Halaman

Jumat, 20 Desember 2013

Bertemu

Di tengah hiruk pikuknya suasana kelas dan rasa kantuk yang tak lelahnya menyerang, Miiko membuat sebuah pernyataan yang dilontarkan secara spontan dan iseng.

"Kalau hari ini aku ketemu Tappei, berarti Tappei itu jodoh aku"

Itu bukan kali pertama Miiko menyatakan kalimat demikian. Sudah kesekian kalinya. Dan dengan subjek yang selalu berubah-ubah. Hasilnya pun nihil. Tidak ada satupun yang terbukti. Miiko tak pernah bertemu siapapun. Kasus Tappei kali ini pun akan bernasib sama seperti kasus lainnya. Pasti. pikir Miiko. Tentu saja. Peluang mereka bertemu sama sulitnya seperi peluang lulus seleksi pegawai negeri.

**********

Masih di hari yang sama dengan waktu yang berbeda. Hari itu lumayan berat untuk Miiko. Banyak yang sedang bergantung di pikirannya. Ia pun lupa sama sekali tentang pernyataan konyolnya yang telah terlontar.

**********


Miiko tengah ingin menyeberang saat ada pengemudi motor yang mendadak lewat. Miiko pun mengalah dan berdiam di pinggir trotoar. Diam dan mengamati yang berlalu lalang dengan saksama. Kemudian pandangan Miiko terfokus pada yang baru saja lewat - lebih tepatnya, pada orang yang dibonceng pengemudi motor tadi.

"Oh itu Tappei sepertinya ya?" gumam Miiko sambil terus memandangi motor itu sampai hilang.

Miiko belum bereaksi hingga beberapa detik kemudian ia akhirnya teringat akan pernyataannya di pagi hari. 

"Kalau hari ini aku ketemu Tappei, berarti Tappei itu jodoh aku"

Miiko hanya bertemu Tappei dalam sekelebat. Itu pun belum tentu Tappei karena Miiko tidak melihat penuh wajahnya. Namun, Miiko yakin. Ya, miiko sudah terlalu khatam mengenai bentuk wajah Tappei. Kalau begitu, itu masih bisa dibilang ketemu bukan? Walau hanya sekelebat dan tidak yakin. Mungkin lebih tepat bila dibilang, mereka hampir bertemu. 

Berarti... mungkin mereka hampir berjodoh?

Apapun itu, Miiko tak mau tahu. Dia sibuk tersenyum.

Tidak ada komentar: