Laman

Minggu, 09 Desember 2012

Kontrakan

"Bisa karena terbiasa" . Itu quote paling ampuh sedunia. Menurut gue.

Banyak banget kejadian yang udah ngebuktiin kevalidan quote ini. Begitu pun halnya pada kasus gue dan kontrakan manis gue yang awalnya terlihat mirip banget kayak rumah tua yang sering digambarin di goosebumps. 

"jauh banget ini kontrakan"
"keliatan dari luar, serem"
"kalo mesti pulang malem, apa kabar dunia?"
"taun depan fix banget mesti nyari kontrakan lagi"

Begitulah kira-kira beberapa pikiran dangkal yang terbersit di kepala gue (dan juga sebagian teman-teman gue) pas banget setelah kita udah nyicil bayar sewa kontrakan. Padahal waktu itu posisinya kita belom menempati kontrakan loh, masih di asrama, belom mindahin barang. Belom dicoba, udah keasikan parno. Old bad habit.

Setelah nyaris satu semester mendiami rumah hijau ini (cat kontrakannya hijau), pikiran gue pun berubah. Total.

Kontrakan gue ngga jauh-jauh amat. Normal ternyata. Kalo pas awal, gue masih empot-empotan jalan dari gang menuju rumah, sekarang mah udah berasa make sayap trus terbang, cepet gitu nyampe depan kontrakan. Udah terbiasa soalnya, jadi ngga berasa.

Kontrakan gue? Serem? Ah, mitos.

Gue sering pulang malem dan dunia baik-baik saja. Tetap bulat dan berputar pada porosnya. Dan gue sendiri? Tetap kalem, anggun, memesona, cantik, dan ganteng seperti biasa. Pokoknya, kalo mau ngelakuin sesuatu, jangan dibayangin terlalu berlebihan! Ngga usah mendadak jadi sutradara teater roman picisan yang selalu mendramatisir setiap inci adegan. Kalo kebanyakan dan kelamaan mikir, bakalan banyak setan yang silaturahmi dan ngebisikin hal-hal negatif. Jadi parno lah, pesimis lah, dan sodara-sodaranya.

Pindah kontrakan? Jangan sampe deh ya Allah. Entah, karena gue males mindahin barang-barang lagi, atau emang udah jatuh cinta sama rumah hijau, atau keduanya. Gue jadi ragu buat pindah kontrakan taun depan.

-------------------------------------

Sekilas kontrakan

Kontrakan gue ini dua tingkat dengan tiga kamar. Awalnya dari luar keliatan spooky, tapi pas udah di dalem rumah, dijamin mager total. Nyaman banget! Rumah hijau memiliki banyak sekali personel. Banyak banget. Terdiri atas penghuni tetap, penghuni gelap tetap, tamu-tamu alien serta makhluk sumber pahala tetap.

Penguni tetap : Gue, Rika, Galih, Anggi, Lina, Kharisma
Penghuni gelap tetap : Prima (HAHAHA)
Tamu-tamu alien : Temen-temen kita yang silaturahmi pokoknya
Makhluk sumber pahala tetap : ................... ini dia!

Apa sih maksudnya "makhluk sumber pahala tetap"?
Maksudnya, mereka adalah sumber pahala bagi kami

Gimana caranya mereka nyumbang pahala?
Dengan menzalimi kita

HA? Emang siapa sih?
Bukan "siapa". Tapi, "APA".

Lemme explain you what "makhluk-makhluk sumber pahala tetap" are :

Ayam dan kucing #JENGJENG

Kenapa gitu?

Yang pernah kepoin twitter gue (emang ada?) pasti langsung tahu masalah pribadi gue dengan ayam. Mereka. Ya. Ayam-ayam tersebut dengan cantik, lihai, dan anggunnya, mendaratkan beberapa ranjau di teras kontrakan kita. Nyaris setiap hari. Tanpa rasa dosa! 

Sering banget kejadian, setelah tepat kita (penghuni kontrakan) membereskan hajat mereka yang dibuang secara tak bertanggung jawab, ayam itu pun datang lagi dengan senyuman iblis. Dan.............. meluncurkan bom lagi. Subhanallah.

Itu tuh teras kontrakan, bukan jamban! hey wahai makhluk Allah :"""""")

Untungnya, gue belom dapetin ilmu dari departemen gue tentang gimana caranya mengolah daging ayam jadi nugget. Kalo engga, ayam-ayam itu pasti udah tersimpan rapi di freezer.

Nah, kalo kucing, dia bertanggung jawab besar atas jejak-jejak kaki mungil yang menodai keperawanan lantai di teras kontrakan gue. Alhamdulillah, dia ngga ikutan buang hajat. Palingan dia cuma ngotorin lantai pake jejak kaki plus  doi suka menginvasi kursi tamu di teras. Yap. Kursi tamu itu disulap menjadi the best bed ever bagi sang kucing.

Total "makhluk sumber pahala tetap" ini kurang lebih ada delapan : 5 ayam dan 3 kucing :")

Tapi, sekarang kita udah belajar ikhlas. We are all friends now. Yang akan terjadi, ya terjadilah *menatap lantai teras dengan tatapan nanar*

------------------------------

Lingkungan kontrakan? How is it? TOTALLY GREAT!
Yang bikin gue betah ya salah satunya ini, lingkungan di kontrakan gue tuh enak banget. Tetangganya pada ramah lah ya lumayan. Tapi yang paling penting...................... banyak anak kecil! ♥

Lagi lemes banget pulang dari kampus, terus mendadak ada suara-suara lembut yang menyapa:
"kak dewiiiii" sambil pasang muka polos dan senyum.

AAAAAAAAAAA IMUUUUUUUUT!

Rasa seneng karena disapa sama anak-anak kecil ini 1000x lebih gede daripada disapa cowok ganteng. Bener deh. Ampuh banget. Langsung seger. Gue ngerasa candu buat dipanggil "kak dewi ~". Candunya melebihi candu nasi padang yang biasanya sukses bikin gue mupeng selama pelajaran. Aih.

Dengan segala hal positif di kontrakan ini beserta penghuninya yang super lovable, gue makin enggan untuk pindah.

Tapi ada isu yang cukup bikin gempar, katanya kontrakan ini mau dijual...... #hening Sedih. Banget. Belom pasti sih. Tapi ada kemungkinannya.

We'll see later :|

Doain semoga kita ngga usah pindah kontrakan ya ~ Sekian. Sampai ketemu lagi.

*sebenernya mau nyeritain secara rinci tentang tiap penghuni kontrakan dan aktivitas-aktivitas bodoh kita yang entah bagaimana tetap menyenangkan. Tapi nanti postingan gue panjangnya bakalan bisa menyaingi skripsi. Jadi gue urungin niatnya. Kapan-kapan deh. Dalam bentuk novel mungkin? wkwk :p

Tidak ada komentar: