Laman

Jumat, 31 Mei 2013

Makna

Tentu kita sering mendengar kalimat selentingan semacam ini

"Kalau sering ketemu sama orang yang kita suka secara kebetulan, berarti kita berjodoh sama dia"

Oke. Kalimat itu mungkin ngga akan terlalu ngefek buat kalian yang gebetannya adalah teman sekelas atau orang yang jaraknya cuma lima langkah dari rumah. Tapi, kalimat ini sangatlah membekas di jiwa para kaum pengagum jarak jauh. Orang yang mengagumi dari jarak jauh dan tak pernah berani untuk mengambil langkah berkenalan. Diam dan mengamati. Lalu tersenyum kegirangan bila kebetulan lewat dan bertemu walau hanya bisa mengamati setengah wajahnya dari belakang karena ia berjalan terlebih dulu di depanmu. Senang. Kelewat senang. Mungkin karena ingat kalimat tadi. 

"Sering ketemu secara kebetulan berarti jodoh"

Bagaimana kalau makna sebenarnya dari pertemuan itu adalah yang sebaliknya?

Bagaimana kalau Allah sebenarnya hanya ingin memperlihatkan padamu bahwa orang itu bahagia dalam dunianya yang sekarang. Sendiri. Tanpa ada kamu di dalamnya. 

Bagaimana kalau Allah hanya ingin memperlihatkan kalau tatapan mata orang yang kamu suka itu hanya memandang lurus ke depan. Tanpa melihatmu tentunya.

Bagaimana kalau Allah hanya ingin menyatakan secara mutlak kalau kamu selamanya akan terus dalam keadaan penuh jarak dengannya. Kamu tertinggal di belakang, dan dia melaju ke depan.

Bagaimana? ;)

Tidak ada komentar: