Halaman

Minggu, 14 April 2013

Me and Shadow

Assalamu'alaykum! *salto* *mendarat dengan sempurna*

Langsung aja, mau menceritakan sekilas perjalanan gue bersama bayangan gue.

Sabtu 13 April 2013

"Hah? Dew? Lo sendirian??? Kenapa sendirian?"

Begitulah kalimat yang keluar dari mulut temen gue yang secara kebetulan bertemu atau mungkin dia lagi nge-stalking gue di botani. Doi lagi jalan sama pacar nampaknya. Terus entah mengapa menatap gue dengan tatapan iba semacam "Jomblo pahit ya dew"...... Engga deng :p Mungkin dia cuma agak kaget kenapa gue sendirian, soalnya biasanya gue selalu bawa pasukan satu komplek kayak mau tawuran. 

Ide jalan-jalan sendirian ini sebenernya udah mengambang lama di otak tapi belom terealisasikan karena nyali yang belom kunjung mekar. Yeah. Soalnya dulu gue juga sama kayak temen gue yang di atas, kalau denger ada yang jalan-jalan di mall sendirian tuh suka kasihan. Kayaknya pahit gitu. Semakin ke sini, cukup banyak juga oknum kanan-kiri-depan-belakang yang beropini kalau jalan sendirian itu enak banget. Bebasssshhh. Kata mereka. Jadilah dewi si anak polos ini penasaran dan akhirnya merealisasikan rencana "jalan bersama bayangan". Seperti apa kisahnya? Saksikan setelah commercial break berikut ini....................

krik
.

krik
.
Udah. Ceritanya di atas itu iklan penjual jangkrik #kriklagi

Lanjooooot -----

***************

Sendirian naik pakuan tuh rasanya.......... biasa aja sih #plak. Enak, bisa tidur. Well, kalau ini sih, mau ada satu kampung yang naik bareng gue juga gue pasti bakalan tidur di pakuan :| Setelah tidur beberapa ronde (bangun-tidur-bangun-tidur-bangun), gue pun sampai ke tempat tujuan sekitar jam 11-an. Perut langsung demo. Perut gue ini roman-romannya akan sukses di masa depan, karena dia ngga pernah menyia-nyiakan atau menunda sedetik pun bila terbuka secercah peluang untuk makan. Dan gue yang tipe penurut pun langsung melangkahkan kaki ke pizza hut.

Audience : "Cie dewiiiiiiiiiii. Biasa makan indomie aja gaya"
Gue         : "Sehari ngga apa-apa elah" *lempar kotak pizza kosong*

Bukan mau sok high class, cuma pengen hedon #apabedanyadew. Engga sih, sebenernya lagi kangen aja sama mbak-mbak pizza enerjik yang selalu memuji apapun pesanan kita. Well, gue belom pernah sih cuma order air mineral (fyi, sebenernya nyebutnya gaboleh air mineral, air putih juga gaboleh, bolehnya air minum dalam kemasan, tapi ga kece, gue jadi galau) doang tanpa menu lain, jadi gue ngga tau apakah mbak-mbak pizza itu juga akan memuji pilihan menu gue. 

"Pilihan yang tepat sekali! Air minum langsung dari air mata eyang subur ini memang baik untuk kesehatan!"

.....

Pizza Hut

Oke serius kali ini. Kemarin itu tenang banget kondisi di PH. Gue duduk di deket kaca. Memendarkan pandangan ke sekitar, melihat orang berlalu lalang. Ada yang tinggi banget kayak pohon pinang. Kulitnya putih kayak pake detergen. Hidungnya mancung kayak perosotan. Badan yang mengembang seperti nyonya puff....... tapi manis loh orangnya. Segerombolan muda-mudi bermata garis, dan masih banyak lagi. Intinya, gue sangat senang memperhatikan setiap orang yang lewat. Dan senyum-senyum sendiri walau gue sendiri gatau senyumin apa.

Setelah gue memesan makanan dan minuman, gue kembali mencari mangsa objek buat disenyumin. Mendadak melintas lah sosok kecil yang belum mampu menyaingi tingginya kaki kursi. Dia melempar senyum imut penggoda iman. Dia lah anak kecil laki-laki. Alhasil, mata gue tak lepas dari bocah ini. Dia susah sekali diam. Pizza yang aromanya memabukkan pun tak mampu membuat anak ini berkomitmen dan duduk setia di meja makan. Dia sibuk lari ke sana kemari seperti kelinci. Dan - dia - hobi - main - cilukba! Jeng jeng jeng jeng! 

Lucu parrrrrrrrrah. Gue malah main cilukba sama anak cowok ini. Dia ngumpet di belakang kursi dan gue ngumpet di balik gelas berisi lipton ice tea gue (oke, gue tau kok ga ada satu bagian pun dari muka gue yang tertutupi). Lalu beberapa detik kemudian, kita saling memunculkan muka kita ke permukaan secara berbarengan. BAAA! Bocah itu pun tersenyum sambil terkekeh imut dan lari lincah lagi menuju tempat lain yang bisa dia jadikan markas ngumpet. Aaaaaaa. Tolong. Tolong jangan imut x_x

Itu bagian imut. Ada lagi nih yang lain.

Dua anak perempuan - berdasar asumsi kesotoyan gue, mereka kelas 2 / 3 SD - mendadak masuk lagi ke ruang PH setelah mencoba mengikuti bocah cowok di atas jalan-jalan. 

A : cewek satu yang antusias
B : cewek yang terlihat datar-datar saja

A dan B : (masuk ke ruangan mendadak)
A : Ih tuh kan bener tuh denger!
B : (bengong)
Gue : (nguping)
A : Tuh tuh tuh....
B : (masih bengong)
Gue : (masih nguping dan sangat kepo)
A : Tuh iya ini lagunya! Kamu... buat aku tersipu... na na na na ~ (mencoba mengikuti nyanyi tapi ngga hapal lirik)
B : (masih aja bengong dengan khidmat)
Gue : (nahan ketawa)
Dan ternyata si A mendadak antusias masuk cuma karena ngedengerin lagu coboy junior yang lagi diputer. Yak. Baiklaaaaaaaaah. Fine then. Fine!

Berikutnya, gue ketemu seorang ayah berhidung perosotan. Menurut penelaahan gue, dia bukan orang indonesia, cuma mukanya agak satu genre gitu sama muka indonesia, beda hidung doang. Dia terlihat sangat sayaaaaaaang sama anaknya, duduk di sebelah anaknya - yang sepertinya masih SD - sambil membantu motongin pizza dan nyupain ke anaknya. Awwww Mendadak teringat dan kangen bapak gue :"|

Intinya, selama di pizza hut gue asik menelaah dan meneliti pengunjung lain. Khidmat banget. Kalau gue ngga sendirian, mungkin gue ngga bisa dengan serius meneliti tindak-tanduk orang lain dan sifat mereka yang unik secara seksama. Karena kan mau ngga mau gue harus fokus ke orang yang di deket gue dong, ngajak ngobrol atau apa. Kalau sendirian, bebasssssssssh.

Gramedia

Abis sholat dzuhur, langsung pergi ke kandang. Baca banyaaaaaak banget komik. Syahdu men. Sampai detik ini, oasis terbaik itu masih gramedia. Muehehe. Ah, gramedia yang sampul komiknya banyak kebuka tapi yah :3 Terus sempet baca komik tentang seorang perempuan maniak kereta api. Bagus deh cerita tentang kereta apinya, maksud gue, kalau di jepang tuh kayaknya kereta apinya terawat banget. Kece deh. Buktinya sampai ada kelompok maniak kereta juga yang dijuluki tetsu :O Kalau indonesia.............. *mendadak ngebayangin orang-orang yang duduk di atas gerbong kereta api* *uhuk*

Terus, cewek maniak kereta ini jatuh cinta sama petugas kereta api! Hahaha! Ceweknya kelas 3 SMA, cowoknya 21 tahun :3 Miaw :3 Di gambarnya sih, cowoknya ganteng :3 Miaw :3

Terus, mendadak kepikiran  :

"Mungkin ngga ya suatu saat bertemu jodoh di kereta, atau mungkin petugas keretanya?"

Efek kebanyakan baca komik. Abaikan. Tapi gue sebenernya agak sedikit ngarep bakalan nemu jodoh di kereta loh hahahaha. Soalnya kebanyakan komik yang gue baca ceritanya tuh ketemu jodoh di kereta -_- Masalahnya...... gue selalu naik kereta bagian gerbong khusus wanita dengan petugas kereta api yang mayoritas udah om-om semua, gimana bisa nemu jodoh? :")

Dan gue baca komik miiko 25 hihihi. Komik paling kece. Tappei, aishiteru :*

Gue baca sampe jam 3.30, terus sholat ashar, dan makan hokben karena perut mendadak bergemerisik gitu. Yaudahlah gue pasrah nurut aja. Ke hokben deh. Sumpah, wahai dompet, kamu pasti banyak bersabar sekali ya kemaren. Gomen ne :"|

Coba kalau gue ngga sendirian? Pasti partner jalan gue bilang "kan tadi baru makan deeeeeew" atau "engga ah, masih kenyang". Dan gue ga mungkin tega buat makan sendirian sedangkan dia disuruh ngeliatin gue yang asik makan lahap. Hih. No no! Ujungnya pasti gue yang akan menahan lapar. Nah  ini? Kalau jalannya sendirian? Tancap gas wi selama dompet lo masih ada amunisi nya! Merdeka! :"}

Abis sholat ashar dan makan, lanjut gramedia lagi. Oh! Gue beli bukunya mbak orizuka lagi :3 Hehe seneng :3

Judulnya itu "Oppa and I : Love Missions". Ini teh novel lanjutan webseries dia yang "Oppa and I". Gue pikir bakalan lanjutin  full kisah percintaan Jae In sama Seung Won, ternyata "Love" dalam konteks keluarga sama sedikit kisah si Jae Kwon. Cerita Jae In sama Seung Won belom kelar, bau-baunya sih bakal ada novel ketiga. Hem *elus dompet*

Ehem. Mau pengakuan dosa. Kemarin mama nelepon sekitar maghrib. Posisinya gue masih di gramedia. Mama nanya gue ke botaninya sama siapa aja "Ngga sendirian kan nak perginya?" Gue pun menelan ludah dan beristighfar. "Ehem sama temen kontrakan kok hehe". Dosa ya gue? Maaf.

Maaf ya mama, aku ngomong gitu supaya mama tenang aja. Karena kadang walau aku ngasih penjelasan yang meyakinkan kalau keadaan akan baik-baik saja, mama tetep sulit percaya. Aku ngga mau bikin khawatir makanya aku bilang aku ngga sendirian. Maaf ya. Mama mungkin suatu saat akan baca postingan ini, berhubung mama semakin canggih dari hari ke hari dan udah sukses kepoin beberapa postingan aku -_- Jadi, maaf ya mamaaa *nyengir*

Perjalanan di botani pun selesai, dan balik setelah sholat maghrib. Penutup kenangan di botani adalah J Cool blueberry dengan toping buah kiwi

Pakuan

Ini di bus pakuan pas mau balik. Panjang ya cerita gue? Hehe sori. Singkatnya, ada ayah sama anak sama istrinya di bangku belakang gue. Terus ayahnya nyanyi so sweet gitu buat anaknya (lagi-lagi sepertinya masih SD) :

Anakku yang cantik selalu kubanggakan ~
Anakku yang selalu riang dan gembira ~  

Dia nyanyi pake nada yang ia buat sendiri. So sweet kan? So sweet lah! Dulu mama juga pernah bikin lagu buat gue :

Mata indah bola pingpong ~
Pipi bagai bakpao ~
Siapapun yang memandang pasti akan senang ~~~

Ya. Itu dinyanyikan saat gue masih TK. Momen yang terdengar seperti mitos dan isapan jempol belaka. Mata indah bola pingpong? Hanya mata panda dan kantungnya yang tertinggal kini ma. Pipi bagai bakpao? Bahkan sekarang kedataran pipi gue mengalahkan flat shoes. Such a good old times then.

Balik ke si ayah yang di pakuan. Saat gue lagi terharu mendengar lagu bikinan beliau, mendadak doi ganti lagu. Ah fyi, nama anaknya itu Arin (info hasil nguping).

Arin... guk guk guk
Kemari guk guk guk
Ayo lari lari lari

Gue : (hening beberapa saat) (lalu ketawa ga manusiawi)

Dan anaknya dengan sangat polos mengikuti ayahnya bernyanyi. Untung pada akhirnya, si ibu membenarkan dengan mengganti nama 'Arin' menjadi 'Heli'. Fyuh. Ayah Arin, kamu habis makan bekicot? :"|

******************* 

Sekian perjalanan "Me and shadow". Kita butuh banget "me time". Waktu berdua sama bayangan dan memahami diri sendiri dengan lebih dekat. Memanjakan dan memberi sedikit hadiah kecil atas usaha dan kerja keras diri kita selama ini. Kalau bukan kita yang memperhatikan diri kita sendiri, lalu siapa lagi? Kalau kita aja ngga sayang sama diri kita sendiri, apalagi orang lain? :)

Dan oh nih tambahan

Sejak melihat ini, gue mulai merasa kalau lagi sendirian itu kece juga :p




Tidak ada komentar: