Di saat dulu seusia mereka, kita masih memiliki waktu untuk menjamah film kartun di sore dan malam hari setelah maghrib. Sekarang? FTV lagi, sinetron lagi.

My deep condolences goes to you, children nowadays *pasang bendera setengah tiang*

Tidak ada komentar: