Halaman

Jumat, 10 Januari 2014

Perjuangan?

Assalamu'alaykum hadirin hadirat yang dirahmati Allah.  Mari kita buka sesi curhat kali ini #ketukpalu

Oke, tema kali ini adalah liqo. Liqo. Liqo. Liqo (ceritanya bergema). Liqo itu adalah semacam pertemuan lucu dengan orang-orang lucu membicarakan hal-hal lucu........ Oke serius. Semacam pertemuan islami gitu. Sharing-sharing lucu tentang islam. Kalau kata orang bijak kan, jika ingin menjadi orang baik, maka berkumpullah bersama orang-orang yang baik. Yowes dilaksanakan, jenderal.

Bagi sahabat atau beberapa teman dekat yang secara sial beruntung sering gue curhati, mereka pasti udah paham sepak terjang gue bersama liqo ini. Sebenernya gue pengen cerita banyak tentang bagaimana gue liqo, ngapain aja pas gue liqo, hikmah dan cerita apa yang bisa gue ambil di setiap pertemuan liqo. Sayangnya gue ngga bisa cerita. Kenapa? Karena gue belum pernah liqo. #jengjengjengjeng

Ini dia. Mungkin harusnya judul postingan ini diganti jadi "Kisah Sedih di Hari Liqo". Selamat menikmati.

#Kasus 1

Bermula saat TPB, tepatnya usai matakuliah PAI (pendidikan agama islam), gue memutuskan untuk mencoba ikut liqo. Awal mulanya terasa indah dan lancar, gue ngga perlu susah-susah cari grup liqo, temen gue yang berkerudung panjang dengan sigap mencarikan gue kelompok. Udah didaftarin nih. Aman. Liqo pertama, perkenalan dengan teman-teman. Masih ngobrol biasa dengan sedikit bumbu pengetahuan akan islam sedikit. Lalu gue pun menunggu untuk pertemuan berikutnya. Saat ada jadwal liqo, selalu bentrok dengan jadwal gue kuliah atau praktikum, atau amanah sesuatu lah. Selalu. Sekalinya ada sms liqo berikutnya, gue sempatkan untuk bisa hadir. Pagi-paginya gue udah semangat, mandi pagi, padahal itu hari libur. Anak asrama masih pada molor, gue udah cantik sendiri. 

"Mau kemana dew?"
"Liqo *nyengir*"
"Akhirnya liqo juga hahaha. Semangat ya wi"

Kurang lebih itu percakapan gue dengan temen sekamar. Sebelum pergi, gue pastikan dulu dan sms ke kakaknya. Dan ternyata......... liqo dibatalkan.

#Kasus 2

Ngga sedih-sedih amat. Akhirnya gue liqo di asrama putri yang jauh itu, yang di deket fpik. Tapi ya gue hanya liqo berdua sama kakaknya. Berasa lagi les privat. Saat itu ngga terlalu ngobrolin islam, malah gue curhat tentang kehidupan gue. Hahahahaha. Terus udah. Kita ngga ketemuan lagi karena itu udah mau libur.

**********

Kebersamaan gue dan grup liqo pertama itu sudah tidak bisa diperjuangkan. Gue berusaha kontak, tapi ngga bisa lagi. Yaudah. Gue nyerah. Pasrah. Gue move on menuju tahun kedua. Seiring berjalannya waktu, gue diberi pencerahan sama temen gue. Dia ngasih gue info kalau ternyata di fakultas gue ada fasilitas mentoring gitu. Semacam, komunitas remaja islamnya teh mengkoordinir siapa aja anak yang mau ikutan liqo tapi belum dapet kelompok. Waini! Ini dia! Emang deh temen gue ini liqo man sejati. Gue yang di fateta seharian aja ngga tau ada kegiatan mentoring begini, dia yang fakultas tetangga bisa tau. Salut banget. Radar liqo nya kenceng parah, radius seribu tahun cahaya pun mungkin bisa terdeteksi sama dia. Walhasil gue ikutan. Segala macamnya, sampai ada gatheringnya. Cie banget.

Gue pun menunggu dengan sabar dan cantik, ke kelompok liqo manakah gue akan berlabuh. Dan... kali ini isinya anak departemen gue semua ternyata, murabbiahnya dosen. Woho! Yeah! Bisa lah ini ya. Namun, nasib tidak terlalu berbeda jauh. Gue ngga tau gue yang kebanyakan acara atau gue yang sok punya banyak acara, setiap udah diajak mentoring, pasti bentrok sama amanah gue. Selalu. Se-la-lu! Ada sih yang ngga bentrok tapi....

#Kasus 3

"Mima, hari ini liqo ngga sih?"
"Ngga tau ya, harusnya sih liqo wi"
"Coba-coba tanya fitria :D"

Kita sms si fitria, dan ternyata dia bilang
"Iya wi, ada liqo nya kok, nanti jam 1 siang ya :)"

Itu kondisinya adalah gue lagi banyak tugas dan agenda gue padat. Tapi... bodo amat! Gue berusaha atur supaya file-file dan tugas yang mesti diketik udah kelar sebelum jam 1. Untuk pengingat bahkan gue nulis di tangan gue. 

"Liqo jam 1 siang"  Well, iya, gue emang keren.

 Lalu, sekitar abis dzuhur, pesan cinta dari fitria itu pun tiba.

"Maaf, ibunya mendadak ngga bisa. Kita ngga jadi liqo hari ini"

#Kasus 4

Another hectic day. Itu hari rabu. Gue haus liqo. Huahaha. Soalnya mima sama rizka udah sempet sekali ikutan liqo (kita bertiga sekelompok, by the way). Saat mereka liqo, gue harus ke baranang siang buat sebar poster, tempel spanduk, dan kawan-kawannya. Hiks. Nah kebetulan hari rabu itu lagi kosong. 

"Mima, hari ini liqo kah?"
"Coba aku tanya fitria yaaa"
"Okeee"

Sambil menunggu, kita pun baca-baca apa ya, lupa ngapain. Ngobrol mungkin. Akhirnya balesan fitria pun datang. Katanya ada liqo siang jam 12.45 di alhur.

"Akhirnya!!!!!!!"
"Yah tapi aku ngga bisa ikut" kata rizka
"Gantian ya rizka, hahahahahahaha"

Gue pun singgah di kosan mima dulu sambil nunggu jam 12.45. Kali ini, gue sms fitria berkali-kali buat mastiin liqo atau engga. Dan dia selalu bales sms positif kalau bakal ada liqo. Yeyey!!! Bahkan, dia sms lebih dari satu kali kok. Kayak sms jarkom gitu. Jarkom buat liqo. Tenang rasanya.

Akhirnya gue liqo juga :') Gue pikir.

"Dewi, ayo udah jam 12.30, kamu solat dulu sana, biar kita bisa ke alhur"
"Okeeeeeeeee"

Kita berdua bersiap segalanya. Gue pake kerudung, mima pake kerudung. Udah rapi. Tinggal cus :') Kita pun menuju tangga bawah dengan hati riang.

"Akhirnya ya mim gue liqo juga hehe"
"Iya dewi, selamat yaaaa :D"

Mendadak hp gue bergetar di tas. Gue cek dulu lah HP nya sebelum turun tangga.

SMS nestapa itu muncul lagi :

"Assalamu'alaykum, maaf yaaa. Liqo nya dibatalkan siang ini."

Gue diem. Yang gue inget, setelah itu gue banting tas. Mima langsung nenangin gue.

#Kasus 5

Kemarin malam, gue lagi sibuk berkencan dengan minyak dan lemak. Gue suka mata kuliah ini, seru. Ya walaupun suka belum berarti bisa :') Gue lupa ada angin apa, tapi mendadak si Anggi menawarkan untuk ikutan liqo bareng kelompok dia aja. Anggotanya ngga cuma anak fahutan, tapi dari banyak fakultas. Dulu dia sempet nawarin sih, tapi gue masih ragu. Soalnya hari jumat. Hari dimana jadwal mata kuliah gue super padat kayak fraksi stearin. Terus gue pun berpikir. 

"Besok kan hari jumat nggi, ada liqo ngga?"
"Belum tau sih, biasanya di jarkom. Aku tunggu dulu ya, nanti kalo ada jarkom, aku kabarin"
"Siap :)"

Gue ngga terlalu berharap sih, soalnya menurut gue, agak mustahil juga ada yang mau ngadain liqo di tengah-tengah ujian. Ya, itu menurut gue. Tapi menurut Allah sih mungkin-mungkin aja :")

Anggi pun kirim sms (walau sebenernya dia ada di sebelah kamar gue) :

"Besok ada liqo ya jam 11.30 di alhur bla bla bla bla"

Gue diem sebentar, berpikir. Karena sesungguhnya hari jumat teh gue mau mengagendakan untuk pergi cari tempat les bareng temen gue. Tapi setelah gue pikir lagi, "Ah nyari tempat les mah bisa ditunda lah ya". Akhirnya gue dengan riang gembira pun menyetujui buat ikut liqo nya anggi.

Usai ujian teknik pengolahan lemak minyak yang sukses bikin semesta ITP 48 mengutuki salah satu dosen perempuan bersenyum culas, mendadak temen gue yang tadinya mau nyari tempat les bareng gue membatalkan janji.

"Kenapa ngga jadi?"
"Hehehe mau jalan-jalan. Pusing dew."
"Wah mau pacaran ya luuuu?"
"*nyengir*"

Anak muda -_- Yah, karena kasian sama dia yang otaknya berasap abis ujian, gue pun memaklumi. Silahkan pacaran nak, silahkan.

Lalu gue pikir lagi... (belakangan gue jadi sering mikir haha), ada untungnya juga. Gue jadi bisa liqo dengan tenang :3 Sejurus kemudian, gue telponin si anggi buat mastiin dia kapan ke alhur buat liqo. Mau barengan gitu ceritanya. Telpon berkali-kali, ga diangkat. Akhirnya gue ke sapta dulu makan. Handphone gue bergetar beberapa kali. Tapi karena keasikan makan, gue tunda dulu buat ngeliat HP.

Pas udah beberapa lama, akhirnya gue buka HP. Ada 3 SMS dari anggi :

Received: 11:17:05
From IPB Anggi
Knp wii? aku baru beres mandi, hehe. Jam set 12 di aula alhur

Received: 11:18:37
From IPB Anggi
Assalamu'alaikum.. Dek, maaf.. Mb msh d kantor polisi, lg urus2 surat keterangan ilang.. Mb g tw selesai jm brp, khawatir.a lama.. kl mentoring.a dcancel dl, gpp dek? maaf ya..

Received: 11:22:36
From IPB Anggi
Dewaaayyyy maaaaaaaaaappppppppppp barusan doang jarkomannyaaa 

Gue - udah - ngga - ngerti - lagi. 

Patah hati untuk kesekian kalinya <///3

**********

Pertemuan liqo gue selalu dibatalkan di menit-menit terakhir. Kalau misal, gue hidup dalam FTV, mungkin gue bakal menjatuhkan apapun barang yang ada di tangan gue, mata gue membesar sebesa-besarnya, mulut menganga, muka di zoom ke kamera sampai pori-pori kulit gue kelihatan. Plus, di ujung kiri bawah, terpampang tulisan bersambung. 

Gue cuma penasaran, kok sebegininya sih? 

Gue nanya ke mima rizka

"Apa ini pertanda kalau gue ngga boleh liqo? Takutnya nanti kalau gue liqo, bisa mencemari orang-orang baik di sana ya?"

Terus mereka berdua jawab "iya". Dan tertawa.

Yaudah, gue bikin liqo sendiri aja. Berdua sama boneka pinguin :")

Ini liqoku, bagaimana liqo mu?

5 komentar:

Hastin Melur Maharti mengatakan...

liqo ku.. mirip dengan liqo muu.. teman2ku sibuk. jadi sering batal di hari H :")

Anonim mengatakan...

klo menurut gue sih, yang harus diperhatiin di bagian awal2 tuh... yang "selalu" bentrok sama amanah

Dewi mengatakan...

Halo anonim. Iya udah introspeksi diri kok :3 Doain yah hahaha.
Halo hastin! Apa kita liqo bareng nih? Pagi di bogor, sore di depok? :p

Anonim mengatakan...

Hai ka dewi.
Judulnya perjuangan bukan ka? Nah berarti Allah lg menguji seberapa besar perjuangan ka dewi. Kalo menurutku, kakak harus berusaha lg buat liqo hehe.
Faidza 'azzamta fatawakkal 'alallah!

Anonim mengatakan...

dewi apa kabar? :p dewi, buka buka fb abang dewi yg di jogja aja, banyak rekaman kajian yg bagus bagus wi :) durasi 60menitan wi dgn full ilmu hehe
semangat wi :D