Laman

Jumat, 26 Juli 2013

Cinta

Ada perempuan, berkerudung, perawakannya dewasa, pola pikirnya bijaksana.
Auranya sangat tertata. Walau gue juga kurang mengerti makna tertata ini apa.
Dari pandangan matanya, terlihat tatapan menuju masa depan.
Fokus pada pencapaian akademik dan mimpi-mimpi yang ia punya.
Terlihat cuek pada hal lain. Apalagi yang menyangkut hati.
Dan terlihat tak acuh pada satu kata yang berhuruf awal C, berakhiran A.
Bukan celana ya. Dia masih peduli kok sama celana.
Ini tentang cinta.

Kenyataannya?
Ngga ada yang mampu melawan rasa ini yang emang udah merupakan fitrah manusia.
Tapi gue masih kaget. Even the strong one had already fallen for this kind of stuff too.
Sebenernya jatuh cinta wajar banget sih. King kong aja bisa jatuh cinta sama Ann Darrow.
Tapi masih lucu aja. Ngga nyangka.
And she clearly write it - her stories - down in her blog. Oh, type i mean.
Dan itu adalah 'ngga nyangka bagian kedua' gue.
Kalimatnya bagus kok, as i expected from her at the very first.
Cewek keibuan yang gaya penulisannya bagus.
Tapi tetep ngga nyangka.
Ngga nyangka dia tipe perempuan jujur yang mengungkapkan rasa lewat tulisan.
Cinta itu manis yah.

Gue kagum juga ngeliat blogger lainnya yang bisa jujur nulis 'perasaan' di blog.
Gue mah sampai kapan juga ngga bakal bisa.
Bingung juga kan nanti pembaca kalau nama gebetannya ganti-ganti mulu kalau gue mendadak bisa bikin puisi romantis menyaingi pujangga sesepuh.
Atau bikin cerita yang lebih mengigit dibanding semut rangrang.
Lagian gue pemalu.

Ada kalimat yang menarik perhatian gue
"I promise not to fall in love with my best friend. Ever."
Sebenarnya bukan kalimat dia, hanya kalimat di foto yang kebetulan dia culik dan rangkum bersama tulisannya.

Gue ulangi : I promise not to fall in love with my best friend. Ever.
How dare?! How dare you to promise such an uncertain thing?
Masalah cinta ngga bisa dipastikan. Jangan konyol.
Yang pasti itu cuma kematian sama kenyataan kalau nenek pipiyot itu jahat.
Kalau berprinsip 'berusaha untuk ngga jatuh cinta' sih boleh, tapi ngga usah janji. Bahaya. Bikin susah.
Allah yang punya hak membolak-balikkan hati. Kita punya daya apa?
Kalau best friend nya cuma cewek sih... lain soal. Wajib janji prajurit itu mah, plus doa anti bala.

Gue selalu seneng sama cerita cinta.
Tapi udah agak lama ngga percaya sama si cinta hehe.
Cinta lawan jenis ya. Kalau cinta keluarga mah atuh udah kayak denyut nadi.
Manisnya di ftv aja sih. Bahkan di ftv juga ngga manis-manis amat.
Jadi males sendiri aja ngedenger kisah temen-temen yang tadinya gue dukung full bak simpatisan loyal, gataunya berujung perpisahan.

Cuma akhir-akhir ini, gue mulai percaya lagi.
Karena ada sahabat gue yang kisah cintanya menyentuh banget.
Cinta dalam diam gitu deh sama sahabat SMP nya.
Mmm.. gabisa dibilang diam-diam juga sih.
Soalnya dari bahasa tubuhnya seakan bicara 'suka' walau mulut bungkam.
Mungkin cinta dalam bisik-bisik lebih tepat #sukasukalodew

Terlepas cinta itu seperi apa, cinta tetap menyenangkan.
Kalau ngga menyenangkan, gue ngga mungkin lahir di dunia.
Yang ngga menyenangkan sih kalau cinta nya di mulut aja, bukan di buku nikah hehe.

Gue lagi sibuk mencintai yang lain. Berusaha mencintai sih lebih tepatnya.
Bukan mahkluk, tapi pencipta nya. Ini susah banget tapi. Mohon doanya.
Bisa dibilang LDR. Musuhnya bukan kilometer lagi, tapi ribuan tahun cahaya.
I should write a song, maybe. It sounds cool. Ribuan tahun cahaya B-)

Yang bikin susah sih, kesadaran cinta ini limited.
Beberapa hari aja, bahkan 'jam' kalau lagi sadis.
Astaghfirullah. Tapi itulah gue, pecinta yang lemah.

Ada yang mau ngajarin gue cara mencintai yang benar? ;)

*bunyi burung gagak*

Tidak ada komentar: