Halaman

Kamis, 27 Juni 2013

Photos

 First gathering. Only 20+ people that came *sob*

 Orde Keramat 2012

 Lee seung gi's event 
(somehow Jokowi reminds me of Lee seung gi. Don't know why)

 3 Air Hostesses

 Triangle

 Another triangle

 Oh, still triangle

 Uh-oh, what happen to the man who wore yellow-brown t-shirt?
Aw. you were caught red-handed, hey iren (read : girl with a light blue veil) :p

 Just a group

 Malam Keramat 2012

2 chinese (the boys) and 3/4 chinese (me) ........nice try dew.

 Beloved air hostesses

 Jump!

 Gotcha!

 Pre-exam. Praying togetha~

Air hostess quote : Terbanglah bersama kami ~


With Love,


F24110122 

Rabu, 26 Juni 2013

(Super Late) MRD Project

Halo. How are you? You're fine? Thankyou? And me? I'm fine too thankyou 
*ngunyah text book bahasa inggris anak SD*

So, in simply, now i'll try to wake the (almost) expired story up. What story? Well, a little project of me and friends. MRD project. It's okay if you already forget, me either #kicked

Then? Enjoy
-----------------------------------------------------

Rencana yang tidak berjalan sesuai dengan realita selalu berulang pada semua orang, dan tentu juga berlaku dalam siklus Yila. Tujuan mulianya untuk memburu kado ulang tahun Ressa pun gugur di tengah jalan. Langkah kakinya mendadak membelok dan gravitasi bumi seakan berubah. Ya. Bumi Yila. 

"Maaf, rak komik di sebelah mana ya?" ucap sebuah suara berat namun terdengar merdu dan tegas. Laki-laki berbadan tegap itu akhirnya berjalan menuju lokasi yang dijelaskan oleh salah satu penjaga toko. Dan tak lupa ada seorang perempuan yang berjalan mengekor di belakangnya. Ya, perempuan itu Yila. Yila tengah memutar berbagai rekaman cuplikan FTV romantis di kepalanya yang dangkal itu sambil mengikuti Dono secara diam-diam. Tak lupa ia berharap bahwa satu dari beragam adegan romantis itu akan terjadi padanya saat ini juga, dengan orang yang tepat. Dono.

Wajah Yila telah sangat mengembang walau dia hanya menghabiskan waktu satu jam dengan senyum  bodoh sendiri sambil memperhatikan kak Dono yang berjarak belasan meter dari tempatnya berdiri. Bahagia itu sederhana dalam dunia Yila. Dan, kebodohannya pun jauh lebih sederhana lagi.

                                                         ****************************

"Masih ingat ini?" tanya sesosok pria memecah suasana.
"Hm?" jawab Ressa sambil memicingkan mata berusaha mengingat benda  yang dipegang pria itu.
"Oke, memang agak berubah, karena aku berusaha memperbaikinya hehe. Gimana kalau lihat tanda ini? Sudah ingat?" pria itu pun memiringkan boneka kelinci kecil yang dipegangnya dan memperlihatkan sebuah inisial nama 'RK'.

Ressa mulai sadar, pipinya sempat memerah beberapa detik sebelum akhirnya ia meledak. "Buat apa sih bawa-bawa rongsokan itu?!" ledak Ressa. "Buat kamu mungkin ini rongsokan, tapi buat aku ini harta. Ya, karena kamu yang udah bikin ini buat aku" jawab pria itu santai. "Gue baru makan 3 sendok. Kalau mau bikin gue jadi muntah dan ngga selera makan, jangan sekarang, nanti aja, sayang banget ini makanan udah gue bayar tadi. Mahal!" balas Ressa malas. "Resss....."

Ressa tak peduli dan segera lanjut melahap makanannya secepat mungkin. Otaknya mendidih sejadi-jadinya. Berputar lagi di kepala Ressa, memori lama yang ingin segera ia bakar. Nada-nada usang yang perlahan masuk dan berdengung lagi di kepalanya. Momen bahagia yang kini tak lebih dari sekedar mimpi buruk. Muak. Lebih muak saat menyadari bahwa kini ia tengah berhadapan dengan sumber mimpi buruknya.

Pria itu kembali menatap Ressa dengan tenang, tangannya - entah sejak kapan - mulai menggenggam Ressa. "Gue masih sayang sama lo, Sa". Rasa mual Ressa pun sudah mencapai puncak. Dia melepas paksa tangannya, menggebrak meja, lalu bangkit dan berdiri. "Gue balik" jawab Ressa dingin. Pria itu segera menarik tangan Ressa dan berteriak dengan suara yang tak kalah tinggi. "Hentikan sifat gengsi lo ini, Sa! Gue tau kalau lo juga masih sayang sama gue!". "Apaan sih? Sakit tau! Gue engga sayang sama lo!" Pria itu masih tidak melepas Ressa dan berusaha menariknya pergi. "Lepasin!!!!" jerit Ressa. "Ngga usah sok jual mahal. Cuma gue satu-satunya pria khilaf yang mau sayang sama lo, Sa! Lo harusnya berterimakasih sama gue yang udah cukup sabar menangani lo! Coba aja cari se-antero Bogor, cowok mana yang tahan sama lo hah??!" ucap pria tadi asal. Ressa baru saja ingin mendaratkan tangannya ke pipi pria terkutuk itu saat mendadak sebuah lengan yang cukup besar dan kekar menarik dirinya menjauh dari pria terkutuk itu. 

Beberapa detik kemudian Ressa menyadari sosok yang tengah menolongnya. "Jangan perlakukan Ressa seakan dia itu najis mughaladah. Gue sayang sama Ressa! Dan inget! Jangan pernah sekali-kali elo berani buat ganggu dia lagi!" kecam Dono yang kemudian segera pergi menyingkir membawa Ressa. Pria yang tadi bersama Ressa pun terdiam. Kaget. Sama kagetnya dengan perempuan yang sedaritadi mengekor Dono. Yila. 

  







Sabtu, 22 Juni 2013

You burn my eyes

Sabtu yang cukup baik diselingi dengan kunjungan silaturahmi ke gramedia pasca pertempuran panjang (read : UAS). Keadaan baik-baik saja sebelum si hitam menyerang.

...........

Alkisah, pinguin yang kehausan setelah selesai sholat maghrib (entah ini efek kebakar abis sholat atau apa) memutuskan buat pergi beli hop hop di lantai paling atas. Pinguin dan dua sahabatnya pun melenggang dengan cantik.

Oke. Bosen pake kata ganti pinguin. Ubah.

Gue yang lugu dan polos ini pun memesan cappucino nya hop hop. Kebetulan, tali sepatu gue (yang emang suka cari perhatian) ini lagi lepas dan ngga karuan. Gue pun nunduk ke bawah buat mengukuhkan ikatan yang telah terputus itu. Pas mau berdiri, sontak nengok ke arah kanan karena ada kaki orang. Kaki cewek lebih tepatnya. Mulus sih. Agak lebih berdiri, eh paha plus gaun hitam mini nya yang berkibar........... Gue agak shock sih karena disuguhi pemandangan yang bikin males itu. Langsung buang muka. Temen-temen gue yang sepikiran langsung bisik heboh. Gue pun melirik ke mbak-mbak yang tadi paha dan gaun mininya terekspos di depan mata gue. Dan..................... inalillahi. Gaunnya lebih buruk dari hipotesis awal gue. Dress hitam (super) transparan plus di dalamnya terlihat (maaf, maaf banget) BH hitam nya dan celana jeans ekstra pendek. Keliatannya banyak tikus yang ngegrogotin celana doi di rumah.

Gue bengong. Antara mau muntah atau nyari tanah buat menyucikan mata gue dulu. Well, seriously you could clearly see her breast holder without any effort. Disaster. Kalau lagi kayak gini, gue bersyukur banget terlahir sebagai wanita. Pria itu godaannya berat banget ya. Gue sebagai kaum hawa turut malu dan prihatin.

Halo kaum hawa
Kalian ngga mau dilecehkan?
Ngga mau diperkosa?
Ngga mau digodain sama abang-abang ngga jelas di pinggir jalan?
Tapi pakaian udah kayak penghuni gang Dolly?

Coba itu digunain cerebrum sama cerebellum nya. Coba diputer otaknya.

Ada aksi, ada reaksi. Ngga semua kaum adam itu imannya kuat dan bersikap wajar melihat "pertunjukan" kalian. Lelaki itu emang udah fitrahnya punya gravitasi ke arah sana. Ngga bisa kah simpatik sedikit sama cowok yang punya niat untuk lurus?  Ngga bisa kah kita bantu mereka? 

Apa sih susahnya pakai baju yang agak tertutup?
Kalau mau dress mini, minimal banget, bisa ngga usah transparan?
Kalau emang harus pake baju transparan, boleh gue lapisin bagian dalem badan lo pake aluminium foil atau tetra pak biar sekalian gue tutup secara hermetis dan aseptis?

Gue, perempuan aja gerah.
Gue, perempuan, mata gue terbakar.
Cowok? Terbakar juga pasti, entah di bagian mana.

Jadi cantik ngga usah umbar badan kok.
Baju modis ngga selalu baju yang mini.
Banyak pilihan. Asal niat mencari.


Wassalam.

Sabtu, 08 Juni 2013

Foodival (Part 2)

Hello. It's been a while since i publicized the coming soon poster of foodival in this blog.

So much informations to be reached out now. Hm, lemme start with this awesome "save the date" video.



Getting interesting? Or still, you didn't get it?

Lemme explain. Foodival is such an abbreviation for Food Day Festival. This event will be held on Sept 28th-29th and continued on October 12th-13th. This festival is separated into 4 events, which are NSPC (National Student Paper Competition), Seminar, Food expo, and "jalan sehat" (ups i didn't know how to translate it to english pfff).

NSPC and the Seminar will going to be held on September, while two others will be held on October.
Just for food expo and "jalan sehat" cases, we'll run these events in Baranangsiang, not in our beloved (cih) Dramaga. So, go get your friends, parents, couple or even your neighbors to feel the sensation of food stuffs in Baranangsiang, Bogor ;)

Speaking of which, now i'll explain more about NSPC. Not in words, yet in pictures.

Enjoy.








Guideline : http://www.mediafire.com/view/ibq14jic2af8efo/the11thNSPC_guideline_3.pdf
Registration form : http://www.mediafire.com/view/?0g4hh5eyqr9ft0p

Don't miss the early bird registration, dude! You could save your 50k *wink*

Explanation about seminar and others will be showed up in the next posting (if i remember to create some postings. ups)

Catch us on foodival2013.tumblr.com or twitter.com/foodival2013

See ya! :3