Halaman

Minggu, 17 Maret 2013

Gue masih hidup kok

Judulnya agak nestapa gitu ngga sih? :")

Semester 4. Momen dimana badai cinta mengalun lembut di antara gue, folio garis, pulpen, dan google. Momen dimana most romantic place mendadak (terpaksa) hijrah ke ruang tempat bersemayamnya gelas ukur, tabung reaksi, dan senyawa-senyawa anu. Momen dimana lo melupakan indahnya tidur jam 9 malam. Momen dimana jam 12 malam terasa masih sangat siang. Momen dimana status profesi lo berubah menjadi : hantu sapta, dan memiliki moto hidup baru : laporan adalah sahabat. Momen dimana kinerja, kekompakan dan kesinergisan hati antar anggota kelompok berbanding lurus dengan tingkat laju pembuatan laporan. Momen dimana gue dan ITP 48 bisa punya cerita.

Jeng jeng jeng jeng.

Berlebihan sih, tapi yaudahlah ya #kibaskerudung

Singkat cerita, semester ini gue menelan 3 praktikum. Lumayan. Dua praktikum di hari rabu, satu praktikum di hari kamis. Buat kalian yang mungkin iseng pengen cari objek derita buat diketawain, silakan mampir ke sekitar sapta saat selasa malam ataupun rabu malam. Kalo lo liat ada segumpal makhluk bermuka lecek yang terlihat berdiskusi dan menulis sesuatu, niscaya itulah kami, hantu sapta. 

Name : Hantu Sapta
Senjata andalan: Pulpen
Special ability : Merangkum berbagai sumber menjadi satu laporan utuh yang cantik
Hobi : Membuat daftar pustaka ilusi
Jam kerja : Sore till drop

Ngga bakalan seberapa capek sebenernya kalo pekerjaan kita cuma kuliah doang. Sayangnya, kegiatan di luar akademik juga numpuk puk puk puk. Oleh karena itulah, gue sempet drop dua kali. Hihi. Lemah ya. Tapi pada ngga percaya gue sakit, kampret :") Katanya gue ngga cocok kalo sakit :") Eh pas gue udah sembuh malah dibilang gini :

"Dewi udah berisik lagi, Pasti udah sembuh ya? :)"
"Iyaaaaaaaaa doooooooong" *loncat-loncat enerjik sambil salto ke dalam lingkaran api*
"Mendingan pas dewi sakit ya, diem, kalem :)"
"..............."

Bang to the ke :"]

Ada juga yang gini :

"dewi kapan sembuhnyaaaa?"
"hehehe gatau"
"Dewi cepet sembuh lagi dooooong. Biar gue bisa mendzalimi lo lagi. Kan kalo lagi sakit, jadi ga tega nge dzoliminnya"
"................"

Perhatian sih, tapi kok tujuannya................

Ah! Gue mau pamer, kemaren teh gue berasa macan tutul, soalnya badan gue ada bercak-bercak merah imut gitu. Sebenernya agak galau antara gue mau bertransformasi jadi macan tutul atau power ranger merah :| Sampai detik ini juga gue gatau itu penyakit apaan. Kata ibu dokter sih infeksi virus, tapi gue lupa nanya 'virus apa, dok?' alhasil gue kewalahan pas temen gue nanya 'emang lo ke infeksi virus apa deeeew?' Hem. Virus merah jambu aja kali ya, enak....... eh ralat, engga enak deng, makan hati #yahcurhat.

Belakangan gue juga mengalami depresi dini dan kehilangan ketenangan sesaat. Biasa, menumpuk. Tumpukan sampah di otak emang harus dibuang. Dan gue sangat minim akan "me time" di semester ini. Cuma bisa bernapas mulai dari sabtu jam 15.30 WIB sampe minggu jam 24.00 WIB - yang mana sejatinya gue benci sekali hari minggu karena hari sesudahnya adalah senin. Depresi gue disponsori oleh tugas yang menumpuk, "me time" yang minim, amanah yang tak kunjung selesai, badan yang menua, dan jodoh yang tak kunjung bertemu #eh 

Oh. Kemaren juga sempet homesick. Kangen sama mama, bapak, bang ricky, bang ridwan. Iya. Gue tau, respon lo pasti semacam "ah bohong, lo kan anak depok pasti sering pulang". Ya. I'm sick of hearing that sentence. Gue belom pulang sejak awal semester 4, fyi. Dan gue ngga akan mengeluh kok. Itu pilihan gue.

Kalo kata bapak sih : "Dengan hidup berpisah kayak gini bisa membuat rasa sayang di antara kita semakin bertambah" 

Hari Jumat kemaren tuh titik jenuh banget. Jenuh sejenuh jenuhnya jenuh. Perasaan mual aja gitu seharian. Wait, tenang. Perut gue kosong kok ga ada makhluk hidupnya (kecuali bakteri dan cacing dalam usus mungkin). Cuma kayaknya karena saking banyak pikiran, makanya sampe mual. Yet lucky me, berkat kejenuhan gue, gue niat banget keliling IPB buat nyari markas ngerjain laporan yang baru. Gue terlalu suntuk dengan sapta dan sekitarnya. Then, i found this. Lantai paling atas di faperta. Angin sepoi-sepoi, sepi, bisa ngeliat pemandangan langit - awan tepatnya - yang ruarrrr biasa. Bagi gue.




Gue yang jenuh pun berakhir dengan menelantarkan buku laporan yang rencana awalnya mau gue kerjakan dengan sungguh-sungguh. Gue sibuk menikmati awan yang super kala itu sambil tidur-tiduran di lantai. Plus, bunyiin lagu di HP dan ngikutin nyanyi dengan suara yang sepertinya mampu menyayat hati para musisi. Bukan karena suara gue bagus, tapi karena prihatin. Pokoknya itu udah berasa kamar gue sendiri aja. Bodo amat deh lantainya kotor apa engga, yang penting gue bahagia :")

Sayangnya, momen indah itu mesti dirusak oleh naluri alami badan gue. Gue - kebelet - pipis . Jeng Jeng! Gue nanya ibu-ibu di deket situ tentang lokasi wc, beliau pun mengarahkan gue jalannya, gue pun berjalan sendiri. Sampai di tempat yang diarahkan tadi, gue hanya mendapati tulisan "Toilet Staff Pria". Gue merenung sejenak. Gue bukan pria, dan gue bukan staff. Gue bingung. Bingung antara 1. itu bukan toilet yang dimaksud si ibu, dan 2. toilet itulah memang yang dimaksudkan si ibu dan ibu tadi berpikir gue pria. Jeng jeng lagi! Lupakan. Gue berjalan agak jauh sedikit dan menemukan toilet yang lain. Ngga ada tulisannya. Gue pun masuk. Sempet seneng liat pintu kamar mandi, tapi kandas sudah kesenangan itu setelah menengok ke sebelah kiri. Ada tempat pipis ala cowok terpampang manis di dindingnya................ Gue menyerah. Gue pun hijrah ke pomi (soalnya kamar mandi terdekat yang gue tau ya di sana). Setelah itu, gue ngga balik lagi ke tempat kece itu. Mungkin besok-besok gue akan silaturahmi lagi ke bangunan faperta itu. Wait me, babe :*

Setelahnya, gue masih merasa agak mual, dan desperate. Akhirnya balik ke kontrakan. Di kontrakan bingung juga ngapain. Ngecek HP lah, cari korban buat di sms teror :| Maaf maaf nih, kalo jadi temen gue ya harus siap mendadak gue sms random. Itu tandanya gue lagi suntuk banget -_- Gue sms satu orang, tapi dia lama balesnya. Lama banget sampe gue jamuran. Gue pun berasumsi dia sedang sibuk, dan memang benar itulah kenyataannya. Hiks. Akhirnya gue cari korban lain. Temen-temen SMA gue :") Alhamdulillah mereka bales, dan setelah sms-an sama mereka plus ngobrol panjang lebar sama orangtua, gue pun mendapatkan pencerahan dan pikiran gue kembali normal dan tenang serta kece seperti biasa #berpose

Ah, berdasar cerita salah satu temen gue, dia mengaku kalau sejak hari minggu-kamis, total jam tidurnya itu cuma 9 jam. TOTAL TIDUR SELAMA 5 HARINYA DIA CUMA 9 JAM?! Ya Allah, lindungi teman hamba :"|

Berdasar ceritanya dia juga lah, gue kembali sadar dan merenung kalau seharusnya gue banyak-banyak bersyukur karena masih punya waktu tidur per harinya minimal 4 jam lah ya. Mengeluh itu emang ngga baik. Karena itulah lo butuh temen dan cerita-cerita sulit mereka untuk kembali mengingatkan lo dan menyadarkan kalau lo punya kehidupan yang indah, sangat indah :")


Lagian gue juga punya ITP 48 yang ternyata kompak, kece, dan berotak geser. Selama gue punya mereka dan Allah............. laporan? BRING IT ON! ASIK ASIK? HOY!


PS. "Asik Asik Hoy" entah mengapa telah menjadi jargon official bagi praktikum kelompok P4. Kebodohan jargon ini disponsori oleh Muji Budiono. Fyi, di tengah kuis PKBP, sang provokator jargon pun masih aja sempat ber-"Asik Asik? Hoy!" ria, padahal ada aspraknya. Oke lah. Emang udah geser, mau gimana lagi -_-

Tidak ada komentar: