Halaman

Sabtu, 22 Juni 2013

You burn my eyes

Sabtu yang cukup baik diselingi dengan kunjungan silaturahmi ke gramedia pasca pertempuran panjang (read : UAS). Keadaan baik-baik saja sebelum si hitam menyerang.

...........

Alkisah, pinguin yang kehausan setelah selesai sholat maghrib (entah ini efek kebakar abis sholat atau apa) memutuskan buat pergi beli hop hop di lantai paling atas. Pinguin dan dua sahabatnya pun melenggang dengan cantik.

Oke. Bosen pake kata ganti pinguin. Ubah.

Gue yang lugu dan polos ini pun memesan cappucino nya hop hop. Kebetulan, tali sepatu gue (yang emang suka cari perhatian) ini lagi lepas dan ngga karuan. Gue pun nunduk ke bawah buat mengukuhkan ikatan yang telah terputus itu. Pas mau berdiri, sontak nengok ke arah kanan karena ada kaki orang. Kaki cewek lebih tepatnya. Mulus sih. Agak lebih berdiri, eh paha plus gaun hitam mini nya yang berkibar........... Gue agak shock sih karena disuguhi pemandangan yang bikin males itu. Langsung buang muka. Temen-temen gue yang sepikiran langsung bisik heboh. Gue pun melirik ke mbak-mbak yang tadi paha dan gaun mininya terekspos di depan mata gue. Dan..................... inalillahi. Gaunnya lebih buruk dari hipotesis awal gue. Dress hitam (super) transparan plus di dalamnya terlihat (maaf, maaf banget) BH hitam nya dan celana jeans ekstra pendek. Keliatannya banyak tikus yang ngegrogotin celana doi di rumah.

Gue bengong. Antara mau muntah atau nyari tanah buat menyucikan mata gue dulu. Well, seriously you could clearly see her breast holder without any effort. Disaster. Kalau lagi kayak gini, gue bersyukur banget terlahir sebagai wanita. Pria itu godaannya berat banget ya. Gue sebagai kaum hawa turut malu dan prihatin.

Halo kaum hawa
Kalian ngga mau dilecehkan?
Ngga mau diperkosa?
Ngga mau digodain sama abang-abang ngga jelas di pinggir jalan?
Tapi pakaian udah kayak penghuni gang Dolly?

Coba itu digunain cerebrum sama cerebellum nya. Coba diputer otaknya.

Ada aksi, ada reaksi. Ngga semua kaum adam itu imannya kuat dan bersikap wajar melihat "pertunjukan" kalian. Lelaki itu emang udah fitrahnya punya gravitasi ke arah sana. Ngga bisa kah simpatik sedikit sama cowok yang punya niat untuk lurus?  Ngga bisa kah kita bantu mereka? 

Apa sih susahnya pakai baju yang agak tertutup?
Kalau mau dress mini, minimal banget, bisa ngga usah transparan?
Kalau emang harus pake baju transparan, boleh gue lapisin bagian dalem badan lo pake aluminium foil atau tetra pak biar sekalian gue tutup secara hermetis dan aseptis?

Gue, perempuan aja gerah.
Gue, perempuan, mata gue terbakar.
Cowok? Terbakar juga pasti, entah di bagian mana.

Jadi cantik ngga usah umbar badan kok.
Baju modis ngga selalu baju yang mini.
Banyak pilihan. Asal niat mencari.


Wassalam.

Tidak ada komentar: